Single Parent

Single Parent
33.



**Author Kece dateng lagi...


Happy reading semuanya 🤗**


Annisa masih berkutat dengan pikiran nya sendiri, setelah penjelasan dari Zidan waktu sore tadi, dia terus saja memikirkan nasib dari Ibu nya Yasmin yang berada di penjara.


Dia mendekam di penjara karena kesalahpahaman, tapi mengingat dia yang koma hampir dua minggu itu sungguh keterlaluan.


"Hufftt...sudah lah lebih baik aku serahkan semua nya pada Zidan, percuma saja aku berbicara sama orang keras kepala seperti dia" gumam Annisa dan berlanjut ke dalam mimpi nya.


💢💢💢💢


"Bunda.... Ayah sudah datang..." teriak Asyifa dari bawah tangga.


"Sssttt....Syifa, jangan teriak-teriak nanti tenggorokan nya sakit" tegur Zidan.


"Habis nya Bunda sudah lebih dari satu jam nggak keluar-keluar sih" dengus Asyifa kesal.


"Bunda kamu itu memang lama kalau dandan, sudah cantik juga masih saja dandan" saut Vita dari belakang dan terkekeh.


"Iya nih tau Bunda, sudah ada Ayah Zidan juga masih dandan ajah" ucap Asyifa sembari mengerucutkan bibirnya.


Zidan tertawa pelan, ada-ada saja bocah ini.


"Enak saja, kamu yah Vit suka banget ngolok-ngolok aku" saut Annisa dari atas.


Dia turun ke bawah dengan muka yang sedikit marah dan juga gemas, bisa-bisa nya putrinya sendiri berbicara seperti itu.


"Kamu juga Syifa, bicara apa kamu tadi, nggak sopan" kesal Annisa, dia berdecak pinggang.


Setelah sampai di bawah, Annisa akan meraih tangan Asyifa gemas, tapi tubuh Asyifa sudah di tarik dan di sembunyikan di balik tubuh Zidan.


Zidan tertawa pelan, Annisa mendengus kesal, Vita sudah tertawa saja sedari tadi.


Annisa membuang muka, dan ber sedekap, Asyifa melongok melihat ekspresi Bunda nya yang menurut nya sedikit menakutkan.


"Oh gitu jadi Asyifa nggak mau minta maaf sama Bunda?" Annisa berbicara dengan nada marah.


Asyifa memunculkan diri dan mendekat, dia memeluk Bunda nya erat.


"Maafin Syifa Bun, Syifa nggak sengaja" kata Syifa hampir menangis.


Vita menahan tawa nya, dia tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


" Oke Bunda maafin, tapi dengan satu syarat" Tawar Annisa.


"Apa?" tanya Syifa.


"Kamu jangan nempel sama Om Zidan mulu lah, Bunda cemburu tau" kesal Annisa.


Asyifa mengerjapkan matanya, dia perlahan mundur dan berlari dari Bunda nya.


"Nggak akan Bun, wwee...." kata Syifa meledek dan tertawa.


Annisa mendengus kesal, Vita tertawa geli, Zidan juga ikut tertawa.


"Hahaha...kamu cemburu karena Asyifa yang nggak nempel sama kamu atau Zidan yang nggak nempel Nis?" ledek Vita.


Vita sudah mendahului Annisa dan Zidan,


Annisa mengikuti Vita keluar, tapi suara dari Zidan menghentikan langkahnya.


"Ehem...bener nggak tuh yang di katakan Vita?" tanya Zidan menggoda.


Annisa menghentikan langkahnya dan bersemu merah malu dan sedikit tersenyum, bukan itu maksud nya, tapi kenapa dia yang jadi malu begini, tanpa menoleh ke belakang dia melangkah kembali.


Zidan tersenyum manis penuh kemenangan, entah seperti apa ekspresi Annisa saat ini, yang jelas dia bahagia.


Dia pun melangkah ke luar menyusul mereka.


💢💢💢💢


"Ayah, masih lama yah kok nggak nyampe-nyampe sih?" cerewet Syifa.


Begini lah dia jika bersama Zidan, dia akan selalu berceloteh ria tak seperti pada yang lain, tak terkecuali dengan Annisa Bundanya, dia akan bercerita namun tak secerewet ini.


"Sabar yah sayang bentar lagi kok" jawab Zidan sambil fokus pada jalanan.


