Single Parent

Single Parent
59.



Happy reading semuanya 😊.


Annisa begitu khawatir dengan suami nya itu.


Dia menghampiri kamar mandi dan mengetuk pintu, tidak ada sautan dari dalam namun suara Zidan yang muntah membuat nya semakin khawatir.


"Ayah buka pintu Yah, Ayah baik-baik saja kan?" tanya Annisa khawatir.


Setelah beberapa menit kemudian suara pintu membuat Annisa sedikit lega namun rasa khawatirnya masih terlihat jelas di wajah nya.


"Ayah nggak apa-apa kan?, Ayah sakit yah?, mau pergi ke dokter?" tanya Annisa beruntun.


Zidan tersenyum dia menatap lekat wajah sang istri dan tangan nya terulur mengusap sayang pipi nya.


"Ayah nggak apa-apa kok, cuma salah makan waktu di kantor" jelas nya menenangkan.


"Beneran nggak apa-apa?, kita ke dokter ajah yah Bunda takut Ayah kenapa-napa" ujar Annisa.


"Enggak apa-apa sayang, ayo kita balik lagi ke meja makan kasihan Syifa sendirian"


"Tapi..."


"Ayo Bun, kasihan Syifa"


Mereka kemudian kembali ke meja makan dengan Zidan memeluk pinggang sang istri.


"Ayah kenapa?" tanya Syifa penasaran.


"Ayah nggak apa-apa sayang, ayo makan lagi terus habis ini kerjain PR nya yah" ujar Zidan dan Asyifa hanya mengangguk saja.


Zidan merasa bersalah melihat mereka, tapi dia tidak bisa berkata jujur.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Annisa sedang memberikan ASI pada putra nya dan menengok ke arah pintu saat Zidan membuka nya.


"Wah... jagoan Ayah nambah gendut ajah nih, cepat besar yah nak nanti biar bisa jagain Bunda sama kakak Syifa" kata Zidan berbicara dengan sang putra, Amier hanya tersenyum saja dengan mata yang terpejam.


Annisa mendengar kata-kata Zidan langsung mendongak, dia terheran dengan perkataan suami nya yang terdengar ambigu.


"Ayah menyembunyikan sesuatu sama Bunda yah?" tanya Annisa.


Seketika Zidan terdiam menunduk, dia menetralkan ekspresi nya dan menatap sang istri dengan senyuman.


"Emang apa yang Ayah sembunyikan, Ayah nggak menyembunyikan apapun" jawab Zidan tenang. Annisa masih tidak percaya dan melihat mata Zidan secara bergantian, seperti tahu, Zidan langsung mengalihkan perhatian nya.


"Oh yah Bun, nanti besok sore temenin Ayah menghadiri acara resepsi pernikahan rekan kerja Ayah yah" ucap Zidan.


"Nanti sepulang sekolah, Asyifa kita antar ke rumah Mama sekalian nanti kita pulang nya menginap di sana" lanjut nya.


Annisa mengangguk dan tersenyum.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Waktu yang di tentukan telah tiba, setelah mengantar putri cantik nya dan putra tampan nya ke rumah Mama, mereka pun melanjutkan perjalanan ke tempat resepsi pernikahan.


Sepanjang perjalanan Zidan menggenggam erat tangan Annisa dan seperti enggan untuk melepaskan nya.


Annisa tersenyum malu melihat perlakuan sang suami, meskipun setiap hari dia ada di samping nya, ntah mengapa dia selalu malu saat di perlakukan dengan manis.


Zidan memasuki gedung yang jadi tempat resepsi, dan tangan nya masih saja menggenggam erat.


Pasangan ini cukup menjadi sorotan karena keserasian dan juga ketampanan serta kecantikan mereka membuat siapa saja ingin seperti mereka.


Mereka duduk setelah menyapa pengantin di pelaminan. Zidan berbincang dengan para tamu yang menghampiri mereka, Annisa hanya menyahut seadanya saat di tanya.


Zidan berpamitan pada Annisa untuk ke toilet sebentar, Annisa mengangguk dan melanjutkan memakan hidangan yang tersedia.


Di saat keramaian para tamu, Annisa seketika menghentikan aktivitas nya saat mendengar suara yang amat sangat familiar di telinga nya.


