Single Parent

Single Parent
52.



HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.


"Nis,Nisa sayang, bangun Yang" seru Zidan sembari menepuk pelan pipi istrinya itu.


"Zid, mending bawa ke Rumah Sakit ajah" usul Mama, Zidan mengangguk, dengan cepat dia menggendong istrinya itu menuju ke Rumah Sakit.


"Yang, sadar Yang, kamu kenapa sih Yang, aku khawatir banget nih" oceh Zidan melihat istrinya tak kunjung bangun.


Tak lama dia menghentikan mobilnya di depan Rumah Sakit, dia dengan segera keluar dan menggendong tubuh istri nya yang tidak sadarkan diri.


Annisa segera mendapatkan pertolongan, Zidan begitu cemas, hal buruk sempat bersarang di otak nya.


Dan tak lama Dokter membuka pintu ruangan.


Zidan langsung berdiri dan menanyakan hal yang umum.


Dokter tersenyum, Zidan bingung dengan senyuman Dokter itu.


"Apa kah kalian pengantin baru?" tanya Dokter.


Zidan mengerutkan keningnya, aneh sekali Dokter ini, mengapa bertanya seperti itu?, pikir Zidan.


"Istri saya kenapa Dok?, iya kita pengantin baru, apa ada masalah Dok" tanya nya.


"Tidak perlu cemas pak, itu hal yang wajar untuk calon ibu" jelas Dokter dan tersenyum.


"Ca.. calon ibu?, maksud Dokter" tanya Zidan bingung, ntah mengapa dia jadi linglung.


"Istri anda sedang mengandung lima minggu pak, selamat yah" ujar Dokter menjabat tangan Zidan.


Zidan tertegun, tapi tangan nya terulur untuk menyambut uluran tangan Dokter itu.


"Ja.. jadi istri saya sedang hamil Dok" seru Zidan sumringah, beban yang sedari tadi menggelayuti pikiran nya lepas sudah, sekarang kebahagiaan lah yang menghinggapi hati nya.


"Ya Allah alkhamdulillah, terima kasih Dok, terima kasih" seru Zidan bahagia, senyuman nya bahkan tak pudar.


💢💢💢💢


Zidan terus saja memegang tangan Annisa, dia bahkan enggan untuk melepaskan pegangannya itu.


Dia terus saja tersenyum dan mengelus lembut perut sang istri, bahkan dia menciumi dengan sayang.


Tidak bisa dia jabarkan Bagaimana bahagia nya dia saat ini. Dia belum menyangka saja dia akan menjadi Ayah yang sebenarnya.


Dia sangat bahagia di panggil Ayah oleh Asyifa, tapi ini lebih dari hal itu.


💢💢💢💢


Cahaya langsung masuk ke dalam retina saat Annisa mulai membuka mata nya, dia mengernyitkan keningnya menetralkan rasa pusing nya yang tiba-tiba menyerang.


Dia mendengar sayup-sayup suara orang yang banyak saling bersahutan. Dia membuka mata, dia melihat wajah orang-orang yang dia sayangi mengelilingi nya.


"Bunda, Bunda sudah bangun" seru Asyifa senang.


"Sayang, kamu baik-baik saja?, apa yang kamu rasakan sayang?, kamu mau sesuatu?, bilang sama aku kamu mau apa?" tanya Zidan beruntun membuat Annisa bingung.


Mereka yang mendengar Zidan dengan antusias nya hanya menggeleng kepala dan menatap nya jengah,ya ampun lebay sekali calon Ayah yang satu ini, lebih tepat nya calon Ayah lagi.


"Lebay kamu Zid" celetuk Vita.


"Ngiri yah kamu waktu hamil Revan nggak di perhatikan kaya gini sama suami kamu" ledek Zidan membuat Vita mencebikkan bibirnya.


"Maaf yah Ayah Asyifa yang sebentar lagi mau jadi Ayah lagi, suami ku itu romantis banget yah,tapi nggak lebay kaya kamu itu" bela Vita kesal, mereka yang mendengar pertengkaran dua orang itu menggeleng kan kepala saja.


Annisa semakin bingung,apa yang di maksud kan dengan kata-kata Vita yang Zidan akan jadi Ayah lagi,apa jangan-jangan?.


