Single Parent

Single Parent
30.



Yasmin menggeram kesal.


"Bener tuh, dia selalu melihat punya orang, bukannya nyari sendiri padahal kan itu banyak tuh yang ngantri untuk di ambil sama dia" kata Vita pedas.


"Cih... bilang saja kamu ngiri, kamu kalah bersaing sama aku" ucap Yasmin pada Annisa tak mau kalah.


"Maaf kawan, aku tidak sebodoh itu, yang rela menyerahkan diri sendiri pada hal yang menjijikkan" ketus Annisa yang tahu maksud dari perkataan Yasmin.


" Kamu masih saja nggak ngaca yah, sekarang malah dengan bangga nya nunjukin hal yang tak seharusnya milikmu secara terang-terangan" sindir Vita.


"Jaga ucapan kamu yah, atau kamu jangan-jangan masih mengharapkan suami aku yah?!" marah Yasmin pada Vita dan beralih pada Annisa, dia tersenyum miring meremehkan.


"Hah... percuma juga ngomong sama kamu, buang tenaga saja, ayo Vit kita cari hal yang berguna saja" kata Annisa dan melangkah pergi.


"Heh!... mau kemana kamu dasar j*l*ng" teriak Yasmin yang menggema sehingga membuat perhatian para pengunjung tertuju pada mereka.


Annisa dan Vita berhenti seketika. Vita sudah mengepalkan tangannya dan hendak menghampiri Yasmin untuk menampar wajahnya. Tapi Annisa mencekal lengan Vita tanpa berbalik dan menggeleng pada Vita.


Vita meng kode minta di lepaskan tapi tidak di lepas juga, sampai ucapan Yasmin yang membuat amarah Annisa yang memuncak.


"Oh yah kamu itu punya anak perempuan kan?,jaga baik-baik tuh kali ajah nanti jadi kayak ibu nya ' j*l*ng ' " seru Yasmin.


Annisa berbalik mencengkeram erat kerah baju yang Yasmin kenakan. Vita yang melihat nya hanya melongo dan membiarkan saja Annisa mau apakan Yasmin.


Sesaat kemudian bibirnya melengkung ke atas membentuk senyuman.


"Sangar juga ini ibu-ibu satu" batin Vita.


"Coba kamu katakan lagi, yang j*l*ng di sini itu siapa?, harus nya kamu ngaca!, yang naik ke ranjang suami ku itu siapa?" bentak Annisa, membuat orang yang melihat kejadian itu berbisik-bisik.


Yasmin sedikit malu dan mengedarkan pandangannya pada orang-orang yang tampak membicarakan nya.


"Kenapa, nggak bisa jawab hah !! " bentak nya lagi, membuat Yasmin terkesiap.


"Jangan merasa karena aku diam itu kamu bisa lebih seenaknya kepadaku" tegas Annisa.


"Sekali lagi kamu menghina ku dan anakku, aku nggak akan segan buat lebih kasar sama kamu!" peringat Annisa, dan berlalu meninggalkan Yasmin yang tampak mengambil nafas panjang yang sempat kehabisan karena di cengkram kuat oleh Annisa


"Si*l, niat nya mau membuat malu dia malah aku yang jadi malu, nggak nyangka dia bisa berlaku seperti ini, aku kira dia akan diam saja seperti biasanya" batin Yasmin geram.


"Wah ,,,,ada kemajuan tuh, gitu dong sesekali di lawan jangan Diam saja, kalau begini kan dia nya juga nggak semena-mena lagi sama kamu" ujar Vita saat sudah menjauh dari tempat itu.


"Lagian aku kesel banget, bawa-bawa nama anak ku" saut Annisa.


"Aarrgghh,,,, Aku udah kaya preman banget nggak sih Vit, tadi " kata Annisa mengusak jilbab nya membuat nya sedikit berantakan.


"Enggak lah, dia memang harus di gitu in" tukas Vita.


