Single Parent

Single Parent
24.



" Kita sudah sampai" kata Zidan setelah berhenti di depan kedai es krim.


"Yes, Makasih Ayah" girang Syifa.


Zidan terpaku sejenak, dia menoleh ke arah Syifa dan tersenyum bahagia, Syifa pun melakukan hal yang sama.


"Syifa sudah tidak marah lagi sama Ayah?" tanya Zidan.


Syifa menggeleng dan tersenyum.


"Maafkan Syifa yah Yah, kemaren Syifa marah-marah sama Ayah, tapi semalem Bunda sudah kasih tau Syifa kalau Ayah nggak sengaja" ucap Syifa sedih.


"Enggak apa-apa sayang, Ayah ngerti kok kalau saat itu Syifa lagi syok, maafin Ayah juga yah. Ayah seharusnya tidak merahasiakan hal seperti itu, karena Kamu berhak tahu" tutur Zidan menyesal.


"Enggak, Ayah nggak salah malah Syifa mau berterima kasih soalnya Ayah yang nolongin Bunda" Syifa mulai berkaca-kaca.


"Hei.. cantik jangan menangis nak, sudah yah jangan nangis Syifa nggak salah kok, nggak ada yang salah oke" Zidan menenangkan.


Syifa menangis sesenggukan.


"Sudah yah, jadi makan es krim nggak nih?" tanya Zidan.


" Mau!?" jawab Syifa cepat, dan segera menghapus air matanya membuat Zidan terkekeh.


"Oke, kita sekarang turun" ucap Zidan dan Syifa mengangguk.


💢💢💢💢


Mereka duduk di salah satu kursi di dalam kedai itu dan memesan es krim peket komplit.


"Syifa tunggu dulu yah, Ayah mau ke toilet dulu, jangan ke mana-mana" peringat Zidan.


"Iya Ayah" jawab Syifa dengan mulut yang penuh es krim.


Zidan melangkah ke kamar kecil, untuk menuntaskan hajat nya.


Syifa memakan es krim nya dengan senang, tapi ada seseorang yang datang menghampiri nya.


"Hallo Syifa?" sapa nya.


Syifa merasa takut karena bertemu dengan orang itu, dia duduk dengan gelisah, Syifa beranjak dari tempat duduknya tapi orang itu memeluk Syifa dan sesaat kemudian Syifa tak sadarkan diri.


Zidan berjalan dengan terburu-buru, saking terburu nya dia menabrak seseorang dan minuman yang di pegang oleh orang itu tumpah mengenai jaketnya.


"Maaf tuan saya tidak sengaja, maaf kan saya" ucap orang itu.


"Enggak apa-apa mba saya juga salah, maaf" ucap Zidan dan berlalu ke wastafel untuk membersihkan bekas minuman yang tumpah.


"Aduh, sudah terlalu lama aku ninggalin Syifa sendiri" gumam Zidan sembari membersihkan.


Setelah selesai dengan urusan nya, dia kembali ke meja Asyifa, dia tidak menyadari ketidakadaan nya Asyifa, dia menunduk sembari membersihkan dengan sapu tangan nya.


"Maaf..kan..Ay..yah" ucap Zidan dan mendongak, mata Zidan terbelalak melihat Asyifa yang tak ada pada tempat nya.


"Syi..Syifa?!,. Syifa!! " panggil Zidan.


"Mas, lihat anak kecil di sini nggak yang bareng sama saya tadi?" tanya Zidan pada pengunjung lainnya.


"Maaf Mas nggak lihat" jawab nya.


"Ya Allah nak, kamu dimana?" frustasi Zidan.


"Maaf Mas, kan di sini di lengkapi fasilitas CCTV, kenapa nggak liat monitor CCTV" saran pengunjung yang tadi.


"Oh yah makasih Mas" ucap Zidan dan berlalu ke meja karyawan untuk menanyakan rekaman CCTV.


Setelah mendapat izin, dia melihat monitor yang menampilkan tayangan Syifa dengan orang asing, sial nya muka orang asing itu tak jelas karena tertutup topi.


Zidan menggeram, ini sudah di katagorikan penculikan, dia menyalahkan dirinya karena teledor menjaga Asyifa. Dia bingung harus mengatakan apa pada Annisa.


" Ya Allah bagaimana ini" gumamnya.


"Hallo...cari anakku sampai dapat, nanti saya kirim fotonya,dan juga periksa semua CCTV yang berada di sekitar kedai es krim X" final Zidan.


💢💢💢💢


Zidan sudah mencari ke segala arah yang mungkin di lewati atau pun segala informasi yang mengenai hilangnya Syifa.


Dia merasa frustasi harus cari dimana lagi 'calon anaknya' itu.


"Ya Allah, Syifa kamu di mana sih nak" Zidan menundukan wajah nya di setir mobil.


Panggilan dari ponsel nya membuat dia terlonjak kaget.


"Vita..?" gumam Zidan setelah melihat nama di ponsel nya.


"Iya Vit?" tanya Zidan setelah mendekatkan benda pipih itu di telinga nya.


"Kamu di mana Zid?, kenapa lama banget? ini sudah hampir Maghrib loh, Annisa nyariin Syifa" tanya Vita.


Kata-kata Vita membuat Zidan menegang, membuat dia bisu tak dapat menjawab pertanyaan Vita.


"Zid, Zidan kamu dengar nggak sih diem ajah" marah Vita membuyarkan lamunan nya.


"Eeh... Vit, ada yang ingin aku omongin sama kamu, tolong kamu jauh dari Annisa yah" pinta Zidan.


"*Su*dah, kamu mau ngomong apa" tanya Vita.


"Vit, Asyifa ada yang nyulik Vit, aku sudah nyari tapi belum ketemu" frustasi Zidan.


"Apa?, kamu jangan bercanda ya Zid, bagaimana bisa Asyifa di culik! " marah Vita.


"Aku nggak bercanda Vita" kesal Zidan.


"Udah pokoknya kamu kesini dulu kita bicarakan solusi nya" final Vita.


Setelah panggilan itu Vita kembali ke ruangan Annisa.Tapi dia melihat Annisa menangis dengan sesegukan,Vita jadi panik, apa dia mendengar percakapan nya dengan Zidan.


"Nis,?"


"Apa benar yang kamu bilang tadi?" tanya Annisa dengan pipi yang penuh dengan air mata.


" Nis, dengerin aku dulu, Zidan..." kata-kata Vita terpotong.


"Jawab aku Vita!!" bentak Annisa, Vita terlonjak kaget karena baru kali ini Annisa membentak nya.


"Nis" panggil Vita, dia memeluk Annisa mencoba menenangkan.


"Sabar Nis, sabar istighfar Nis" bujuk Vita.


" Lepasin aku, aku mau mencari Syifa, lepasin aku Vita lepasin!!. Syifa pasti ketakutan" Raung Annisa.Vita begitu pilu mendengar tangisan Annisa dan dia ikut menangis.


Zidan yang baru datang melihat Annisa meraung seperti itu jadi ikut sakit juga.


Dia melangkah kedalam dan mendapat cacian dari Annisa.


"Kamu, kamu kemana kan anak saya!!" Raung Annisa menunjuk ke Zidan.


"Nis, maafkan aku...Aku.." ucapan Zidan terpotong.


"Gara-gara kamu, gara-gara kamu mengajaknya, dia jadi di culik!, kembali kan anakku! kembalikan!!" bentak Annisa.


Annisa mencoba berontak, tapi lama kelamaan tubuh nya semakin lemah. Dia jatuh pingsan, karena kondisi yang lemah membuat dia tumbang.


Mereka panik, Zidan segera memanggil Dokter.


" Nis,Nisa...Nis bangun Nis" Ucap Vita sembari menepuk pipi Annisa.


Jangan lupa untuk klik like dan comment yah man-teman terima kasih 😊 vote nya juga jangan lupa 🤗.