Single Parent

Single Parent
61



HAPPY READING MAN-TEMAN 😊


Prang....


Suara nyaring itu mengalihkan perhatian mereka. Melihat putri cantik nya berdiri terdiam di samping tembok pembatas ruang keluarga dan dapur, Zidan yakin dia telah mendengar apa yang di bicarakan oleh mereka. Dan seketika membuat Zidan dan yang lainnya kaget.


"Syifa" gumam mereka. Mereka begitu kaget karena percakapannya nya terdengar oleh Syifa.


"Maaf aku nggak sengaja" Asyifa menunduk menyembunyikan wajahnya yang sudah basah karena air mata. Dia tidak sengaja memecahkan vas bunga yang berada tak jauh dari nya.


Seperti De Javu kejadian ini seperti familiar untuk nya.


Zidan mendekati nya bersamaan dengan Annisa. Annisa lebih dulu sampai karena jarak yang lebih dekat.


Asyifa tidak mau di rengkuh, dia lari menuju taman depan rumah.


"Syifa,,,,sayang,,,," panggil mereka bersamaan.


Syifa mendudukkan dirinya di kursi taman dan melipat kedua lututnya. Dia menyembunyikan wajahnya dan menangis lirih.


Annisa merengkuh dari samping. Asyifa langsung bersandar di depan dada Annisa menyembunyikan wajah nya. Kedua nya sama-sama menangis.


Zidan baru datang dan melihat pemandangan yang begitu mengiris hati nya. Dia mendekat dan memeluk mereka.


"Maafkan Ayah sayang, Ayah telah berbohong sama kalian" ucap Zidan sembari menangis lirih.


"Asyifa benci sama Ayah!, kenapa Ayah mau tinggalin kita!, apa Ayah sudah nggak sayang lagi sama kita?!" marah Asyifa setelah melepas pelukannya pada sang Bunda.


"Maaf, ini lah alasannya Ayah tidak mau kalian tahu, maaf sayang" ujar Zidan memeluk mereka kembali.


"Syifa dengerin Bunda, sakit Ayah bisa kita obati dan kita akan menemani Ayah untuk berobat. Jadi Asyifa jangan menangis lagi oke" kata Annisa menenangkan.


Meskipun dia tidak begitu yakin dengan ucapan nya tapi hal ini yang dapat dia yakin kan pada putrinya.


Dia tahu penyakit itu amat sangat ganas bahkan tidak sedikit orang yang meninggal karena penyakit itu.


Kanker, iya kanker yang saat ini menyerang tubuh Zidan. Dia memang tidak yakin tapi suaminya tidak boleh patah semangat untuk berobat. Sebagai istri dia harus jadi tongkat yang siap untuk memapah sang suami yang sedang dalam keadaan seperti ini.


Meskipun dia tahu harapan sangat kecil tapi dia tidak mau menyerah. Ini bukan akhir tapi awal. Dirinya tidak mau membuat suaminya itu merasa sendiri.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Setelah acara tangisan semalam. Suasana pagi yang biasa nya di warnai dengan gurauan seakan menghilang begitu saja.


Zidan menghela nafas panjang. Annisa menggenggam tangan Zidan dan mengelusnya pelan.


"Mau anteng-antengan ajah nih, ya sudah aku makan di kamar ajah" ujar Zidan dan akan beranjak dari duduknya.


"Oke, ayo kita makan lupakan yang semalam kita mulai dari awal untuk membuat keadaan seperti semula oke" ujar Raka dan di angguki oleh semua orang.


Mereka tersenyum meski canggung. Mereka tidak ingin lagi mengeluh tapi harus sama-sama mengemban beban supaya semua baik-baik saja.


Mereka pun makan dengan tenang seperti biasa dan sering di selingi canda anak-anak mereka membuat suasana seperti sedia kala. Meski Asyifa tidak begitu, tapi dia mencoba untuk tersenyum. Reyyan mengerti keadaan ini tapi dia hanya diam saja.


