Single Parent

Single Parent
42.



YUHUUU AUTHOR KECE DATANG...YYUUKK KITA BACA MOMEN ROMANTIS YANG SATU INIπŸ€—πŸ€—


Suara detak jantung Annisa mengalahkan keramaian di luar kamar nya saat ini, dia begitu gugup dengan situasi yang sedang di alami nya itu.


"Jangan gugup ya Bos, nikmati ajah proses nya" nasihat Vita, yang di selingi ledekan di kata-kata nya.


"Nggak gugup kok, cuma nervous ajah" ucap Annisa untuk mencoba menghibur diri sendiri.


"Sama ajah yah mbak nya... beda bahasa doang" ucap Vita jadi kesal sendiri.


Annisa terkekeh, seenggak nya hal itu bisa mengurangi degup jantung nya yang seakan ingin keluar dari tempat nya.


" Vit, genggam tanganku Vit, aku gugup banget ini" ucap Annisa yang mengulurkan tangan nya.


"Ya Allah Bos, ini tangan kalau di celupkan ke dalam gelas yang ada air sirup nya nikmat banget dah" ucap Vita tertawa setelah menggenggam tangan Annisa yang dingin.


Annisa memukul tangan Vita gemas membuat si empunya mengaduh, dia kesal dengan ledekan anak buah nya itu.


"Udah dong, tarik nafas.... keluar kan... tarik nafas... keluar kan" instruksi Vita.


Annisa mengikuti apa yang di ucapkan Vita.


Lumayan membuat nya sedikit lega, dia tersenyum dan menggenggam tangan Vita kembali.


Dan sejurus dengan itu, suara lantang Zidan yang mengikrarkan ijab qobul di ruang tengah itu membuat hati Annisa menegang.


Dan tak lama kata SAH dari para saksi dan para tamu undangan pun bersahutan membuat ketegangan dari dalam kamar itu mencair, dan membuat Annisa lega akan hal itu.


Suara pintu kamar nya terbuka dan menampilkan putri cantik nya menyumul kan kepala nya menengok pada Bunda nya.


Annisa semakin mengeratkan kan genggaman nya, membuat Vita mengernyit karena saking erat nya Annisa menggenggam.


"Bun, sudah di panggil sama Nenek dan Oma" ucap Asyifa dengan mata terkagum pada Bunda nya yang terlihat begitu sangat cantik.


Annisa menatap wajah Vita khawatir, membuat Vita terkekeh di buat nya.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Mereka pun keluar, dengan anggun Annisa menuruni anak tangga.


Semua orang menatap kedatangan sang pengantin wanita dengan kekaguman atas keanggunan, dan kecantikan yang di miliki oleh Annisa, Tak terkecuali dua laki-laki itu.


Zidan yang sekarang sah menjadi suami nya itu, dan Aditya sang mantan.


Aditya menjadi flashback ke masa silam. Dia jadi teringat saat diri nya akan ijab qobul, dia membuang nafas panjang. Kata seandainya sempat terlintas dipikiran nya.


Dia memandang ke arah pengantin pria, dia tersenyum perih melihat Zidan yang tak lepas memandang mantan istri nya itu, yang sekarang ini resmi menjadi istri dari pemuda itu.


Pandangan Zidan tak lepas dari Annisa sampai dia duduk di samping nya.


"Kamu sangat cantik" bisik Zidan pada Annisa, setelah duduk di samping nya.


Annisa terlihat tersipu malu, tapi sial nya bisikan Zidan masih terdengar sahabat nya yang julit.


Vita menatap jengah kelakuan Zidan yang memuji sahabat sekaligus Bos nya itu.


"Nggak sabaran benget sih nih pengantin, nanti aku culik istri kamu baru tahu rasa " ledek Vita membuat Zidan menatap nya dengan wajah kesal.


"Awas ajah kalau berani, aku culik Revan sebagai gantinya" saut Zidan


"Kamu kalau mau culik Revan, langkahin dulu aku Zid" Suami Vita menyauti membuat para tamu yang mendengar perdebatan dua orang itu tertawa geli.


Acara pun di lanjutkan mereka saling mendoakan pasangan itu, Zidan mengucap beribu syukur atas apa yang baru saja terjadi.


Dia menyematkan cincin ke jari manis Annisa, setelah itu dia memegang puncak kepala Annisa mencium nya dan mendoakan nya.


Annisa menangis haru, Zidan memegang ke dua pipi Annisa, dia mengusap air mata yang membasahi pipinya. Dia menggeleng kan kepala nya.


"Jangan menangis, ini hari kebahagiaan kita" ucap Zidan lembut.


Annisa mengangguk dan tersenyum.


Setelah sungkem dan meminta restu dari para orang tua dan saudara mereka, para tamu saling membubarkan diri untuk menuju ke hotel tempat resepsi pernikahan mereka.


Acara ijab qobul nya hanya di hadiri oleh keluarga inti dan teman terdekat saja.


Setelah selesai, Annisa memasuki Kamar yang di gunakan untuk dirinya di rias.


Dia ke kamar mandi setelah membersihkan riasan nya.


Zidan memasuki kamar itu dan tidak mendapati Annisa di dalam kamar, dan perhatian nya tertuju pada kamar mandi.


Zidan melepaskan pakaian nya untuk mengganti pakaian santai nya. Dia menoleh ke belakang saat di rasa pintu kamar mandi terbuka.


Annisa terpaku melihat Zidan di dalam kamarnya. Zidan sama kaget nya melihat Annisa yang hanya menggunakan bathrobe dengan rambut yang basah membuat Annisa terlihat lebih sexy di matanya.


Dengan cepat Annisa menutup pintu nya kembali, Zidan yang melihat itu jadi terkekeh, ya ampun, sesuatu dari diri nya mulai bergejolak.


"Sabar Zidan, kamu bisa sabar, astaghfirullah" Zidan merapal kan doa' agar dia tidak melahap Annisa saat ini juga.


Annisa lupa bahwa dia sudah menikah dengan Zidan. Dia merutuki kebodohannya karena berpakaian seperti biasa nya.


Eh, tapi kan dia suami nya?, tapi.. dia belum siap untuk hal itu. Dia jadi berbicara sendiri.


Lama Annisa di dalam kamar mandi, dan dia sedikit membuka pintu nya mengintip Zidan di dalam kamarnya. Dia tidak mendapati Zidan, dan itu membuat nya lega.


Dia keluar dan memakai pakaian nya, setelah rapi terlihat pintu terbuka dan menampilkan sang suami perlu di ingat 'suami' nya memasuki kamar, dia tersenyum lembut. Zidan jadi teringat kejadian tadi, betapa manisnya istri nya itu.


Atmosfer di ruangan itu menjadi canggung, mereka jadi saling salah tingkah.


"Sudah ambil wudhu?" ucap Zidan memecahkan kecanggungan.


Annisa menganggukan kepala.


Mereka pun melakukan sholat Dzuhur berjamaah, Annisa terharu dengan hal ini, sudah lama sekali dia tidak merasakan kenyamanan ini.


Semoga Allah selalu melindungi dan melimpah kan kebahagiaan dan keberkahan dalam rumah tangga nya. Doa Annisa setelah melakukan sholat.


Mereka sudah bersiap untuk melakukan perjalanan ke hotel tempat resepsi pernikahan di selenggarakan.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Zidan, Annisa mengangguk dan tersenyum hangat.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Mereka melakukan perjalanan ke hotel, di dalam mobil Asyifa berceloteh tak kenal henti, dari kebahagiaan nya karena sudah punya Ayah, rencana ke depan nya yang ingin mengajak liburan sang Ayah, Pokok nya dia begitu heboh dalam menyampaikan pendapat nya.


Zidan dan Annisa hanya tertawa saja mendengar omongan Asyifa, sesekali mereka menjawab dan begitu seterusnya sampai mereka sampai di hotel.


JANGAN LUPA UNTUK KLIK LIKE DAN COMMENT YAH MAN-TEMAN πŸ€—.


GIMANA-GIMANA??, πŸ˜…πŸ˜….