Single Parent

Single Parent
47.



LLLLAAAANNNNJUUUUTTTT.......🤣


HAPPY READING....


Sepulang dari Rumah Sakit, Annisa terus saja bolak-balik di dalam kamar mandi, sudah lebih dari sejam tak kunjung keluar dari dalam.


dia masih saja teringat akan perkataan,bisa di bilang permintaan putri cantik nya itu.


"Aduh, ya Allah gimana nih, kok aku jadi gugup begini sih?" gumam nya dalam hati.


Dia sangat gugup menghadapi situasi ini, dengan memberanikan diri dia mulai membuka pintu kamar mandi, berharap Zidan sudah tertidur dulu karena bosan menunggu nya keluar.


Dengan perlahan dia mengedarkan pandangannya ke dalam kamar nya itu, dia bernafas lega, setidak nya hari ini dia lolos pikir nya, sang suami ternyata sudah tertidur.


Dia menghela nafas lega, dan perlahan dia melangkah dan membaringkan tubuh nya di samping sang suami, dia membelakangi Zidan karena begitu gugup.


Dia mulai memejamkan mata nya dengan kelegaan, tapi sesuatu yang di lega nya ternyata salah.


Tangan Zidan memeluk pinggang Annisa dan menempel kan tubuh nya dengan tubuh Zidan.


Annisa begitu gugup dan memejamkan mata nya semakin erat, tapi suara Zidan membuat nya langsung membuka mata nya.


"Kau takut?, kalau kamu belum siap aku akan menunggu kamu sampai siap, aku nggak mau ada keterpaksaan dan membuat kamu tidak nyaman" ucap nya lembut.


Annisa menegang, berdosa jika dia menolak suami nya, tapi kegugupan nya membuat dia tidak tahu harus berbuat apa?.


"Maaf kan aku bila aku terlalu menuntut" ucap Zidan kembali dan mengendorkan pelukan nya.


Annisa menahan tangan Zidan cepat, dia menghembuskan nafas panjang dan mulai berbalik menghadap suami nya itu.


"Maaf kan aku karena kegugupan aku membuat kamu menahan diri" ucap Annisa sendu.


Dia menghela nafas panjang nya kembali, menetralkan keresahan nya.


"Miliki aku bila kamu mau, jangan sungkan karena aku kini sudah jadi milik kamu, jadikan aku seutuhnya hanya milik kamu, maaf atas kelancangan aku" ucap Annisa.


Zidan tersenyum lembut.


" Izin kan aku menjadikan kamu untuk aku seutuh nya" tutur Zidan.


Dan pada akhirnya mereka untuk pertama kalinya melaksanakan hubungan antara suami dan istri, yang akan mempererat hubungan mereka.


💢💢💢💢


Jam menunjukkan pukul tiga pagi, Annisa mulai mengerjapkan mata nya, dia terbangun karena alarm yang berbunyi nyaring.


"Seperti nya baru saja tidur, aduh badan ku sakit semua" gumam nya.


Dia hendak bangun tapi ada yang menindih di bagian perut, dia melihat ke samping dan mendapati sang suami yang sedang tertidur pulas.


Dia mengurungkan niatnya dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah suaminya itu.


Dia tersenyum dan merasa malu mengingat apa yang terjadi beberapa jam yang lalu.


Pada akhirnya dia memberanikan diri nya untuk memberi hak pada suaminya itu.


"Sudah puas memandangi ciptaan Tuhan yang seksi ini" ucap Zidan tiba-tiba yang membuat Annisa kaget.


Annisa menjauhkan tangan nya, tapi langsung di tahan oleh Zidan, dia menciumi telapak tangan istri nya itu lembut.


Annisa merasa di cintai oleh Zidan, hati nya menghangat, dia tersenyum manis terhadap suami nya.


"Bangun yuk, kita sholat tahajud dulu" ucap Annisa, Zidan mengangguk mengiyakan.


Annisa menggunakan kamar mandi lebih dulu,dan Zidan menggunakan kamar mandi di ruangan lain.


Setelah membersihkan diri, Annisa keluar dan tidak melihat suami nya itu, dia menyiapkan perlengkapan sholat untuk nya dan sang Suami, dan tak berapa lama Zidan masuk dan melihat Annisa sudah siap dengan mukena yang di pakai nya.


"Sudah siap?" tanya Zidan.


Annisa menengok dan mengangguk sembari tersenyum. Dan mereka pun melakukan ibadah sunah mereka di sepertiga malam mereka.


