Single Parent

Single Parent
32.



Yuhuuu author kece muncul lagiπŸ˜….


Iya in ajah yh biar cepet wkwkwk.


Oke saat ini lagi cerita si Yasmin yah,biar jelas wkwkwkwk


Yasmin menghentikan mobilnya di depan Rutan tempat Mamanya di tahan.


Dia tidak tahu jika Mama nya jadi tahanan.


Sudah hampir setengah jam dia di dalam mobil tak kunjung keluar, pikiran nya masih saja tidak percaya.


πŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈ


Sepulang dari Mall tadi, saat dia masuk ke dalam rumah, dia melihat kakaknya yang duduk di sofa ruang tamu.


Dia sedikit kaget karena kedatangan kakak nya tidak memberi tahu dia terlebih dahulu.


"Kakak...kapan datang?" seru Yasmin senang, dan berhambur memeluk Kakaknya.


"Baru sih, belum lama" ucap nya, membalas pelukan sang adik.


Setelah bertukar sapa, Aditya berpamitan kepada Kakak Yasmin untuk menidurkan putranya.


"Oh yah, dimana Mama?" tanya nya setelah melepas pelukannya, dia mengedarkan pandangannya mencari sosok sang Mama.


Yasmin mengernyitkan dahinya nya bingung.


"Mama?, Mama nggak kesini, kapan Mama kesini kok nggak bilang Iyas?" tanyanya bingung.


"Mama nggak kesini?, kok dia bilang beberapa minggu yang lalu mau ke rumah kamu?, kamu jangan bercanda deh apa kamu mau nge prank Kakak, Kakak nggak mempan yah" ucap Kakak nya Yasmin terkekeh.


"Beneran loh Kak, aku nggak bohong" kata Yasmin heran.


"Tunggu, tunggu kok jadi gini?" tanya Kakak nya bingung.


Dia mengambil ponsel nya dan menelpon asisten yang biasa menemani Mamanya kemampuan.


"Hallo Nona?,,," sapa seseorang di seberang sana.


"Hallo,,,kamu dimana?apa Mama bersama mu?" tanya Kakak Yasmin yang bernama Citra.


"Maaf Nona, Ibu tidak bersama saya, karena, karena beliau berada di...di tahanan Nona"


Mata Citra terbelalak, apa yang terjadi?, kenapa Mamanya harus ada di penjara seperti ini? pikir nya.


Setelah Citra menelpon asisten Mamanya dan mendengar penjelasan atas apa yang terjadi, tentu saja dengan paksaan.


Setelah menelpon, Citra duduk lemas di sofa, air mata nya sudah mengalir sedari tadi.


"Kak, ada apa?" tanya Yasmin.


"Mama, dek Mama..hiks...hiks.." Citra sudah menangis tersedu.


Citra menceritakan apa yang di bicarakan nya di telpon tadi, yang menceritakan apa yang terjadi pada Mama mereka, yang mengatakan bahwa Mama nya jadi tersangka percobaan pembunuhan terhadap Annisa.


Tanpa pikir panjang, Yasmin keluar meninggalkan Kakak nya untuk pergi ke rumah Annisa, dia juga mengabaikan teriakan Kakak nya yang meminta nya untuk berhenti.


Aditya yang mendengar keributan di ruang tamu, keluar dari kamar Bian.


"Ada apa Kak?" tanya Aditya


"Itu Yasmin Dit, Yasmin mau ngelabrak Annisa" jawabnya.


"Apa?, kok bisa" tanya nya kaget.


"Sudah kamu kejar dia saja, aku takut dia nekat" perintah Citra.


Dia memang nekat Kak batin Aditya berbicara.


"Baiklah" final Aditya, dia masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobilnya mengejar Yasmin.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Setelah itu dia mengikuti kembali Yasmin yang sudah melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Annisa.


Disinilah dia, setelah mengikuti Yasmin cukup lama, Yasmin keluar dari mobilnya dan dia agak kaget tempat yang menjadi tujuan Yasmin sekarang.


πŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈ


Lama Yasmin di dalam mobil akhirnya dia keluar berniat untuk menemui Mamanya itu.


