
Annisa merebahkan tubuhnya di atas sofa, setelah perdebatan yang cukup menguras kesabaran karena ' anak tiri ' nya, yang tidak mau di tinggal sama Asyifa, dan Asyifa yang tidak mau di ikuti oleh Adiknya.
Hufftt... kejadian itu benar-benar membuat orang akan menilai nya sebagai orang jahat.
Kalau di ingat lagi, dia juga merasa lucu, kenapa si Yasmin itu punya anak selucu Bian, haha ... Annisa jadi ingin tertawa saja.
🕳️🕳️🕳️🕳️
"Kakak, Bian ikut..." rengek Bian menggelayuti tangan Asyifa.
Asyifa yang mendapati tangan Bian yang bertengger manis di lengannya, hanya menatap tak berekspresi.
Membuat Aditya meringis melihat sikap dingin putri nya. Vita menahan tawanya, jahat kalau dia tertawa, tapi jika tak tertawa situasi ini cukup lucu untuk nya.
Entah lah apapun yang berhubungan dengan keluarga mereka yang tidak di anggap oleh Annisa dan Asyifa itu sungguh membuat hatinya senang.
Mungkin saja karena dia yang tahu kehidupan Annisa dan keluarga nya, dan mereka tidak pernah bertindak apapun, tapi melihat hal ini Asyifa yang begitu mengabaikan Bian itu sesuatu yang bisa menyakiti perasaan Aditya.
Aditya yang melihat itu menjadi kasihan, dan dengan telaten dia membujuk putra nya supaya tidak mengikuti Asyifa.
Zidan melihat situasi ini hanya bisa diam saja, dia tidak melakukan apapun karena semua keputusan ada pada Asyifa.
Keputusan Asyifa tidak bisa di ganggu gugat meskipun Bian menangis sesenggukan pun dia tetap tak bergeming, tatapan nya sama.
"Sudah lah Bian nggak usah ngikutin dia, ngapain sih ngikut-ngikut sudah sama Mama saja, nggak ada guna nya juga" saut Yasmin, membuat Aditya geram.
"Udah kamu diam saja kenapa sih?!" sewot Aditya.
Yasmin seketika diam dan mengerucutkan bibirnya.
Annisa yang melihat itu pun melerai dengan menggandeng Asyifa pergi dari tempat itu.
Tapi Bian tetap saja memegangi tangan nya.
"Lepasin dong, kamu kan punya rumah, sana pulang ke rumah kamu saja jangan ikut aku" ketus Asyifa.
Dimana rasa kasihan sewaktu adiknya di bully hilang sudah, dia kembali menjadi Asyifa yang dingin.
"Enggak mau, hiks...hiks... nggak mau ikut Mama, mau ikut Kakak ajah, huhuhu" ucap Bian sesegukan.
"Enggak mau" ucap Syifa melepaskan diri dari Bian.
Dia berlari dan menyembunyikan diri di balik punggung Zidan yang sudah ada dekat pintu keluar.
Bian yang melihat itu jadi berlari mengikuti kakaknya, jadi lah mereka kejar-kejaran memutari tubuh Zidan.
Mereka yang melihat tingkah dua bocah itu hanya terkekeh geli, tapi tidak dengan Yasmin, yang melihat nya dengan sinis.
"Sayang, kita pulang yah nanti main lagi sama Kakak, kan Bian belum mandi jadi mandi dulu, kayaknya Kakak nggak mau main sama Bian karena belum mandi deh, coba Ayah cium..eemmm asem, ayo kita pulang dulu baru nanti kapan-kapan main lagi oke?" ucap Aditya memberikan pengertian pada putranya.
Bian sejenak diam seperti berfikir dan kemudian dia mengangguk.
Annisa melihat perlakuan Aditya pada putra nya itu sedikit membuat dia iri, huh... dia capek untuk berandai-andai, yang akan membuat luka lama terbuka kembali.
Setelah Bian mau di bujuk, baru lah mereka kembali ke rumah masing-masing.
🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️
💢💢💢💢
"Bunda...bangun, Bunda nggak pindah ke kamar?" kata Asyifa berbisik menggoyangkan lengan Annisa.
"Eemm...Bunda ngantuk Syifa Bunda tidur disini saja lah" ucapnya dengan mata masih terpejam.
"Yakin Bunda mau tidur di sini?, ada Ayah Zidan loh" bisik Asyifa di telinga Annisa.
Seketika dia langsung duduk dan celingukan mencari sosok Zidan, tapi suara tawa Asyifa membuat geram Annisa.
"Haha... Bunda ketipu..hahaha,.." gelak Syifa dan berlari.
Annisa yang merasa tertipu itu langsung mengejar Syifa.
Dia menangkap dan menggelitik Syifa.
"Bunda..ampun.. nggak lagi..." ucap Syifa masih dengan tertawa nya.
"Makanya jangan suka ngerjain Bunda yah" omel Annisa masih menggelitiki.
" Bunda nggak bisa di bohongi lagi yah" seru Annisa.
"Ayah tolong Yah..." rengek Asyifa.
" Enggak mungkin dia di si...ni...." ucap Annisa terbata, dia kaget melihat Zidan sudah ada di ambang pintu.
"Ma..mau apa kamu datang kesini?" tanya Annisa gugup.
Asyifa sudah berlari menghampiri Zidan, dan menjulurkan lidahnya meledek.
"Maaf tadi aku denger Syifa teriak jadi aku langsung masuk" jawab Zidan.
"O..Oohh iya enggak apa-apa, ada apa?" tanya Annisa.
"Aku mau ngambil pesanan kakak aku, tadi kata Vita ke bawa belanjaan nya kamu" jawab Zidan.
"Pesanan apa yah?" tanya nya.
" Asinan Bogor Nis, ada nggak?" tanya Zidan.
"Oh asinan, iya bentar aku ambilkan dulu " ingat Annisa dan berlalu ke dapur.
"Tadi kenapa kok teriak-teriak" tanya Zidan setelah Annisa tak tampak.
"Oh enggak ada apa-apa kok Yah" jawab Asyifa nyengir, dan Zidan hanya mengangguk dan tersenyum.
"Nih Zid, maaf yah ke bawa" kata Annisa menyodorkan plastik berisi asinan.
"Oke, makasih yah" jawab Zidan.
Zidan melangkah keluar, Annisa dan Asyifa mengantar ke depan, dan tak lama datang lah sebuah mobil dengan kencang memasuki halaman rumah Annisa.
Pengemudi itu keluar, Annisa yang melihat siapa itu memutar bola matanya jengah.
" Heh Annisa!!" seru nya
"Ada apa?" tanya Annisa santai.
"Kamu, gara-gara kamu Mama aku masuk penjara!" bentak Yasmin.
Annisa mengernyitkan dahi nya tak paham.
"Maksud kamu apa?" tanya Annisa heran.
"Dasar wanita tak tahu diri!" Yasmin marah dan hendak mencakar wajah Annisa.
Zidan memegang tangan Yasmin mencegah dia melangkah.
"Saya yang menjebloskan beliau ke penjara"
kata Zidan santai.
"Apa?, kamu? ada masalah apa kamu sama Mama saya?!" tanya Yasmin kaget.
"Karena dia mencelakai Annisa, dan membuat Annisa di rawat di Rumah Sakit untuk waktu yang cukup lama, apa alasan ini sudah cukup"
jawab Zidan sedikit meninggikan suaranya.
Jawaban Zidan membuat Annisa kaget, begitu pun dengan Yasmin.
"Kamu pasti salah, Mama saya tidak akan melakukan hal itu, dia orang yang baik" jawab Yasmin marah.
" Beliau memang orang yang baik, bahkan dia rela di penjara demi supaya saya tidak menghancurkan karir anda" jawab Zidan.
Yasmin terdiam, dia tidak menyangka Mamanya yang begitu baik menjadi brutal seperti dirinya.
Sekarang Mama nya harus mendekam di penjara dengan waktu yang lama.
Dia berbalik dengan pandangan kosong, Mama nya orang yang dia sayang dan pelindung nya harus mendekam di penjara di hari tua nya.
JANGAN LUPA UNTUK KLIK LIKE DAN COMMENT YAH MAN-TEMAN 😊 VOTE NYA JUGA JANGAN LUPA OCEH 😁
YANG PUNYA POIN BANYAK BAGI-BAGI 🤗
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