"Asyifa sudah nggak sabar nih" ucap Asyifa.


Mereka hanya menggeleng kepala saja.


"Syifa mending kita video call sama Tante aku ajah yuk" ajak Reyyan.


"Baiklah... dengan terpaksa" jawabnya setelah sedikit berfikir.


"Idih gaya banget kamu " kesal Reyyan.


"Hehehehe ...iya deh maaf, memang Tante kamu lagi dimana, kok aku nggak pernah ketemu?" tanya Asyifa.


"Dia lagi di Jepang, dia nggak pulang-pulang nggak tau tuh, betah banget di sana" Kata Reyyan.


Asyifa hanya ber oh saja.


Mereka pun melakukan panggilan video dengan Tante Reyyan, Syifa melihat ke akraban Reyyan hanya bisa ikut tersenyum.


Tak lama kemudian mereka sampai di tempat tujuan mereka saat ini untuk liburan.


"Wwaahh...vila nya bangus banget yah Reyyan" seru Asyifa yang begitu semangat.


"Iya Syifa kalau aku liburan suka ke sini, ayo aku ajak ke kamar aku, di sana banyak buku tentang penerbangan punya Daddy aku" seru Reyyan kepada Syifa.


Syifa yang sangat menyukai dunia penerbangan pun begitu bahagia mendengar banyaknya buku itu.


Mereka berlari menuju ke dalam dan mengabaikan teriakan Annisa yang melarang nya untuk berlari.


Villa ini dulunya di pakai oleh Salsa dan suami beserta Reyyan, tapi setelah Reyyan berumur enam tahun dia pindah ke rumah utama, jadi Villa ini hanya di huni pengurus nya saja.


"Biarkan saja Nis, namanya juga anak-anak" saut Zidan.


"Iya anak-anak sih anak-anak tapi ya harus lihat keadaan dong itu kan licin habis hujan" kesal Annisa.


Vita menggeleng kepala nya melihat Annisa yang berdebat dengan Zidan, begitu pun suami nya, dia amat tau bahwa temannya ini sangat posesif Kepada anaknya itu.


"Jangan ngomel mulu nanti keriput, dasar pasangan aneh, gimana ntar kalau berumah tangga yang ada berantem mulu" suara Vita menginterupsi perdebatan mereka dan berlalu melewati mereka.


"Siapa yang pasangan" seru Annisa Kepada Vita.


Vita yang melihat Annisa yang kesal hanya menjulurkan lidahnya meledek.


"Awas yah kamu Vita, aku potong gaji" seru Annisa mengejar Vita yang sudah berlari.


Suami Vita menghampiri Zidan dan menepuk pundak nya.


"Yang sabar ya Zid, perempuan memang begitu, suka menang sendiri" ucap nya tersenyum jenaka.


Zidan mengangguk membenarkan dengan wajah berpura-pura memelas.


💢💢💢💢


Reyyan membuka pintu kamar nya dan menunjukan buku-buku Daddy nya.


Dengan mata yang berbinar Asyifa mengambil buku-buku itu dan tengkurap membaca buku itu.


Reyyan tersenyum bahagia, dia jadi ada teman untuk sharing tentang hal penerbangan.


Dia begitu mengagumi sang Daddy, sehingga dia ingin menjadi seperti Daddy nya itu.


Cukup lama mereka membaca dan bercanda ria, sampai akhirnya mereka tidur dengan posisi Asyifa yang terlentang di atas sofa dan Reyyan di bawah dengan bersandar sofa yang si tempati Asyifa, dengan buku yang berada di muka mereka masing-masing.


Zidan masuk ke dalam dan mendapati Reyyan dan Asyifa tertidur dengan posisi yang menurut nya lucu.


Dia memindahkan Reyyan dan Asyifa pada kamar yang berbeda.


JANGAN LUPA UNTUK KLIK LIKE DAN COMMENT YAH MAN-TEMAN 😊😊 VOTE NYA JUGA JANGAN LUPA OCEH.


TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA AKU, DAN LIKE COMMENT NYA SEMOGA KALIAN TERHIBUR DAN KITA NIKMATI SAJA ALURNYA DULU YAH, TENANG SAJA NANTI SEMUA AKAN ADA BALASAN NYA KOK OCEH🤗.


I LOVE YOU ALL....😊.