Suffering Becomes Happiness

Suffering Becomes Happiness
bab 41



Adit yang mendengar kata-kata pujian dari kekasihnya tersebut, maka dia serasa melayang di awan-awan.... Karena belum pernah telinganya mendengar kata-kata pujian dari orang yang paling dicintainya tersebut sebelumnya, dan dia juga merasa bahwa selama dia berpacaran dengan Icha, hanya dia doang yang sering memuji kekasihnya tersebut. Walaupun Adit merasa bahwa Icha adalah seorang cewek, tapi dia tahu bahwa kekasihnya tersebut juga sangat mencintai dirinya. Jadi pantas saja kalau dia jarang mengeluarkan kata-kata pujian, ataupun kata-kata yang romantis. Lagi pula selama ini Icha jarang sekali berkomunikasi secara langsung berdua dengan dirinya. Jadi Icha sering kali keberadaannya secara berkelompok dengan teman-temannya yang lain. Maka dari itu Adit berperasaan saat itu, bahwa kesempatan itulah Icha merasa kata-kata tersebut perlu dikeluarkan untuk dirinya. Maka setelah Adit mendengarkan kata pujian dari kekasihnya tersebut, maka dia berkata kepada kekasihnya tersebut. Namun sebelum dia menjawab, terlebih dahulu dia mengatakan kata-kata gombal terhadap kekasihnya tersebut, sebagai tanda basa-basi dan kemesraan mereka berdua.


Adit berkata....


"Oh iya dong.!! Atraksi gue tadi malam itu sebenarnya nggak seberapa Icha.!! Dan asal lu tahu ya.!! Ada atraksi gue yang paling dahsyat, bahkan lebih dari yang gue tampilkan tadi malam tersebut.!!"


Ucap Adit kepada kekasihnya tersebut.


Icha yang mendengar penjelasan dari kekasihnya tersebut, kemudian dia bertanya dengan nada yang sangat penasaran.


Icha bertanya....


"Apa itu Dit.??"


Maka Adit segera menjawab dengan nada yang sangat gombal, dan menggoda kekasihnya tersebut.


Adit berkata sembari mengalihkan pandangannya ke tempat lain, sembari melirik ke arah kekasihnya tersebut dengan senyum tipis di bibirnya.....


"Bener....!! Elu mau dengerin.!! Sebenarnya ini rahasia lho...!! Dan tidak boleh bocor kepada siapapun.!! Tapi ya.... Berhubung yang nanya kekasih gue.... Nggak apa-apa deh.!! Gue akan bocorin hal yang sangat dahsyat tersebut.!!"


Ucap Adit dengan nada mesra terhadap kekasihnya tersebut.


Kemudian Icha bertanya lagi kepada Adit dengan memaksa, dan dengan nada manja.


Icha berkata....


"Udah ah.!! Cepet.!! gombal aja deh ah.!!"


Ucap Icha kepada kekasihnya tersebut dengan manja, sembari melepaskan cubitan kecil ke lengan kekasihnya tersebut.


Lalu Adit menjawab....


"Jadi gini Icha.!! Pertama.... Gue belajar silat itu dari Om gue yang dari nyokap, yaitu tepatnya Om gue tersebut adalah adik dari nyokap gue yang berada di kota Malang.!! Dan kebetulan beliau di samping seorang ustad beliau juga adalah seorang pendekar.!! Dan bahkan dulu.... Berkat skillnya tersebut dalam hal ini ialah: kemampuannya dalam hal beladiri yaitu pencak silat.!! Dia pernah terpilih sebagai kontingen diperlombaan, atau kejuaraan tingkat nasional lewat perwakilan Jawa timur, yaitu kota Malang.!! Dan beliau waktu itu memang juara 1.!! Dan om gue tersebut waktu itu masih kuliah di Universitas Brawijaya Malang, tempat kita dulu kuliah Icha.!! Jadi berkat keahlian beliau tersebut, maka nyokap gue menyarankan kepada adiknya tersebut atau om gue itu, untuk mengajari gue tentang pencak silat.!! Ya.... "Alhamdulillah.!!" Gue emang mempunyai bakat tentang hal itu.!! Gue mulai belajar ama gue sejak gue duduk di bangku kelas 1 SMP, sampai dengan pertama masuk kuliah di Universitas Brawijaya Malang. Jadi gue belajar silat ama Om gue tersebut selama kurang lebih 6 atau 7 tahun lah...!! Tapi gue sendiri tidak pernah menunjukkan hal tersebut di luar rumah, ataupun di lingkungan sekolah.!! Kadi pantas aja kalau elu gak tahu tentang bakat gue tersebut.!! Karena emang prinsip dari kesenian tersebut tidak boleh dipakai sembarangan.!! hanya untuk kesenian, kesehatan tubuh, dan jaga-jaga diri aja.!! Tapi sewaktu gue duduk di kelas 1 sampai kelas 3 SMA, gue emang udah sering jadi juara.!! Baik antar sekolahan, ataupun antar kota dan kabupaten di Malang Jawa timur tersebut.!! Jadi gerakan-gerakan tersebut pantas aja kalau elu ngelihatnya begitu mahir dan luwes, karena emang selain gue belajarnya lama, gue kalau di rumah sering latihan terutama pada waktu pagi di rumah gue.!! Dan kebetulan bokap dan nyokap gue mendukung bakat gue tersebut.!! Lagi pula bokap dan nyokap gue sangat senang dengan kebugaran, atau kesehatan.!! Jadi nggak heran kalau di rumah gue banyak sekali alat-alat kesehatan seperti fitnes, dan lain-lain.!! Dan "Alhamdulillah".... Seperti yang lu lihat sekarang, tubuh gue atau badan gue bisa dikategorikan agak atletis kayak gini.!!"


