
Annisa masih saja memeluk Asyifa, meskipun ini sudah hampir malam dan waktu nya untuk istirahat, tapi dia tetap saja merengkuh tubuh putri kecilnya itu dengan posesif hingga orang yang berada di sana merasa lucu dengan tingkah Annisa yang kekanakan.
"Nis, kamu nggak kasian apa sama anak kamu, itu engap kali di peluk melulu sama kamu" ucap Vita yang sudah jengah dengan kelakuan Annisa.
Zidan dan yang lain yang berada di kamar itu pun terkekeh.
"Biarin aja aku begini lagian anak-anak aku bukan punya kamu" jawab Annisa ketus.
Vita hanya memutar bola matanya jengah.
"Iya kali Nis, itu bocah sudah tidur dari tadi. Lagian kamu harus istirahat biar cepat pulih, ini malah begadang" gerutu Vita.
"Syifa biar tidur di rumah aku ajah Nis, kasihan juga kalau di Rumah Sakit terus" timpal Zidan.
"Enggak usah nanti hilang lagi" ketus Annisa dan memanyunkan bibirnya.
"Masih marah sama aku Nis?, kan aku udah minta maaf dari aku dateng sama Syifa loh Nis, masa kamu masih nggak mau maafin aku sih?" melas Zidan.
Annisa hanya mencebikkan bibirnya dan melengos tak meladeni.
Vita tertawa kecil melihat Zidan sampai memelas begitu meminta maaf pada Annisa.
"Selamat berjuang kembali yah kawan" ucap Vita menepuk pundak Zidan gemas.
"Ya sudah aku pulang dulu nih anak aku udah tidur juga sama suami aku juga sudah ngantuk kayak nya" ucap Vita menoleh pada suaminya yang sedang duduk di sofa dan memangku putra nya.
Annisa mengangguk dan tersenyum.
"Makasih yah sudah setia menemani aku" ucap Annisa.
"Bu, aku pulang dulu yah" pamit Vita pada Ibu Annisa.
"Iya, terimakasih karena selalu ada untuk Annisa" ucap Ibu tulus.
"Aku nggak nih Bu?, kan aku juga selalu ada untuk Annisa Bu" melas Zidan, membuat mereka tertawa.
Tawa mereka membuat anak-anak mereka menggeliat merasa terganggu, dan mereka seketika menghentikan tawanya.
"Nanti kalau sudah jadi menantu Ibu, sekarang masih dalam fase percobaan" canda Ibu membuat pipi Annisa merona.
"Ibuuuuu" rengek Annisa membuat Zidan menatap nya dan tersenyum senang.
"Wah, lampu hijau udah dua nih" ledek Vita membuat Zidan sedikit bersemu merah.
" Ya sudah aku pulang bye, Assalamualaikum"
Vita pamit, dan keluar dari ruangan.
Zidan masih saja berdiri seakan berat untuk pergi dari ruangan itu.
"Kenapa kamu masih di sini tuan Zidan" ucap Annisa membuat Zidan terlonjak.
"Eh...eh...iya maaf aku melamun, oke aku pulang dulu yah Ibu, Nisa., Assalamualaikum" pamit Zidan dan berlalu pergi setelah mencium tangan Ibu Annisa
(calon mantu yang baik😅).
"Ada-ada saja" kata Annisa menggeleng kan kepala nya.
Ibu Annisa hanya tersenyum melihat putri nya itu.
Di dalam mobil Zidan masih saja nggak rela untuk kembali ke rumah nya.
Entah lah dia ingin berlama-lama dengan mereka. Tapi karena tidak ada alasan jadi dia terpaksa harus pulang.
💢💢💢💢
Pagi hari nya Annisa sudah mulai untuk belajar berjalan karena cidera yang dia dapat kan dari kecelakaan tersebut.
Meskipun tidak terlalu parah tapi tetap saja dia harus menterapi kan kakinya supaya kembali seperti semula.
"Bunda kemarin waktu aku di culik, orang itu bilang kalau dia itu Ayah aku Bun" cerita Syifa mengawali pembicaraan.
Annisa mendengar cerita putri nya tertegun, benarkah dia mengakui bahwa Asyifa putri nya. Meskipun dia merasa sedikit senang, tapi rasa cemas lebih dominan di dalam hati nya.
"Terus ya Bun, waktu itu ada anak kecil manggil aku Kakak, memangnya aku punya adik ya Bun?" tanya Asyifa polos.
Annisa yang tadinya diam memeluk putri nya menjauh kan diri dan menatap Asyifa.
"Syifa ketemu sama anak laki-laki?" tanya Annisa, dan Syifa mengangguk membenarkan.
"Syifa ketemu sama ibu nya nggak?" tanya Annisa.
Tubuhnya mulai gemetar saking takutnya karena Yasmin bisa saja melakukan hal yang sama pada anak pertama nya dulu, mengingat dia begitu nekat dan tak segan untuk berbuat kriminal.
"Iya.. Syifa ketemu sama Ibu nya" jawab Syifa mengingat wajah Yasmin.
"Tapi Syifa tidak di apa-apakan sama Tante itu kan?" tanya Annisa cemas dan di jawab gelengan kepala dari Syifa membuat Annisa lega.
"Assalamualaikum" sapa seseorang dari belakang mereka, membuat Annisa dan Asyifa menoleh.
Asyifa langsung berlari dan menghambur memeluk pria itu, siapa lagi kalau bukan Zidan.
"Ayah, Asyifa kangen kok Ayah nggak ada waktu Asyifa bangun?" tanya Asyifa di pelukan Zidan.
"Ayah harus pulang sayang, kan Ayah belum mandi kemaren" jawab Zidan dan duduk di kursi depan kursi roda yang di duduki Annisa.
"Tapi ayah sudah mandi sekarang kan?" tanya Asyifa polos membuat Zidan tertawa.
"Sudah dong kan sudah wangi, coba cium wangi kan" Asyifa mengangguk.
"Ayah wangi terus jadi nggak kelihatan sudah mandi atau belum" jawab Asyifa membuat Zidan dan Annisa tertawa kecil.
Annisa membiarkan saja Asyifa memanggil nya dengan sebutan Ayah karena Annisa sudah pusing memperingati putri nya itu untuk tidak memanggil nya Ayah.
"Tuan Zidan maafkan saya karena kelakuan saya kemarin, tidak seharusnya saya terus menyalahkan Anda tuan" ucap Annisa yang menyela di sela-sela bercandaan mereka.
Hati Zidan sedikit merasa kaku mendengar Annisa kembali memanggil nya dengan formal.
"Tidak apa-apa, aku ngerti jangan sungkan, maaf kan aku juga yang telah teledor menjaga Asyifa" jawab Zidan.
"Oh yah kan kita sudah berjanji untuk tidak terlalu formal dalam berbincang, kamu lupa?" ucap Zidan mengingat kan.
Annisa tersenyum canggung tidak enak.
"Maaf karena saya pikir kamu akan marah karena masalah kemarin" kata Annisa menunduk.
"Tenang saja aku nggak se baper itu" jawab Zidan tersenyum dan membuat Annisa terkekeh.
"Baiklah, karena sekarang sudah mulai siang kita masuk kedalam, lagi pula kamu masih harus istirahat" final Zidan dan Annisa mengangguk.
Zidan mendorong kursi roda Annisa menuju ke ruangan nya.
Setelah mengantar mereka, Zidan pamit untuk ke mengecek bengkel nya.
"Oke aku ke bengkel dulu yah, cepat sembuh Nis, dan Asyifa jagain Bunda yah, jangan nakal oke?" kata Zidan menatap Annisa dan Asyifa bergantian.
"Oke, Ayah tenang saja karena Bunda akan aman sama Syifa" ucap Asyifa dengan percaya diri.
Annisa dan Zidan tertawa melihat tingkah konyolnya Asyifa.
Setelah itu Zidan melangkah keluar ruangan.
Jangan lupa untuk klik like dan comment yah man-teman terima kasih 😊 vote nya jangan lupa juga 😁.
HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.