"Aaahhh sudah lah kita ke yang lain saja, untung nya sudah belanja, tinggal susu doang yang ketinggalan, nanti di jalan ajah lah beli nya" katanya sambil pergi.


Vita tertawa saja mengingat perlakuan sang teman pada sang mantan yang menurut nya sebuah keajaiban, karena sang teman yang satu ini, tidak pernah sekalipun terlibat dalam hal seperti ini


💢💢💢💢


Asyifa terlihat muram karena dirinya nya lah satu-satunya perempuan di antara The Male Gang.


Andai saja dia di temani sama Bunda dan Tante nya, mungkin tidak seperti ini,berasa tuan putri yang di kawal oleh bodyguard nya.


Sekarang bukan The Male Gang inti saja yang di sekeliling nya tapi ada juga orang yang kata nya Ayah dan Adiknya.


Ingin sekali dia berlari mencari dimana Bundanya, tapi apalah daya dia yang di apit oleh dua pria, yang satu Ayah kandung nya dan yang satu Ayah 'masa depan nya' "


Aditya ikut bergabung dengan mereka, dia sudah berdamai dengan Zidan tapi tidak dengan Asyifa, bisa di bilang belum.


Sesungguh nya Zidan tidak mau begitu saja menerima Aditya, tapi karena di rasa Aditya tidak begitu bersalah, hanya saja dia terlalu bodoh saja waktu dulu.


Selama pengamatan Zidan, dia adalah orang yang baik.


Atas dasar itu lah dia mau menerima kehadiran Aditya di tengah-tengah Asyifa, dengan catatan tidak melukai dan memaksa nya.


Tentang Annisa?, cukup dia saja yang menentukan. Dia tidak berhak untuk ikut campur dalam urusan mereka.


"Sedang apa kamu disini?" tanya Annisa ketus pada Aditya setelah sampai di gerombolan The Male Gang.


Mereka berada di salah satu tempat makan di mall itu, Annisa sebelum nya sudah di kabari, jadi dia langsung saja ke tempat makan itu.


Asyifa yang melihat Bunda nya, seperti mendapat angin sejuk, dia langsung saja berhambur memeluk Annisa.


"Eh Annisa, lama nggak ketemu" sapa Aditya tersenyum.


"Kata siapa lama, baru dua Minggu yang lalu kita ketemu, jangan dekat-dekat sama Asyifa, jangan harap kamu bisa ambil Asyifa dari aku" kata Annisa tak ramah.


"Aku nggak berniat mengambil Asyifa dari kamu, tapi please izinkan aku untuk bisa menemui Asyifa Nis" mohon Aditya.


Zidan yang melihat perdebatan antara mereka menyela.


"Hei, hei ayolah,,,,ini di tempat umum, tempat makan pula, bisa kan kalian menunda untuk tidak berdebat di sini?" intrupsi Zidan.


Annisa membuang muka, dan setelah itu Annisa berpindah tempat mencari kursi yang lain untuk dirinya, Vita, dan Asyifa.


Dari arah pintu datang lah Yasmin dengan tentengan di tangannya.


"Huh...biang kerok dateng" lirih Vita melirik ke arah pintu.


Annisa menengok dan mendapati orang yang sama.


"Sayang..ayo kita pulang, sudah sore aku sudah kegerahan nih" manja Yasmin menggelayuti lengan Aditya.


"Idih segitu nya " ucap Vita tak suka.


Annisa hanya diam tak peduli, dia tahu kalau Yasmin sengaja melakukan itu, lagi pula dia sudah tidak peduli dengan urusan mereka.


"Bunda ayo kita pulang, Syifa sudah capek" rengek Syifa yang sudah bosan karena sudah seharian di Mall itu.


"Baiklah kita pulang sekarang" ucap Annisa dan beranjak dari duduknya di barengi dengan yang lainnya.


"Kakak, Bian mau ikut.." rengek Bian.


JANGAN LUPA UNTUK KLIK LIKE DAN COMMENT YAH MAN-TEMAN 😊 VOTE NYA JUGA JANGAN LUPA OCEH 😁


HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