Dia masuk kedalam dan mendapati Kakak nya sudah di sana, Yasmin menangis, dia tidak menyangka bahwa Mamanya yang selama sepuluh tahun ini tidak di temui nya kini dia bertemu dalam keadaan yang menyedihkan.


"Mama...hiks..hiks.."lirih Yasmin.


Mama nya menoleh dan mendapati Yasmin yang sedang menangis.


Dia tidak merespon apapun, hatinya sakit melihat anak nya menangis tapi lebih sakit lagi karena dia sudah di bohongi oleh anaknya sendiri, hingga dia melakukan hal yang keji seperti ini, tanpa melihat anaknya yang lebih keji membuat rumah tangga orang hancur.


"Mau apa kamu kesini?" ketus Mama.


"Mah, kok Mama ngomong nya gitu, dia kesini tentu saja ingin menengok Mama, Mama jangan begitu dong" ucap Citra pada Mama nya dengan mata sembab.


"Mama nggak butuh anak durhaka seperti dia,


kamu tahu gara-gara dia, rumah tangga Annisa dan Aditya hancur, dan gara-gara dia Annisa hampir saja kehilangan nyawa nya karena Mama yang menabrak dia karena salah paham kepada nya!" jelas Mama marah.


Yasmin hanya diam dan menangis sesenggukan.


"Maksud Mama apa?" tanya Citra.


"Kamu tanya saja sama adik kamu itu!" tukas Mama.


"Yas?" panggil Citra minta penjelasan.


"Maafin Yasmin Mah, Yasmin khilaf, hiks...hiks.." ucap Yasmin bersujud di kaki sang Mama.


"Khilaf kata kamu?, selama sepuluh tahun ini kamu bilang khilaf?" ucap Mama geram.


"Maaf, jam besuk sudah habis" ucap sipir.


Tanpa mengucapkan kata lagi, Mama pergi ke sel kembali di dampingi oleh sipir.


Selama sepuluh tahun terakhir ini, Mama tidak pernah menemui Yasmin karena putrinya itu tidak mau menemui nya. Karena kekecewaan yang di rasa Yasmin pada sang Mama membuat nya membenci nya, dia hanya mendapatkan kabar putri nya dari anak yang lain, Kakak nya Yasmin.


Saat Yasmin menikah pun dia tidak datang, karena kebetulan dia sedang dalam proses penyembuhan dari sakitnya, dan pamannya yang ada di Indonesia lah yang menjadi wali nya.


Mama nya menikah kembali saat setelah setahun Papa Yasmin meninggal dan itu lah penyebab Yasmin membenci Mama nya.


Pada saat Yasmin sudah memaafkan Mama, saat itu lah Mama langsung terbang ke Indonesia untuk menemui Yasmin, tapi sayang saat dirinya tiba di rumah putrinya itu, dia mendengar pertengkaran di antara Yasmin dan Aditya.


Mama syok mendengar hal itu dan mulai mencari tahu tentang Annisa yang menjadi topik pertengkaran mereka.


Karena emosi kebahagiaan Putri nya di usik, Mama langsung bertindak dengan memberikan pelajaran pada Annisa, tapi tidak di sangka nya Annisa mengalami hal yang lebih dari perkiraan nya.


Mama baru tahu segalanya dari Zidan yang waktu itu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Dan itu menjadi tamparan keras untuk Mama, dia menyesal karena sudah melakukan hal keji dan juga putrinya yang dia kenal sebagai orang yang baik, berbuat lebih keji dari nya.


Karena cinta buta nya kepada Aditya, membuat Yasmin gelap mata dan menjadi perusak rumah tangga Aditya dan Annisa.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Yasmin masih saja menangis, tak jauh dari mereka, Aditya mendengar semua percakapan mereka.


Citra membawa Yasmin keluar,dan memasuki mobil Yasmin.


Tanpa banyak bicara, sang kakak melajukan mobilnya menuju rumah Aditya.


JANGAN LUPA UNTUK KLIK LIKE DAN COMMENT YAH MAN-TEMAN 😊 VOTE NYA JUGA JANGAN LUPA OCEH 😁.


HAPPY READING MAN-TEMAN πŸ€—.