
" Hiks... hiks..Bunda... Ayah.." tangis seorang anak dengan sesegukan di sebuah kamar yang mewah.
"Syifa ..ini Ayah nak, ini Ayah kamu " ucap Aditya lembut, dia mencoba mendekati Syifa namun Syifa semakin ketakutan.
"Bukan, kamu bukan Ayah aku, Ayah aku itu Om Zidan" teriak Asyifa.
Hatinya sakit melihat anak nya(darah daging nya) memanggil orang lain sebagai Ayahnya, dan juga dia merasa takut pada nya.
" Bukan nak, dia bukan Ayah mu, Ayah lah Ayah yang sesungguhnya nak" ujar Aditya.
"Enggak mau!, kamu orang jahat !" jerit Syifa.
"Enggak sayang, Ayah bukan orang jahat,Ayah sayang sama kamu nak, sini nak biarkan Ayah memeluk kamu, maaf kan Ayah yang membawa kamu secara paksa " tutur Aditya dengan suara yang masih lembut.
Dia tidak mau membuat anaknya semakin takut pada nya, sebisa mungkin dia membuat Asyifa nyaman. Tapi pada kenyataannya Asyifa semakin tidak ingin di dekati oleh Ayah nya.
"Aku mau pulang Om, aku mau pulang" ucap Asyifa yang mulai lemah.
Sudah dua hari dia seperti itu, setiap kali di dekati oleh Aditya, Syifa akan meraung ketakutan.Tapi tidak setelah Aditya pergi dari kamar itu.
Aditya semakin di buat menderita dengan tangis anaknya, dia bingung harus bagaimana mana lagi membujuk Asyifa.
Dia juga menolak untuk menerima makanan yang di bawa oleh Ayah nya itu. Karena ketakutan yang amat sangat membuat dia tidak berselera untuk makan.
"Syifa, dengerin Ayah" kata Aditya.
" Syifa mau ketemu sama Bunda kan nak?" tanya Aditya mencoba untuk membuat Asyifa untuk makan.
Syifa mendongak dan menatap mata Ayahnya, Aditya semakin sakit melihat putri nya menatap nya dengan bola mata yang hampir tidak terlihat, karena lama nya dia menangis.
"Mau..Om" jawab Syifa lemah.
" Oke, kalau Syifa mau ketemu sama Bunda, Syifa makan yah, biar ada tenaga untuk ketemu" bujuk Aditya, Syifa sedikit ragu tapi pada akhirnya dia mengangguk juga.
"Nah, sekarang Ayah suapin yah" tawar Aditya, tapi Asyifa menggelengkan kepalanya.
Aditya menghela nafas kasar.
"Ya sudah kalau Syifa mau nya begitu" pasrah Aditya. Dari pada anaknya tidak makan sama sekali, ini jauh lebih baik.
💢💢💢💢
Setelah Asyifa makan, Aditya keluar kamar yang di tempati oleh Asyifa.
Beberapa menit kemudian ada yang membuka pintu. Dia mengedarkan pandangannya ke segala arah dan menemukan Asyifa yang sedang duduk di samping tempat tidur membelakangi nya.
Dia mulai melangkah ke dalam, menyapa Asyifa dengan senyuman yang merekah.
" Kakak!?" panggil bocah itu dari arah belakang.
Asyifa menoleh, dia merasa sedikit risih.
" Siapa kamu?!" tanya Asyifa dingin.
"Aku Bian Kak,adik Kakak" ucap Bian masih dengan senyum nya yang manis.
"Aku nggak punya adik, kamu salah orang" jawab nya ketus.
Sebenarnya Asyifa adalah anak yang susah untuk di dekati, dia hanya akan mendengar apa yang di katakan oleh orang terdekat nya saja.
Dia akan dingin pada orang asing tapi akan sangat manja saat bersama orang terdekat nya.
Raut wajah Bian yang tadi nya begitu senang sekarang menjadi sendu dan bocah kecil berumur 3 tahun itu hampir menangis.
Asyifa yang melihat itu sedikit ada rasa kasihan, entah mengapa dia seperti itu. Mungkin saja karena ikatan darah mereka.
