
Setelah pembicaraan panjang Annisa dan Vita , akhirnya mereka keluar menemui Zidan dan menceritakan apa yang ingin di sampaikan, meskipun awalnya Annisa tak menyetujui saran dari Vita,pada akhirnya dia menyetujui, karena ada nya Vita di rumah itu dia merasa sedikit tenang.
"Jadi bagaimana tuan?" tanya Annisa ragu-ragu.
Zidan tersenyum lalu mengangguk
"Jadi kapan mau berangkat?" tanya Zidan.
" Niat nya hari ini,nanti saya akan mengemas keperluan Asyifa dan menjemput dia, setelah itu baru saya akan berangkat" jelas Annisa.
"Oke, tapi boleh aku minta sesuatu dari kamu?" tanya Zidan.
"A,..apa?" tanya Annisa gugup.
"Jangan panggil aku tuan dong,kan aku belum jadi bapak-bapak, panggil Zidan ajah atau Zid kaya Vita biar lebih enak" pinta Zidan.
Vita yang sedari tadi diam menahan tawa, melihat Annisa gugup.
"Mas Zidan juga gapapa" ledek Vita membuat Annisa sedikit merona,Zidan hanya tersenyum melihat pipi Annisa merona.
" Jadi?" tanya Zidan.
" Ok tuan..emm maksud saya Zidan" jawab Annisa malu,dan Vita tertawa.
💢💢💢💢💢💢
Sore harinya Annisa menjemput Asyifa dengan Zidan, meskipun sudah di tawarkan untuk berangkat bersama dalam satu mobil, tapi Annisa tetap menolak karena status nya yang bukan siapa-siapa membuat nya bersikeras menolak ajakan Zidan.
Mereka memarkirkan mobil mereka bersebelahan dan turun dari mobil.
"Asyifa, hari ini Bunda akan ke Bali untuk menengok Restoran Bunda yang di sana, nanti Syifa sama Tante Vita yah" ucap Annisa Kepada Putri nya.
"Memang nya nenek kemana Bun?"tanya Syifa.
"Nenek ke rumah paman sayang,soalnya paman lagi ada di rumah sakit,jadi nenek harus menemani paman di sana" jelas Annisa.
"Oh...ya udah nanti aku sama Tante Vita" ucap Syifa.
"Tapi nanti Syifa nginep nya di rumah nya Reyyan yah soalnya Tante Vita sama Revan juga di sana" kata Annisa.
"Wah jadi Asyifa mau nginep di rumah aku Tante?" sela Reyyan sumringah, Annisa mengangguk.
" Benar Om, Syifa bakalan nginep di rumah kita?"tanya Reyyan pada Zidan.
"Iya,nanti sama Revan juga" Zidan mengiyakan.
"Yes,jadi rame dong rumah nya" girang Reyyan.
"Ok sekarang Kita pulang yah, soalnya Bunda nya Syifa mau ke bandara" ucap Zidan dan mereka mengiyakan.
💢💢💢💢💢
Sampai lah mereka di bandara, mereka sampai 2 jam sebelum keberangkatan,
"Kamu jangan nakal ya sayang, jangan buat orang kerepotan,oke" nasihat Annisa.
"Iya Bunda" jawab Asyifa singkat.
"Tante jangan khawatir, Reyyan akan jaga Asyifa,jadi Tante bisa kerja dengan tenang" Reyyan menjawab
"Iya kamu ga usah khawatir, Asyifa aman sama aku" Zidan menimpali.
" Terima kasih, maaf ngrepotin tuan, maksud ku Zi..Zidan" jawab Annisa tersenyum kaku.
Setelah pamit,Annisa pun membalikkan badannya dan masuk untuk prosedur penerbangan.
"Jangan sedih,nanti Om bawa beli es krim kesukaan kamu,mau?" ucap Zidan
"Syifa ga sedih kok Om, Syifa biasa di tinggal juga,sudah biasa" jawab Asyifa sambil mengangkat bahu nya dan berjalan mendahului mereka
Reyyan mengejar Syifa dan Zidan hanya melongo, di balik sifat nya yang pendiam,ada juga sifat yang seperti ini
💢💢💢💢💢
Setelah mereka makan es krim, mereka pun pulang,tapi sebelum nya menjemput Revan terlebih dahulu, karena Vita akan pulang terlambat sebab Annisa yang sedang pergi ke Bali.