"Nah terus yang kedua....enurut gue kemampuan kayak gitu sangatlah penting.!! Apalagi di zaman sekarang.!! Kan kita tahu sendiri bagaimana kejamnya zaman sekarang.!! Kejahatan di mana-mana, kesewenang-wenangan merajalela.!! Dan ditambah lagi.... Kita kan tahu sendiri bagaimana malasnya anak muda zaman sekarang, terutama dalam hal kesehatan, apalagi mempertahankan kebudayaan.!! yang ada yaitu: zaman sekarang itu mereka kebanyakan hanya mengandalkan kecanggihan dan moderenisasi lewat digital.!! Padahal itu semua menurut gue nggak cukup.!! Jadi maksud gue.... Kepintaran seseorang tidaklah cukup untuk menghadapi zaman kayak sekarang, kalau kita tidak menggunakan kecerdasan atau keahlian yang kita miliki.!!"


Tanya Adit kepada kekasihnya tersebut.


Mendengar kata-kata dahsyat dan pertanyaan yang mendalam dari kekasihnya tersebut, maka Icha sejenak menjadi terdiam dan terpaku akibat kata-kata Adit yang menusuk ke dalam hati sanubarinya tersebut.


Kemudian Icha balik bertanya kepada Adit....


"Bener semua yang elu ucapin ke gue itu.??"


Kemudian Adit menjawab....


"Loh.... Bener.!! Masa gue bohong sih sayang...!! Coba lihat deh ke dada gue.!!"


Ucap Adit sembari memegang tangan Icha, lalu ditempelkannya ke dadanya.


Pada saat Adit memegang tangan Icha yang terus ditempelkan ke dadanya tersebut, sedangkan Icha yang saat itu sedang dibuahi asmara dengan kata-kata Adit yang mulai tadi menggodanya tersebut, maka Icha tak kuasa menatap wajah Adit..... dan Icha tidak kuasa menolak tangan Adit yang memegang tangannya lalu ditempelkannya ke dadanya tersebut. Maka di saat itu pula, Icha yang mulai lengah tersebut kemudian Adit langsung memanfaatkan momen tersebut dengan mencuri satu buah ciuman yang mendarat di pipi Ica. Maka kemudian Icha yang mengetahui dan merasakan ciuman dari Adit tersebut, sontak saja dia menjadi tersentak kaget..... Karena dia sendiri tidak menyangka, bahwa Adit akan melakukan hal tersebut kepadanya. Sedangkan Adit sendiri setelah mendaratkan ciumannya tersebut ke pipi Ica, maka dia sendiri langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera berlari, karena dia sendiri tahu dan menyadari, bahwa apa yang dilakukannya tersebut akan membuat Icha marah kepadanya. Maka benar saja.... Setelah Adit berlari ke tengah-tengah sungai, maka langsung saja Icha mengejarnya, dan terjadilah kejar-mengejar antara keduanya.


Icha yang berlari mengejar Adit tersebut, maka dia di sela-sela larinya tersebut berkata dan memanggil-manggil Adit.....


"Adit.... Tunggu Adit.!! Awas lu Adit.!! Tunggu Adit.!! Kurang ajar lu ya.!! Awas lu.!! Berhenti Adit.!!"


Ucap Icha sembari berlari mengejar kekasihnya tersebut.


Adit yang saat itu tengah dikejar oleh Icha tersebut dan mendengar teriakan dari kekasihnya tersebut, maka dia tidak menghiraukannya dan terus berlari sembari mempermainkan Icha dengan meledeknya. Dan Icha pun terus berlari mengejarnya.


Setelah beberapa saat mereka kejar-kejaran di tengah aliran sungai tersebut, rupanya mereka tidak menyadari bahwa bebatuan yang ada di tengah-tengah sungai tersebut yang mereka pijak rupanya agak licin. Maka Icha yang saat itu terus mengejar Adit tersebut, kemudian terjatuh di antara bebatuan tersebut. Dan akibat jatuhnya Icha itu, maka lengan Icha tergores oleh bebatuan yang ada di sungai tersebut, dan lengan Icha pun kemudian berdarah. Maka seketika itu juga Adit yang mengetahui hal tersebut, kemudian langsung menghampiri kekasihnya itu, kemudian langsung merangkulnya dan dibawa agak ke tepi dari pinggiran sungai tersebut.


Icha yang saat itu dirangkul oleh Adit dan dibawa ke tepi sungai itu, meringis kesakitan....


"Aduh...!! Sakit...!! Aduh...!! Sakit Adit.!! Tolong Adit...!! Aduh...!!"


Ucap Icha dengan nada meringis kesakitan.