"Hiks...hiks... Mama...." Bian berlari menghampiri Mamanya.
Yasmin yang sedang ada di dalam kamar mendengar suara anaknya langsung keluar dan melihat anak semata wayangnya menangis dengan keras.
"Ya ampun Bian sayang, Kamu kenapa nak?" tanya Yasmin menghampiri putranya.
"Ka.. kakak Mah, Kakak nggak mau main sama aku" ucap nya dengan mengusap air mata nya.
" Sayang , biarin saja dia. Kamu jangan dekat-dekat sama dia, dia itu anak nya nakal nanti kalau Bian dekat-dekat Sama dia jadi ikutan nakal, Bian nggak mau kan kalau jadi nakal" tutur Yasmin mempengaruhi.
"Jangan mengajarkan Bian dengan kata-kata kotor mu!" bentak Aditya.
Yasmin terlonjak, dia jadi gugup dan menunduk tak berani melihat wajah Aditya, dia seperti hal nya maling yang tertangkap.
"Inget yah, kalau kamu masih ingin di sini, jangan pernah kamu mengusik Asyifa, dan mengajari Bian untuk menjauhi Asyifa, apalagi dengan kata-kata kotor mu itu!" peringat Aditya.
Dia berlalu menggandeng tangan putra nya menjauh kan dari Mama nya.
"Si*l*n !, gara-gara anak si*l*n itu aku jadi kena akibat nya, bodoh nya aku telah melepaskan Annisa dulu, andai saja aku memusnahkan kandungan nya, semua ini tidak akan terjadi" geram Yasmin.
"Kalau saja Aditya tidak mengancam akan menceraikan aku, sudah aku lenyap kan anak si*l*n itu" geram Yasmin dalam hati.
"Anak sama emak sama saja, buat aku susah saja" Yasmin memijit pangkal hidung nya, merasa beban yang berat berada di kepala nya.
💢💢💢💢
Di rumah sakit Annisa terdiam di atas ranjang pesakitan nya.
Pandangan nya kosong, seperti seorang yang kehilangan kehidupan nya.
"Nis, ayo dong Nis makan, kamu sudah dua hari tidak makan" bujuk Vita.
"Annisa, apa kamu tidak kasian sama kita?, kenapa kamu jadi seperti ini?, kenapa kamu menyiksa diri kamu sendiri nak?" ucap Ibu Annisa lirih tapi penuh penekanan.
Selama dua hari ini, Annisa tidak makan. Jadi dia di bantu lewat infus saja.
Kondisi tubuh yang begitu lemah, baru saja dia terbangun dari tidur panjangnya, sekarang dia harus menghadapi kehilangan separuh jiwa nya.
"Nisa, apa kamu akan seperti ini terus?, apa kamu tidak ingin mencari Asyifa!" kesal Vita.
Mendengar nama putrinya di sebut, dia menoleh ke arah Vita. Dia mulai menangis lagi.
"Hiks....hiks...Aku mau cari Syifa Vit" jawab Annisa dengan air mata yang tengah mengalir deras dari pelupuk matanya.
"Makanya kamu harus kuat!,bkamu tidak boleh lemah seperti ini, dimana Annisa yang aku kenal !" ucap Vita meyakinkan.
Ibu Annisa menatap nanar putri nya dengan air mata yang mengalir. Dia merasa terpukul.
Zidan melihat Annisa seperti mayat hidup pun merasa sakit. Baru dua hari saja Annisa sudah seperti ini, bagaimana jika Asyifa belum di temukan untuk waktu yang lama, akan jadi apa dia nanti nya.
Zidan pergi dari depan ruangan Annisa. Dia hendak pulang, tapi ponsel nya berdering.
"Hallo?" sapa Zidan.
"Benarkah?, oke saya tunggu info selanjutnya" final Zidan.
Dia begitu senang karena sudah menemukan titik terang nya.
"Bodoh sekali aku ini, kenapa tidak sampai kepikiran sampai sana" gumam Zidan mengusak rambut nya merutuki kebodohannya nya.
Jangan lupa untuk klik like dan comment yah man-teman terima kasih 😊 vote nya juga jangan lupa 🤗.