"Assalamualaikum" ucap mereka serempak
Mama Risma sudah di beri tau bahwa Asyifa akan menginap di rumahnya,ada kebahagiaan tersendiri untuk nya, mungkin karena Asyifa anak perempuan.
"Malem Oma" sapa Asyifa lembut.
"Malem sayang,ayo sini Oma sudah masakin special untuk Asyifa" ucap Oma bahagia.
"Yah Oma,aku ga di tawarin,cuma Asyifa doang nih?"rajuk Reyyan.
"Hehehe..aduh cucu kesayangan Oma,bisa cemburu juga ternyata".
"Ayolah kita makan bersama" ajak Oma merangkul kedua anak itu.
Zidan tersenyum melihat antusias sang Mama pada 'calon anaknya'
"Aku rasa benar-benar lampu hijau nih" Zidan tersenyum bahagia.
"Kayak nya seneng banget nih" ucap Salsa yang datang dari belakang Zidan.
Zidan menoleh dan mendapati kakak nya yang sedang turun dari tangga.
"Hehehe iya dong,udah dapet lampu hijau nih tinggal laju ajah biar cepet sampe" ucap Zidan dengan cengirannya.
"Emang nya naik motor"ucap Salsa meraup wajah Zidan gemas
" Elah kak, kebiasaan deh suka nya ngacak-ngacak muka ku " seru Zidan membuat Salsa terkekeh dan berlalu ke meja makan menyusul tak mempedulikan ocehan Zidan.
💢💢💢💢💢💢
Sesaat mereka makan malam, dari arah kamar keluar sang Papa.
"Wah,wah rame banget kayak nya" sapa Papa bahagia dan ikut bergabung bersama mereka.
" Malam Opa" sapa Asyifa di sela-sela makannya.
"Malam" sapa balik Opa tersenyum ramah
"Kayaknya sudah maju pesat nih, sampai calon cucu Opa nyampe sini" ledek Papa Zidan, membuat yang di ledek tersedak.
"In sha Allah Pah, doain yah" ucap Zidan bahagia.
Bahagia karena di rumah itu semua nya mendukung akan niat baik nya.
"Emang siapa yang calon cucu Opa?"tanya Asyifa polos membuat orang dewasa yang mengerti tertawa, Asyifa tidak peduli dengan apa yang di maksud mereka dia hanya melanjutkan makan malam nya.
💢💢💢💢💢
Setelah makan malam, mereka melanjutkan perbincangan mereka di ruang keluarga,
suara tawa,ledekan dan rengekan terdengar begitu riuh,tapi tidak membuat mereka pusing,malah bahagia karena keributan itu.
Dari arah pintu masuk terlihat Vita memasuki ruangan
"Wah..wah kayaknya rame banget nih,aku dapat tempat nggak nih" seru Vita menyela perbincangan hangat mereka,Revan yang melihat Ibu nya datang langsung turun dari sofa dan menghampiri Ibu nya.
Vita tersenyum tulus pada anaknya, menggandeng nya untuk duduk kembali.
"Jadi ada cerita apa nih" tanya Vita setelah duduk bergabung.
"Enggak, hanya hal yang biasa,oh ya Vit makasih yah udah nyaranin Asyifa tinggal di sini" kata Zidan sumringah.
"Iya sama-sama lagi pula aku setuju banget kok kalau kamu jadi sama dia" jawab Vita.
"Om Zidan suka sama Bunda aku yah"tanya Syifa mulai mengerti apa yang di bicarakan
"Emm ...Syifa, kalau Om Zid jadi ayah kamu,kamu mau nggak?" tanya Zidan lembut.
"Emang Bunda suka sama Om Zid?" tanya Asyifa, yang membuat Vita menahan tawa.
" Om Zid belum tau sih,tapi kalau Om Zid berusaha meyakinkan Bundanya Syifa boleh nggak" tanya Zidan takut-takut.
"Kalau Syifa suka sama Om Zid,tapi kalau Om Zid mau jadi ayah Syifa,Syifa mau tapi jangan sampai buat Bunda nangis" jelas Syifa.
"Syifa nggak mau Bunda nangis lagi, Bunda sudah sangat sering nangis kalau Syifa tanya tentang ayah" lanjut nya yang membuat suasana menjadi sendu.
Jangan lupa untuk klik like dan comment yah man-teman 😊.