Dia menengok dan mendapati seseorang yang berdiri dengan gagahnya di atas panggung kecil yang menjadi tempat band musik sebagai hiburan di acara tersebut.


"Mohon perhatian semua" ucap Zidan menghentikan semua aktivitas mereka tak terkecuali Annisa.


"Mohon maaf saya minta waktu nya sebentar, di sini saya ingin menyanyikan sebuah lagu untuk istri saya tercinta dan juga sebagai salah satu kado anniversary pernikahan kita yang ke dua tahun" kata Zidan tersenyum dan di selingi cium jauh pada sang istri yang membuat nya tersipu malu membuat Zidan gemas.


Irama musik mulai di main kan. Annisa tersenyum mendengar intro musik itu. Dia hafal bahkan sangat hafal karena lagu ini salah satu lagu yang menjadi favorit nya.


Zidan mulai bernyanyi, pandangan nya tertuju pada sang istri yang bersemu.


Lagu dengan judul Zaujati (istri ku) mengawali suasana romantis yang di ciptakan oleh Zidan.


Wa mahmaa kaana mahmaa shooro, Antii habiibatii anti.


Zaujatii, Antii habiibatii anti.


Β 


Dia mengulurkan tangannya menunjuk sang istri, dan al-hasil Annisa menjadi pusat perhatian.


Halaalii anti laa akhsyaa 'azuulan himmuhuu maqti.


Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatti.


Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi'li wassamti yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu ini ji'ti.


Nahaarii kaadihun hatta Idzaa maa 'udtulilbaiti.


Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya Idzaa maa tabassam.


Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa yauman tabarromti.


Fa as'aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa tamannati.


Hanaa'ii anti faltahna'ii bidif-ii hubbi maa'isyti.


Faruuhanaa anti faltalafaa kamitslil Ardhi wannabti.


Faa yaa amalii wa yaa sakanii wa yaa unsii wa mulhimati.


Yathiibul 'aisyu mahmaa dhooqotil ayyamu in thibti.


Setelah menyanyikan lagu itu suasana begitu riuh karena tepukan tangan dari para tamu yang hadir.


Zidan menghampiri istri nya dan mencium kening nya.


Dia ikut duduk dan terus saja menatap Annisa dengan senyuman nya, Annisa menjadi malu karena di lihat hampir semua orang.


Keromantisan mereka hampir saja mengalahkan sang pengantin yang berada di pelaminan.


"Gimana Bun?, romantis nggak lagu nya?" tanya Zidan sembari menarik turunkan alisnya.


"Romantis pake banget, semoga rumah tangga kita selalu dalam kebahagiaan ya Yah" ucap Annisa membuat Zidan seketika memudar kan senyuman nya, dan hal itu tidak luput dari perhatian Annisa.


"Ayah kenapa?" tanya Annisa.


"Enggak apa-apa sayang" jawab nya mencoba tersenyum meski canggung.


"Pulang sekarang?" tanya Zidan dan Annisa mengangguk.


Seperti sebelumnya, Zidan tidak melepaskan tangannya. Dia terus saja menggenggam meski sedang menyetir.


Mereka pun sampai di kediaman besar Al-Husein.


"Wah...lagi pada ngumpul" sapa Zidan yang baru datang melihat semua keluarga nya berkumpul tak terkecuali para baby yang ikut meramaikan ruang keluarga itu.


"Wah.... Ayah sama Bunda pulang" ucap Mama Risma pada sang cucu tepat nya anak dari Annisa dan Zidan.


Annisa berlalu ke kamar setelah berbincang beberapa kata untuk membersihkan diri karena habis berpergian.


Zidan pun mengikuti langkah Annisa dari belakang.


Setelah Annisa membersihkan diri, dia berdiri di depan cermin dan Zidan memeluk nya dari belakang.


"Kangen Bun" ucap Zidan membuat Annisa terkekeh.


"Nanti seminggu lagi yah" saut Annisa.


Zidan tersenyum, meski bukan itu yang di maksudkan oleh Zidan. Namun sebaik nya begini karena dia belum siap untuk jujur.


NAH LOH ZIDAN KENAPA TUH 😁.


OH YAH, YANG MAU TAHU ARTI DARI LAGU ZAUJATI INI SEARCHING DI GOOGLE AJAH YAH 😊.


VOTE NYA KENCENGIN DONG🀣.


TERIMA KASIH SEMUANYA


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍😍.