Single Parent

Single Parent
35.



Zidan tersenyum penuh kemenangan, dia bahkan tidak bisa tidur karena terus saja memikirkan kata-kata Annisa beberapa jam yang lalu.


Sekarang jam menunjukkan pukul setengah empat pagi, tapi dia tidak bisa memejamkan matanya barang sedikitpun.


Dia masih saja tersenyum. Bila orang yang melihat nya, pasti akan di anggap seperti orang gila.


🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️


Zidan menunggu jawaban dari Annisa, jantung nya begitu ribut karena situasi ini, harap-harap cemas sangat terlihat di raut wajah tampan nya itu.


Annisa ingin sekali tertawa melihat ekspresi wajah Zidan, bisa juga si narsis ini berekspresi seperti itu, pikir nya.


Dia terlihat berfikir sejenak, dan merapal kan doa' semoga keputusan yang dia ambil baik untuk semua dan terutama untuk Asyifa putrinya.


Dengan membaca bismillah,


Annisa mengangguk dan tersenyum manis.


"Jadi, artinya?" tanya Zidan mendadak bodoh.


"Iya, aku menerima pinangan kamu" ucap Annisa malu.


Zidan terlihat begitu bahagia hingga dia berniat memeluk Annisa.


Annisa refleks mundur. Dan suara dari arah belakang menghentikan niat Zidan yang akan memeluk Annisa.


"BELUM MAHRAM!!" seru semua orang.


Zidan mengurungkan niatnya dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan tersenyum canggung.


"Maaf aku khilaf" akunya


Annisa kaget, ternyata bukan hanya mereka saja, tapi keluarga Zidan pun ikut serta dan jangan lupakan sosok yang satu ini, surga nya juga ikut serta dalam hal ini, dia adalah Ibu Annisa.


Ibunya terlihat begitu bahagia sampai menangis haru.


Annisa menghampiri Ibu nya dan memeluk nya erat, dia juga ikut menangis.


Asyifa?, jangan tanyakan itu, tentu saja dia sangat senang dan berhambur memeluk Zidan.


Akhirnya dia akan mempunyai Ayah, dia sangat bersemangat akan hal itu.


Mereka pun melanjutkan makan malam yang tertunda tadi, dan juga untuk merayakan bersatu nya dua hati yang akan menuju ke jenjang yang lebih serius lagi.


Makan malam kali ini adalah makan malam yang begitu amat berarti untuk Zidan, dan untuk Annisa ' mungkin' .


"Mommy, kok aku di kasih sayuran yang banyak sih?" kesal Reyyan Kepada sang Mommy yang sedari tadi meletakkan sayuran di piring putra nya.


"Reyyan kamu tadi makan banyak daging kan?, jangan kira Mommy nggak tau yah" ketus Salsa.


"Yah Mommy, nggak banyak kok, beneran deh" melas Reyyan.


"Bohong Tante , Reyyan tadi makan banyak banget" saut Asyifa.


"Jangan di kasih tau dong, kamu mah nggak friend banget sama aku" bisik Reyyan yang masih di dengar oleh Mommy nya yang berada di samping Reyyan.


"Bisik-bisik kok masih saja bisa di dengar yang lain" saut Salsa.


Asyifa hanya menjulurkan lidahnya meledek pada Reyyan.


Reyyan cemberut karena tidak ada pembelaan, dan hasilnya dia harus memakan sayuran yang tak begitu di sukai nya.


Mereka tertawa akan kelakuan dua bocah ini, dan begitu lah malam itu, malam mereka di warnai dengan penuh canda dan pertengkaran Asyifa dengan Reyyan yang sama-sama tak mau mengalah satu sama lain.


🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️


Zidan masih saja terjaga, karena tak kunjung bisa tidur, dia beranjak dari tempat tidur nya, dan keluar untuk menghirup udara pagi ini.


Dia berjalan melewati kamar tidur Asyifa dan Annisa, karena keadaan yang sepi, dia mendengar sayup-sayup suara dari dalam kamar, seperti suara yang dia kenal.


Dia mendekati pintu hendak memastikan, dia sedikit tertegun dengan apa yang di dengar nya itu.


Annisa sedang berdoa pada sang khalik, meminta hingga menangis.


Zidan yang mendengar nya menjadi semakin menguatkan tekat nya untuk bisa membahagiakan ibu dan anak itu.


Dia mengurungkan niatnya untuk keluar, dia beralih ke dapur untuk memasak.


Zidan adalah pemuda yang multi talenta,dia bisa memasak dan rasa masakan nya itu bisa di adu dengan masakan hasil dari chef profesional.


Karena dia dulu di kirim ke negeri orang, jadi dia bisa mandiri. Ada berkah nya juga sang Mama yang membuang nya ke negeri orang.


Kenapa dia di bilang di buang?, karena dia di pindahkan secara paksa di saat dia tertidur bisa di bilang pingsan.


Geramnya sang Mama dan Papa nya karena kelakuan bandel nya itu waktu SMA, menjadikan dia mau tidak mau harus di kirim ke negeri orang.


Di saat hari kelulusan nya, dia berulah dengan trek-trekan di jalan raya yang menyebabkan kecelakaan, bukan dia yang kecelakaan, tapi orang lain yang menghindari kebutan dari Zidan.


Bahkan bukan hanya satu korban tapi empat korban sekaligus, tapi untungnya, si korban tidak sampai meninggal, hanya luka-luka saja. Tapi harus mengganti tiga mobil yang rusak di sebabkan oleh Zidan.


Dia hidup sendiri, tapi tetap dalam pengawasan orang tua nya meski dari jauh.


Dia beberapa kali mencoba kabur, tapi karena ancaman dari sang Papa yang akan menutup bengkel yang baru saja dia buka dari hasil kerja nya sendiri, tentu nya dari balapan liar yang di jalani nya.


Maka dari itu dia harus berfikir berkali-kali untuk kabur. Dan hasilnya begini lah dia, jadi pemuda yang penuh talenta, karena kemandirian nya.


💢💢💢💢


Sebagian makanan sudah dia buat dan di letakkan pada meja makan, bersamaan dengan itu Annisa ke dapur hendak memasak.


"Loh, Zid.. kok kamu di sini?" tanya Annisa.


"Aku lagi buat sarapan Nis" jawab Zidan tersenyum.


"Kamu mau ngapain?, kok mata kamu bengkak gitu?" tanya Zidan pura-pura tidak tahu.


"Oh ini, biasa lah kalau bangun tidur suka bengkak" jawab Annisa beralasan.


Zidan hanya mengangguk dan ber oh saja.


"Buka mulut mu, aaaaa,,," kata Zidan menyuruh Annisa membuka mulutnya.


Dengan ragu Annisa menerima suapan dari Zidan.


"Bagaimana?" tanya Zidan berharap.


Annisa sejenak merasakan masakan Zidan dengan memejamkan mata, dan tak lama dia membuka mata takjub.


"Waaoo,... enak banget ini" jawab Annisa sumringah.


Zidan tersenyum puas.


" Berduaan bukan mahram, ke tiga nya setan loh" saut Vita dari arah tangga.


Mereka menoleh, Zidan berdecak kesal.


"Kamu yang ketiga Vit" saut Zidan tertawa.


Vita mencebikkan bibirnya, dia setannya dong.


"Lagi pada ngapain sih subuh-subuh udah berduaan ajah" tanya Vita.


"Liat nya ngapain?" tanya Zidan balik.


" Aku tadi niat nya mau masak Vit, terus aku ketemu Zidan yang lagi masak, tapi belum lama kok aku sampai nya" terang Annisa.


"Iya terus kamu ganggu kemesraan kita deh" jawab Zidan asal.


"Sembarangan kemesraan" Saut Annisa tak terima.


"Ah, sudah lah keburu anak ku nangis kalau berdebat sama kamu Zid" jawab Vita dan berlalu mengambil air panas untuk membuat susu.


JANGAN LUPA UNTUK KLIK LIKE DAN COMMENT YAH MAN-TEMAN 😊 VOTE NYA JUGA JANGAN LUPA OCEH.....


GIMANA NIH, MENURUT KALIAN SI YASMIN ENAKNYA DI APAKAN YAH?🤔


KOMEN LAH YANG PUNYA SARAN


NANTI KALAU SARAN NYA ADA YANG SEPENDAPAT SAMA AUTHOR, NANTI DI UP DAH 😂