Single Parent

Single Parent
22.



"Bunda sudah sadar?" tanya Syifa semangat dan memeluk Annisa erat.


Annisa tersenyum teduh, kini dia bisa melihat lagi putri cantik nya, setelah Dokter mengatakan semua dalam keadaan normal, Zidan bernafas lega, sekarang hanya pemulihan kakinya saja yang cidera.


"Aku seneng banget bisa lihat kamu tersenyum lagi" Zidan memulai pembicaraan.


"Terima kasih" jawab Annisa tersenyum.


Brak...


"Ya Allah kamu sudah sadar Nis, ya Allah terima kasih" ucap Vita memeluk Annisa erat.


Annisa menepuk lemah tapi tak berpengaruh pada Vita, Zidan yang melihat Annisa seperti susah nafas, menghampiri dan memisahkan Vita dari Annisa.


"Woi...woi.. kasian itu Annisa nggak bisa nafas" lerai Zidan


"Eh..iya maaf Nis, habis nya aku bahagia banget lihat kamu sudah sadar" ucap Vita sambil nyengir.


Setelah Annisa sadar Zidan mengabari Vita, Zidan tidak tahu dia akan datang dan membuat keributan seperti ini, karena mengingat waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam.


"Oh yah, anak kamu sama siapa?" tanya Annisa.


"Anak aku sama papah nya jadi aku kesini mastiin kamu, ya ampun aku seneng banget " seru Vita semangat.


"Udah yah kamu sekarang pulang kasihan anak kamu" sahut Zidan membuat Vita mencebikkan bibirnya.


" Kenapa sih kamu ngusir-ngusir, aku curiga nih pasti kamu mau modusin Annisa kan,iya kan. Annisa ini baru sadar dari koma nya kalau kamu lupa, nanti dia nambah puyeng denger modusnya kamu" sungut Vita.


"Aduh, kamu kenapa sih curigaan mulu, Annisa itu baru sadar dia harus banyak istirahat,bdan suara kamu itu buat dia jadi nambah pusing tau nggak?" jawab Zidan dan membuat Vita memonyongkan bibirnya.


Annisa dan Asyifa hanya diam melihat tingkah mereka.


"Tapi iya juga yah, ya sudah lah aku pulang ajah yang penting Annisa sudah tidak apa-apa" final Vita.


"Nis, istirahat yang banyak yah, dan hati-hati yah sama buaya yang satu ini" ucap Vita dan menunjuk ke arah Zidan dengan telunjuk nya.


Annisa tersenyum menanggapi.


"Aku bukan buaya yah" kesal Zidan membuat Vita tertawa dan berlalu pergi.


"Bunda aku masih ngantuk,tapi mau nya di peluk Bunda" rengek Asyifa


"Ya sudah sini baring samping Bunda" ucap Annisa lembut, dan Asyifa pun naik ke ranjang dan memeluk erat tubuh sang Bunda.


" Oh ya Nis, aku keluar deh, kamu istirahat yah" kata Zidan dan tersenyum.


"Iya Zid, terima kasih sudah menjaga Asyifa" ucap Annisa dan tersenyum.


"Tidak masalah" ucap Zidan dan melangkah pergi.


💢💢💢💢


Pagi hari nya Zidan bangun dan merasakan badannya yang sakit, karena dia tertidur di kursi tunggu depan ruangan Annisa.


"Aduh encok deh nih badan" keluh Zidan.


"Heleh, gitu doang encok belum juga jadi bapak-bapak kamu" sahut Vita yang baru datang.


"Nih, sarapan buat kamu" ucap Vita dengan menyodorkan kotak makan nya.


" Makasih yah" ucap Zidan meraih makanan yang di beri pada Vita dan memakannya.


"Oh yah kamu pulang gih, nanti aku yang nungguin Annisa sembari nungguin Nenek nya Asyifa" ujar Vita.


" Ya sudah deh, ntar habis ini aku pulang,nitip Annisa sama Asyifa yah" ujar Zidan menaikkan kedua alis nya dan tersenyum.


"Idih udah kayak bapak nya ajah" sahut Vita.


"Ya baru calon sih, Aamiin" sahut Zidan terkekeh.


"Lagunya .." ucap Vita terkekeh geli.


Setelah menghabiskan makanannya, Zidan pulang, sesampai nya di rumah dia menghampiri keluarga nya yang berada di ruang makan.


"Assalamualaikum, pagi semua" sapa Zidan ceria.


" Wa'alaikumusalam, Pagi" sapa mereka serempak.


" Dia sudah sadar Kak, sekarang tinggal nunggu pemulihan ajah" jawab Zidan tersenyum.


" Alkhamdulillah" jawab serempak mereka


(emang kompa mereka).


"Pantesan senyum-senyum ajah dari tadi" cibir Salsa.


"Ya udah aku mandi dulu" ujar Zidan.


"Nggak makan dulu Zid?" tanya Mama.


"Enggak Mah,aku udah makan tadi di bawain sama Vita"


💢💢💢💢


Zidan sudah rapi dengan pakaian santai nya, dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, saat dirinya hendak memejamkan mata nya, ponsel nya berdering. Panggilan itu tak lain adalah dari orang suruhan Zidan.


"Katakan" ucap Zidan malas karena kantuk.


Tapi, ntah apa yang di katakan oleh orang suruhan nya, yang mampu membuat Zidan membuka matanya dengan lebar, dia tersenyum penuh arti.


"Bawa ke bengkel saya, tunggu saya akan segera ke sana" final Zidan


Dia segera memakai jaket kulit nya dan berlalu pergi.


"Mau kemana lagi kamu Zid?" tanya sang Mama yang berada di taman.


"Ada kabar bagus Mah, pelaku penabrakan Annisa sudah di temukan, aku mau liat dia" jawab Zidan sambil menaiki motor gede nya.


"Hati-hati yah" ucap Mama menasehati.


Zidan mengangguk dan menjalankan motor nya.


💢💢💢💢


"Siang Bos" sapa orang suruhan Zidan.


"Dimana dia?" tanya Zidan.


"Dia di dalam Bos" jawab nya.


Zidan mengangguk dan masuk ke dalam ruangan nya. Hari ini bengkel nya libur jadi keadaan di sana sepi.


"Ada motif apa anda mencelakai Annisa" tanya Zidan setelah duduk di bangku yang dia ambil.


"Apa urusannya dengan mu apa motif saya" dia tersenyum miring dan membuang muka.


"Emm jadi nggak mau jawab yah?" Zidan tersenyum sinis.


Zidan masih menahan emosi nya karena yang di hadapan dia adalah seorang wanita. jikalau saja dia seorang pria mungkin dia sudah masuk Rumah Sakit.


Karena memang tujuan dia menemui dia adalah hanya untuk tahu apa yang sebenarnya motif dari kecelakaan itu, yang membuat pujaan hati nya terluka dan harus koma sampai hampir dua minggu lamanya.


Zidan mengeluarkan sebuah foto, dan melemparkannya ke meja yang berada di depan wanita itu.


Dia sebelumnya nya telah mencari tahu informasi tentang pelaku, dan kenyataan nya cukup mengejutkan.


Wanita itu membelalakkan matanya.


"Jangan pernah sentuh dia, dia tidak ada urusan nya dengan hal ini, ini semua yang melakukan saya bukan dia, lepas kan dia" teriak wanita itu.


Zidan tersenyum miring, dia beranjak dari duduknya dan memutari kursi yang wanita itu duduki.


"Aku memang tidak akan melakukan apapun pada dia, aku hanya ingin buat karirnya hancur itu saja, ada yang salah, dengan begitu dia akan menderita pelan-pelan bagaimana?" sinis Zidan


"Aku mohon jangan lakukan itu, aku mengakui kesalahanku tapi aku mohon jangan sakiti dia" mohon wanita itu.


" Oke boleh saja, jadi jawab saya, apa motif dari kecelakaan yang anda lakukan pada Annisa" seru Zidan.


"baik...baiklah aku akan ceritakan semua nya, ku mohon jangan buat karirnya hancur" mohon nya lagi.


Jangan lupa untuk klik like dan comment yah man-teman terima kasih 😊 vote nya juga jangan lupa 😁,biar nambah semangat 🤗🤗.