
YUK LANJUT YUK ....YUHUU....😅
Annisa membuka gorden kamar putri nya, terlihat sang putri mengerjapkan mata karena silau yang terpancar dari kaca jendela kamar.
"Pagi putri cantik nya Bunda?" sapa Annisa pada putrinya.
"Pagi Bun" sapa balik Asyifa, dia beranjak bangun meski masih dengan mata yang sedikit terpejam.
"Minum dulu sayang" ucap Annisa menyodorkan segelas air putih, dan duduk di samping Asyifa.
"Bun, hari ini kita jenguk Bian di Rumah Sakit yah Bun" pinta Asyifa.
Annisa mengangguk mengizinkan.
"Makasih Bunda" ucap Asyifa memeluk Bunda nya sayang.
Dari arah pintu, Zidan masuk sembari membawa nampan berisi makanan untuk putri nya.
"Wah....Ayah nggak di peluk nih?, Ayah cemburu nih"ucap Zidan berpura merajuk.
Asyifa menjulurkan lidahnya meledek, Zidan duduk di samping Asyifa.
" Ayah cemburu karena Bunda meluk Aku, apa karena Bunda nggak meluk Ayah?" tanya Asyifa bernada menggoda.
" Emm... sebenernya sih, cemburu karena Bunda nggak meluk Ayah, tapi Ayah juga takut kalau Bunda cubit Ayah kalau maksa peluk Bunda, Syifa bantuin Ayah dong" ucap Zidan memelas.
Dan itu mendapat pelototan dari sang istri, membuat Zidan meringis ngeri, Asyifa sudah tertawa meski kecil, karena sakit di bagian leher nya.
" Oh yah Yah, nanti temenin kita ke Rumah Sakit yah, jenguk Bian" pinta Asyifa.
"Iya, nanti kita pergi sama-sama, Oma sama Opa juga mau ke sana, Tante Vita dan yang lain juga" jawab Zidan tersenyum.
"Beneran Yah, asikkkk yes!!" riang Asyifa.
"Ya sudah, sekarang kamu makan, terus di lap sama Bunda, Ayah mau ke depan dulu" ucap Zidan sambil berdiri, Asyifa mengangguk semangat.
💢💢💢💢
Zidan menutup pintu kamar Asyifa. Dia mengeluarkan ponsel nya dan terlihat menelpon seseorang.
"Bagaimana?" tanya nya.
"Saya nggak mau tau, pokoknya dia harus menerima akibatnya, karena yang dia lakukan sudah sangat keterlaluan!" perintah Zidan pada orang di seberang sana.
Setelah menelpon dia pergi ke dapur.
Pemandangan di dapur membuat ngilu yang melihat.
"Ya ampun, masih pagi bumil, sudah ada rencana rujakan ajah" saut Zidan
Dia duduk di meja makan bersama para suami mereka.
"Biarin ajah sih, baru rencana ini" saut Naura.
"Heleh, detik ini rencana, detik berikutnya juga terlaksana" ledek Zidan.
"Hehehe, tau ajah kamu Zid" saut Salsa yang sudah menelan ludah kepengen.
"Ingat ya kak, kamu itu punya riwayat maag, jangan asal makan"
"Iya bawel" saut Salsa kesel.
"Kamu perhatian banget sama Kakak mu Zid, suami nya ajah nggak se perhatian itu" ledek Naura.
"Eits, aku perhatian ya dek, cuma Kakak kamu ajah tuh yang keras kepala, kalau di larang aku nya di suruh tidur di luar" jawab Daddy Reyyan dengan memelas kan kata kata terakhir nya.
Hal itu mendapatkan pelototan dari sang istri, yang membuat diri nya meringis ngeri, mereka yang melihat sontak saja tertawa.
"Hahaha, jadi nih tidur di luar" ledek Zidan membuat semua nambah terpingkal.
"Nggak jauh beda sama kamu kali Zid" jawab Daddy Reyyan.
Zidan seketika menghentikan tawa nya, di ikuti semua nya dan ekspresi Zidan sedikit menyendu.
Salsa melototi suami nya kesal.
"Maaf Zid, nggak bermaksud" jelas Daddy Reyyan.
"nggak apa-apa kok Kak, santai ajah nanti belum saatnya" potong Zidan.
"Ya udah aku ke depan dulu yah, mau nyuci motor dulu" ucap Zidan tersenyum meski dengan terpaksa.
"Kamu sih!" kesal Salsa sembari memukul lengan suami nya gemas.
"Maaf Yang, nggak sengaja bener deh" ucap Daddy Reyyan menyesal.
Tanpa mereka tahu, ada seseorang yang melihat dan mendengar interaksi mereka, dia melihat suaminya melangkah ke luar rumah, setelah merasa tak terlihat, dia membuang nafas panjang guna menetralkan ekspresi nya.