Sewaktu Asyifa mendengar pembicaraan para orang tua, sebenarnya Reyyan berada tak jauh dari Asyifa. Namun melihat reaksi yang di timbulkan Asyifa dia langsung bersembunyi tidak ingin ikut ketahuan.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Annisa masuk kedalam kamar nya dengan membawa keranjang untuk baju kotor.


"Ayah sudah minum obat nya?" tanya Annisa melihat suaminya duduk di sofa dengan laptop di pangkuan nya.


Zidan mendongak dan tersenyum dia menepuk sofa di sebelah nya meminta sang istri untuk duduk.


Dia meletakkan laptop nya di atas meja. Annisa mendekat dan duduk di samping suami nya itu, kepala nya dia sandarkan di bahu sang suami.


"Maafin Ayah ya Bun, Ayah sudah tidak mau jujur sama kamu" ucap nya menyesal.


"Ssttt mau berapa lama Ayah mau meminta maaf, Bunda ngerti apa yang di rasakan Ayah saat itu" ujar Annisa.


"Mungkin kalau Bunda yang di posisi Ayah akan melakukan hal yang sama" sambung nya. Mata nya sudah berkaca-kaca ingin sekali dia menangis meraung tapi hal itu tidak bisa mengubah keadaan.


Zidan yang paham betul dengan istri nya itupun tahu.


"Kalau Bunda mau menangis, menangis lah semau Bunda, tapi selepas ini Ayah mau Bunda jadi wanita yang kuat dan bila Ayah sudah tidak di samping Bunda, Ayah mohon jadi lah wanita yang selalu menjaga kehormatan diri dan juga ibu yang terbaik untuk anak-anak kita" kata-kata Zidan begitu membuat hati Annisa takut.


Dia sejenak menjauhkan diri dan menatap lekat wajah suaminya itu. Zidan pun melakukan hal yang sama.


"Ayah akan sembuh! Ayah tidak akan meninggalkan aku dan anak-anak sendiri!" kesal Annisa. Zidan tersenyum pilu.


Dia kembali merengkuh tubuh istri nya dan menciumi seluruh wajah istri nya itu.


"Kita berjuang sama-sama ya Yah" ucap nya lagi dan memeluk tubuh kekar suaminya itu.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Asyifa berdiam diri bisa di bilang melamun di bangku taman dekat tempat dirinya dan Reyyan les. Reyyan mendekat dan duduk di samping Asyifa.


"Aku tahu apa yang kamu rasakan. Aku juga merasakan hal yang sama, Om aku yang selalu menggoda ku dan juga menjadi wali aku sewaktu Daddy aku sedang bertugas, menderita dan aku tidak bisa meringankan penderitaannya" ujar Reyyan.


"Jujur aku ingin menangis sama seperti kamu, tapi Om Zid bilang laki-laki harus kuat dan menangis itu salah satu yang membuat kita lemah. Aku tidak mau di ledek lemah sama Ayah kamu itu" sambung nya.


Meskipun tidak persis dengan yang di ucapkan Zidan tapi dia hanya ingin menghibur Syifa saja.


Asyifa menengok pada Reyyan, air mata nya tak bisa lagi dia tahan.


"Kita buat Ayah kamu bahagia yah, jangan nangis lagi" ujar Reyyan dan di angguki oleh Syifa.


SIAPA INI YANG NGIRIS BAWANG JADI MEWEK KAN😭.


ENDING NYA MUNGKIN SUDAH TERTEBAK TAPI NANTI DI AKHIR CERITA BISA JADI MEMBUAT KALIAN BAPER.


JADI TETAP IKUTI TERUS YAH


SEDIKIT BOCORAN NANTI INSYAALLAH NOVEL BARU MENCERITAKAN TENTANG KEHIDUPAN ASYIFA DAN REYYAN YAH....


DUKUNG TERUS AUTHOR KECE NYA DENGAN LIKE COMMENT DAN VOTE YANG BANYAK 😁.