Dia memegang perut nya, perasaan yang campur aduk memenuhi hati nya, tanpa sadar dia menetes kan air mata nya,dia tidak tahu perasaan apa ini?.


Seketika di ruangan itu yang tadi nya riuh menjadi hening seketika saat Asyifa berkata.


"Bunda kenapa nangis?" ucap Asyifa bingung.


Seketika mereka menoleh ke arah Annisa, mereka juga bingung dengan nya, kenapa dia menangis?.


"Sayang, kamu kenapa kok nangis, kamu tidak bahagia dengan kabar ini?" tanya Zidan sedikit kecewa.


Zidan memeluk Annisa, Annisa menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami, dia menggeleng cepat.


"Kamu tidak bahagia?" ucap Zidan sedih.


Annisa menjauhkan tubuhnya dari tubuh Zidan, dia menunduk.


"Bu.. bukan, bukan aku nggak bahagia,tapi aku nggak tau harus bilang apa,makanya aku menangis" jawab Annisa sesegukan.


Seketika Zidan lega dan senyuman di wajah nya terbit kembali, bersamaan dengan itu orang-orang yang berada di ruangan itu pun mengucapkan syukur.


💢💢💢💢


Lama mereka bercengkrama hingga hari mulai malam.


"Ya sudah kita kembali dulu yah Nis, jaga baik-baik cucu Mama, terimakasih sudah mau memberikan kebahagiaan di keluarga kami, mimpi Mama akan jadi kenyataan, Mama akan punya banyak cucu" kata Mama bahagia.


Annisa mengangguk dan tersenyum lembut.


Mereka pun pamit pulang kecuali Zidan dan Asyifa yang menemani Annisa.


"Bun, Bunda harus makan yang banyak, aku mau kalau dedek bayi nya jadi gemuk, biar lucu kaya panda" celoteh Asyifa dengan menyuapkan bubur pada mulut Annisa.


Annisa menggeleng,Zidan terkekeh melihat perhatian sang anak pada Bunda nya,dan juga calon adik nya. Tapi kenapa di sama kan sama panda yah.


"Syifa, masa adik bayi nya di samakan sama panda sih?"tanya Zidan.


"Ayah nggak tau yah, panda itu imut lucu, aku pernah liat adik temen aku yang gembul kaya panda,dan kata dia, adik nya waktu di perut ibu nya di kasih makan terus makanya waktu lahir jadi gembul deh, lucu deh Yah, aku mau yang seperti itu" celoteh Asyifa panjang lebar.


Zidan tertawa, Annisa juga ikut tertawa, ada-ada saja putri cantik nya ini.


"Bunda mau rujak nggak, kata temanku hampir tiap hari ibu nya makan rujak" lanjut Asyifa.


Dia tidak tahu bahwa seseorang yang berdiri di samping nya itu sudah ada firasat, dan firasat nya benar ada nya. Annisa langsung menatap Zidan dengan pandangan yang berbinar, dia juga menelan ludah nya.


Seolah tau apa yang di pikirkan istrinya itu, ampun ini sudah malam, mana ada penjual rujak di jam segini?, tapi demi baby yang ada di perut sang istri dia tersenyum manis.


"Kamu mau?" tanya Zidan lembut.


Annisa mengangguk mengiyakan,dan pada akhirnya Zidan bergegas mencari penjual rujak yang sedang di inginkan istri nya itu.


💢💢💢💢


Sudah hampir dua jam Zidan keluar mencari rujak,tapi tak kunjung kembali.


"Lama banget yah?, keburu ngantuk ih" gerutu Annisa.


Asyifa sudah tertidur sedari tadi di pelukan sang Bunda. Dan tak lama Annisa pun menyusul putri nya tidur karena bosan, dan juga lelah yang melanda nya.


Lima belas menit kemudian Zidan datang, dia melihat istrinya dan putri nya tidur dengan pulas, dia menghembuskan nafas lelah.


Dia menatap nanar kantong plastik yang di bawa nya, kasian juga bila di bangun kan, dan pada akhirnya dia masukkan ke dalam lemari pendingin, kali saja nanti sang istri bangun dan menanyakannya.


Dia menghampiri ranjang istrinya dan mengecup lembut kening putri nya dan beralih ke kening dan bibir istrinya.Dia tersenyum lembut.


"Good night" bisik nya.


LIKE, COMMENT,VOTE, JANGAN LUPA 😂.