Dia berjalan mendekati dapur. Salsa yang melihat Annisa mendekat mulai menyapa untuk memberi kode pada yang lain untuk menghentikan perdebatan mereka.
Annisa hanya tersenyum ramah, dia berjalan mendekati wastafel untuk mencuci bekas makan Asyifa.
"Lagi pada apa?" tanya Annisa tersenyum pura-pura tidak tahu.
"Oh..ini lagi mau bikin rujak kita, ayo gabung, biar nambah seru" jawab Naura gugup.
"Boleh, sini aku bantu kupasin" tawar Annisa.
💢💢💢💢
Sore telah tiba, keluarga Zidan sudah siap untuk pergi ke Rumah Sakit menjenguk Bian.
"Sudah siap semua?" tanya Zidan.
"Sudah" jawab serempak mereka.
Mereka pun berangkat ke Rumah Sakit dengan menggunakan dua mobil.
💢💢💢💢
Mereka sampai di Rumah Sakit dan Asyifa sudah tidak sabar menemui Bian hingga dia hampir saja terjatuh karena berlari.
Annisa hanya menggeleng kan kepala nya saja melihat putri nya yang tak sabar begitu.
Zidan merangkul pundak istri nya secara tiba-tiba, membuat sang istri kaget hingga menoleh pada orang yang merangkul nya.
Zidan tersenyum dia membisikkan sesuatu yang membuat Annisa bersemu merah.
Vita yang melihat nya selalu saja ingin meledek.
"Cia elah, manten baru mesra-mesraan ajah, ini depan umum yah" ledek Vita.
"Nggak apa-apa dong udah halal ini, ngiri yah nggak di rangkul begini sama suami kamu" ledek Zidan balik dan menaik turunkan alisnya.
"Huh... ngeselin" ucap Vita berjalan cepat mendahului mereka.
Annisa terkekeh geli melihat kelakuan anak buah nya sekaligus temannya itu.
Asyifa sampai lebih dulu di kamar rawat Bian, dia bahkan sampai tak mengetuk pintu dan memberi salam.
Bian yang melihat Kakak nya datang begitu bahagia hingga dia akan bangkit dari baring nya.
"Kakak.." seru Bian senang.
"Bian... gimana masih sakit nggak?" tanya Asyifa ngilu melihat perban yang membalut bahu adik laki-laki nya itu.
"Enggak dong, kan Bian jagoan,kata Ayah jagoan nggak boleh cengeng" kata Bian polos.
sejurus kemudian rombongan Annisa datang.
"Assalamualaikum" sapa mereka kompak.
"Wa'alaikumusalam" jawab yang di dalam.
"Ya Allah, Annisa" sambut Ibu Aditya, dia menghampiri Annisa dan langsung memeluk nya.
Annisa membalas pelukan mantan mertua nya itu meski dengan kaku, sudah lama sekali mereka tidak bertemu satu sama lain membuat suasana menjadi canggung rasanya.
Orang tua Aditya di Australia, tepat nya Ayah dari Aditya orang asli Australia dan Ibu nya orang Indonesia, dia ikut bersama suami nya itu dan menetap di sana, Aditya sering berkunjung ke Indonesia guna menengok Oma nya, dan dari situ lah Aditya bisa bertemu dengan Annisa dan sampai menikah.
Annisa menutup segala akses yang berhubungan dengan Aditya sehingga orang tua Aditya tidak menemukan dimana Annisa berada, tapi ntah mengapa Aditya menemukan persembunyian mereka.
Setelah bertukar sapa dan saling mengenal satu sama lain, keluarga Zidan berpamitan untuk pulang, tapi tidak dengan Asyifa, Annisa dan Zidan.
Mereka menemani Bian yang merengek untuk tidak di tinggal Kakak nya.
"Sekarang Bian tidur, biar cepet sembuh, nanti kalau sembuh boleh main lagi sama Kakak yah" ucap Annisa yang di angguki Bian.
Karena sekarang sudah waktunya Bian untuk tidur. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Setelah Bian tertidur pulas, Annisa dan lainnya berpamitan pulang.
Saat di mobil Asyifa tidak berhenti berceloteh, bahkan kata-kata Asyifa membuat Zidan dan Annisa malu dan juga geram.
"Bun, hari ini Syifa tidur sendiri ajah yah, Bunda tidur sama Ayah ajah, terus Syifa mau minta adik yang lucu kaya Bian" tutur Asyifa polos, tanpa tau apa yang di bicarakan nya.
Seketika Annisa dan Zidan terdiam.
"Syifa, siapa yang ngajarin kamu bicara seperti itu?" tanya Annisa.
"Tante Vita Bun, dia suruh aku bilang begitu sama Bunda" akunya polos.
Zidan menahan tawa nya yang ingin meledak, Annisa bungkam dengan kepalan tangan, seakan ingin meremas mulut Vita itu.
JANGAN LUPA LIKE COMMENT DAN VOTE NYA OCEH🤗.