Single Parent

Single Parent
51.



HAPPY READING MAN-TEMAN 😊


Hari yang sibuk untuk Annisa, karena hari ini acara empat bulanan sang kakak lebih tepat nya kembaran dari sang suami, dia sedari pagi sangat sibuk, bukan untuk mendapat pujian ataupun apapun, tapi memang Annisa sangat suka dengan acara seperti ini.


Dia pernah punya mimpi untuk menjadi seorang EO, tapi kenyataan nya malah dia terjun di bidang Restoran, meski pun tidak seperti yang dia impikan namun tetap saja dia juga ikut andil dalam catering, masih berkaitan dengan impian nya.


Dan tak jarang juga para pelanggan yang mempercayai nya untuk ikut andil dalam acara yang besar, seperti ulang tahun perusahaan yang di dalam nya terdapat orang-orang penting.


Dan dari situ juga Restoran Annisa menjadi terkenal dan bisa membuka cabang nya, karena kepercayaan mereka terhadap pelayanan dan hidangan yang memuaskan.


"Jangan capek-capek sayang, aku nggak mau kalau kamu sakit" ujar Zidan.


"Enggak kok, aku malah seneng banget bisa bantu kayak gini, bisa sekalian nyalurin hobi" ucap Annisa tersenyum.


"Ya sudah,tapi nanti kalau capek langsung istirahat yah, soalnya nanti malam kamu akan aku buat bergadang " bisik nya dengan kedipan nakal.


Annisa melotot, bisa-bisa nya suami nya itu berbicara mesum seperti itu di saat dia sedang sibuk seperti ini, hampir saja suami mesum nya itu di lempar dengan spatula yang sedang dia pegang kalau saja dia tidak lari dari hadapan nya.


Annisa tertawa kecil. Dia merasa beruntung sekali dengan apa yang Allah karunia kan kepada nya, setelah badai yang panjang, sekarang dia menikmati manis nya. Terkadang dia masih saja tak percaya kalau dia bisa menikah dengan pemuda seperti suami nya itu.


"Bun, nanti Bian mau kesini boleh kan, soalnya Bian kata nya kangen sama aku, terus aku tadi udah bilang sama Ayah katanya boleh,Bunda ngizinin nggak?" izin Asyifa.


"Boleh kok, Bian boleh main sama Syifa" ucap Annisa mengizinkan.


Asyifa begitu senang karena akan ketemu adik tiri nya itu.


Tugas dari memasak di kerjakan oleh kepala koki di Restoran nya. Karena dia ingin yang terbaik untuk acara keluarga besar nya. Tidak mau mengecewakan,dan hal ini juga bisa untuk menjadi menambah pelanggan, lumayan untuk memperluas nama Restoran nya.


Hampir lebih dari tiga jam dia berkutat di dapur membantu kepala koki, Setelah kemarin mendekorasi ruangan yang akan di pakai untuk pengajian sang kakak. Tapi tak membuat diri nya lelah, bahkan dia begitu menikmati.


"Bos, sudah selesai semuanya" ujar koki.


Annisa yang sedang menelepon menoleh, dia mengangguk dan tersenyum, dia berterima kasih dengan menggerakkan bibirnya tanpa suara.


Zidan menghampiri Annisa dan memeluk nya dari belakang membuat istri nya itu terlonjak kaget.


"Lagi ngapain, aku di cuekin mulu, ayo lah Yang, kita duduk santai dulu yuk, kasian kamu nya ntar kecapean" kata Zidan.


Annisa mengangguk dan menerima ajakan suami nya itu.


Mereka duduk di kursi taman belakang, dia duduk dengan kepala di dada suaminya, di sana juga ada Asyifa, Reyyan, Revan,dan juga Bian yang sedang main kejar-kejaran, kebiasaan anak-anak itu selalu saja tidak mau diam dan selalu bermain tak kenal waktu.


Meskipun Asyifa perempuan sendiri tapi mereka tidak membedakan nya.