Setelah waktu subuh datang, mereka melakukan sholat subuh berjamaah kembali.


"Ya Allah semoga bukan hanya hari ini saja kami di beri waktu untuk bersujud bersama, berkahi pernikahan kami dan jangan biarkan orang lain masuk kedalam kehidupan kami seperti engkau datang kan orang lain di kehidupan pernikahan ku dulu ya Allah, Aamiin" doa' Annisa dalam hati.


"Ya Allah, bantu aku menjaga, melindungi, dan menuntun keluarga kecil ku ini ya Allah, jadikan kami keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan selalu dalam lindungan mu ya Allah, permudahkan lah jalan kami untuk mendapatkan surga mu ya Allah, dan kumpul kan lah kami di surga mu kelak, Aamiin" doa'Zidan dalam hati.


💢💢💢💢


Setelah sholat subuh, Annisa di temani sang suami, Zidan, menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga mereka.


Canda tawa dan gurauan mewarnai acara masak memasak mereka.


Begitu harmonis nya mereka khas pengantin baru, membuat siapapun yang melihatnya menjadi iri dengan keharmonisan mereka.


Setelah semua selesai di buat, Annisa menata di atas meja makan dengan rapi.


Tapi kondisi dapur yang seperti kapal pecah membuat siapa saja menggeleng kan Kepala.


"Seperti bekas perang saja" kata Naura yang baru saja tiba di dapur dan melihat semua nya kacau.


Annisa dan Zidan saling menunjuk.


"Dia kak" ucap Zidan dan Annisa berbarengan.


"Halah sama ajah kalian, beresin semua tuh" perintah Naura.


" Siap Bos" jawab mereka kompak dan mengangkat tangan nya hormat.


Naura menggeleng kan kepala nya dan berjalan menuju meja makan.


"Enak juga nih masakan" gumam Naura yang mencicipi hasil karya mereka.


💢💢💢💢


Aditya menatap bangunan di depan mata nya dengan perasaan yang campur aduk, ada perasaan marah, kecewa,dan juga kasihan hinggap di hati nya.


Bagaimana bisa orang yang sudah satu dekade lebih ini hidup bersama nya mendekam di ruangan kecil yang dingin.


Dia mulai melangkah masuk pada gedung itu, dia menunggu dan tak lama Yasmin menghampiri, dia bersimpuh di kedua kaki Aditya.


"Maafkan aku Dit, maafkan aku" ucap nya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Aditya hanya diam saja, kata maaf yang keluar dari mulut nya mengingat kan nya kembali dengan kejadian pekan lalu.


Dia menggenggam erat tangan nya sendiri guna menahan emosi, hati nya sakit.


Aditya menyuruh Yasmin duduk di kursi,dia berhadapan dengan istri nya itu dengan pandangan miris, orang yang sangat menyukai fashion,dan juga mengikuti trend masa kini,seorang model terkenal sekarang berpenampilan memperihatinkan.


Ada rasa kasihan pada nya tapi rasa kecewanya melebihi dari rasa kecewa itu sendiri.


Aditya membuang nafas panjang. Dia mengeluarkan amplop dan di berikan pada Yasmin.


Yasmin membuka amplop coklat itu dengan mata yang membulat sempurna.


"Apa ini Dit, enggak aku enggak mau Dit, tolong maafkan aku Dit,aku mengaku salah,aku mohon jangan ceraikan aku Dit,aku sayang dan cinta sama kamu Dit" ucapnya memelas.


"Kalau kamu sayang dan cinta sama aku, kamu akan melihat aku bahagia Yas, sudah bertahun-tahun aku menahan nya bahkan saat aku tahu kamu membunuh anak yang masih di kandungan Annisa dulu" marah nya.


"Tapi tidak kali ini, kamu sudah terlewat batas Yas, kamu mencelakai Asyifa anak ku, dan sekarang apa?, kamu membuat Bian di Rumah Sakit akibat dari kebodohan kamu!" lanjut nya.


Aditya sudah tak sanggup mengatakan apapun lagi,dia hanya menggeleng saja dan berlalu meninggalkan Yasmin, dia mengabaikan suara panggilan dari 'mantan' istri nya itu.


JANGAN LUPA LIKE COMMENT YAH, COMMENT SEBANYAK MUNGKIN.


TUNJUKKAN EKSPRESI KALIAN TENTANG CHAPTER DI INI 😅😅😅.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.