"Mereka lucu yah Yang, coba ajah kalau kita bisa ngasih adik buat Syifa Yang, pasti lebih meriah" ucap Zidan sembari tidak lepas dari bocah-bocah itu.


Annisa mendongak dan tersenyum,dia memegang rahang suami nya dan mengusap nya pelan, Zidan menunduk dan tersenyum.


"Gimana kalau kita nabung sekarang Yang, biar cepet jadi nya" ujar Zidan, Annisa langsung memukul lengan Zidan yang berada di atas perut nya.


"Mesum banget sih, ini masih siang yah, di sini banyak orang malu kali Yah" kesal Annisa.


"Jadi malem ini dapet dong" ucap nya sumringah.


"Ayah sayang, maaf yah aku rasa kamu harus puasa nyampe besok deh, soalnya aku capek nih" ucap Annisa meregangkan otot-otot leher nya.


"Kamu sih bandel, di bilangin jangan capek-capek juga" kesal Zidan.


"Iya tadi nggak capek, tapi denger kamu bilang begitu langsung capek" ledek Annisa membuat Zidan gemas.


Dia menggelitiki sang istri yang membuat nya kegelian dan tertawa lepas, tapi dia seketika mengehentikan aksi nya karena sang istri yang mengernyitkan keningnya.


"Kamu kenapa Yang?" tanya Zidan khawatir.


"Enggak apa-apa, kayaknya capek ajah" ucap Annisa.


"Kamu beneran capek Yang?, ya udah kamu istirahat ajah yah di kamar nanti aku bilangin yang lain kalau kamu nggak enak badan" kata Zidan dan beranjak berdiri, tapi Annisa menahan nya.


"Aku nggak apa-apa kok Yah, ini cuma lelah ajah nanti juga baik sendiri"


"Enggak, enggak boleh kamu harus istirahat"


"Yah, beneran deh, aku mohon aku nya nggak enak sama keluarga kamu, kan aku yang mengajukan diri buat ngurusin semua,aku nggak mau keluarga kamu khawatir"


"Tapi,.." ucapan Zidan terpotong dengan tatapan mata Annisa yang memohon.


Dia menghembuskan nafas lelah, dia tak bisa lagi melarang bila sudah begini.


"Ya sudah, kamu jangan lakuin apapun hanya melihat saja oke?" peringat Zidan, Annisa hanya bisa mengangguk saja.


💢💢💢💢💢


Acara berlangsung dengan begitu khusuk, mereka para tamu sangat menikmati dengan apa yang di suguhkan tuan rumah, banyak orang yang memuji segala hal dalam acara tersebut membuat Annisa lega dan bahagia dengan respon para tamu.


Annisa menghampiri mertua nya saat di panggil.


"Ini loh, menantu saya yang menyiapkan segala sesuatunya di acara ini, dia juga mendatangkan kepala koki di Restoran nya langsung untuk menghandle hidangan di sini" ujar Mama mengenalkan menantu nya itu, Annisa tersenyum menanggapi.


"Oh ini yah, kamu punya Restoran, apa nama Restoran nya, kali ajah kita mau mampir" tanya salah satu teman Mama.


"Nama Restoran saya ' A n A ' Tante" jawab Annisa sopan.


Mereka mengangguk mengerti.


"Loh Nis,kamu kenapa?,kok muka kamu pucet banget begitu?, kamu sakit yah?" tanya Mama khawatir melihat menantu nya mengernyitkan keningnya, dan berkeringat dingin di kening nya.


"Enggak kok Mah, aku cuma.." ucapan Annisa terpotong, dan detik berikutnya semua gelap.


Mama semakin panik dan mencoba untuk membangunkan sang menantu. Zidan yang mendengar keributan di dalam rumah, langsung berlari meninggalkan tamu yang sedang di temui nya.


"Ya Allah Nisa!!" seru Zidan melihat istrinya tergeletak di lantai dan tak sadarkan diri.


LIKE, COMMENT, VOTE NYA JANGAN KETINGGALAN 😅


TERIMA KASIH 😊