
MAAF YAH BARU UP, KUOTA LAGI ABIS 😅😅😅, BARU KE ISI INI LANGSUNG UP, KENCENGIN POIN NYA OCEH, BIAR NAMBAH SEMANGAT 😂.
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.
Annisa menatap bosan makanan di depan matanya itu, bagaimana tidak bosan, semenjak pulang dari Rumah Sakit, dia di suguhkan dengan makanan yang monoton seperti itu.
Dia menghembuskan nafas lelah, kapan suami nya itu tidak memberi makan dia seperti ini lagi, dia ingin makan yang dia suka, dia sudah seperti bayi yang baru menginjak umur enam bulan saja,harus makan makanan yang di campur dengan sayur, apa pun itu harus ada sayurnya.
Dia tidak terlalu menyukai sayur tapi suami nya itu tetap saja memberi nya sayur.
"Yah, emang harus begini Yah, aku bosen tau Yah, sehari ajah, aku pengen makan rujak Yah" manja Annisa dengan tatapan puppy eyes nya.
Ya ampun Zidan tidak tahan dengan tatapan itu. Dia duduk di samping istri nya dan memegang tangan nya lembut.
"Sayang, kamu ngertiin aku dong, aku nggak mau anak kita kurang nutrisi yah Yang, kamu makan ini ajah dulu" kata Zidan, membuat Annisa cemberut.
"Aku mau makan rujak Yah, aku nggak mau makan sayur ini" ucap Annisa.
Aduh, adegan ini seperti seorang Ayah yang sedang membujuk anak nya untuk makan saja.
"Tapi ini masih pagi Bunda sayang, nanti kamu sakit perut" ucap Zidan yang sedikit menaikkan nada bicara nya, membuat Annisa berkaca-kaca.
"Aduh Yang, jangan nangis dong" Zidan kelabakan melihat Annisa , dia jadi menyesal telah berbicara sedikit keras pada nya.
"Mau rujak Yah" rajuk nya.
" Nanti siang aku beliin yah, sekarang kamu makan sayur dulu oke" bujuk Zidan.
"Tapi, rujak nya yang bikin Ayah yah" mohon Annisa.
"Siap laksanakan nyonya Zidan" ujar nya menirukan gaya seperti pelayan.
💢💢💢💢
Waktu menunjukkan pukul setengah dua siang dan di kediaman keluarga Zidan tepat nya di halaman belakang rumah sudah di tempati para wanita hamil.
Panas yang terik tidak menyurutkan niat mereka untuk menagih janji adik mereka dan sekaligus suami Annisa.
"Aduh, para bumil sudah nangkring di sini ajah, lagi pada ngapain" sapa Vita yang baru datang dari arah pintu samping.
Setiba nya Vita di kediaman keluarga besar Zidan, dia tidak menemukan seorang pun pemilik rumah itu, kecuali para pelayan.
Dia menanyakan kepada salah satu pelayan, dan pelayan itu menunjukkan keberadaan mereka di taman belakang, dan di sini lah dia, menemukan para ibu hamil itu yang sedang asyik bercanda dan berbincang hangat, dia merasa sudah seperti di sanggar senam hamil saja.
Vita ikut bergabung dengan mereka, dia duduk di samping Annisa, tangannya terulur untuk mengelus perut Bos nya itu.
Wah...Vita jadi iri ingin juga hamil lagi seperti mereka, tapi mengingat Revan yang masih kecil dia jadi mengurungkan niatnya.
Tak lama kemudian para suami mereka telah tiba dari membeli bahan untuk membuat rujak pesanan para istri.
Tapi ada yang lain dari penampilan awal mereka, sebelum pergi mereka begitu rapi, tapi pas pulang kok jadi begini penampilan nya.
Baju yang tadi nya rapi sekarang jadi acak-acakan, begitu juga dengan rambut mereka.
Dan yang lebih parah adalah.... Zidan....., dan hal itu sontak membuat Vita tertawa hingga hampir terjengkang, lebay sekali dia, tapi hal yang menyiksa bagi Zidan adalah hal yang terlucu bagi nya.
Annisa menatap ngilu suaminya, Naura dan Salsa yang melihat mereka tertawa sembari memegang perut mereka yang kram.
🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️
Zidan dan keluarga kecil nya memasuki rumah keluarga besar Husein. Dia memarkirkan mobilnya di garasi yang biasa digunakan nya untuk memarkir mobil nya saat dia tinggal di sini, Annisa langsung saja membuka pintu mobil dan berlalu masuk menggandeng tangan putri cantik nya meninggalkan sang suami yang menggerutu kesal karena di tinggal.
"Ya Allah, aku di tinggal ampun deh bumil, mood nya nggak bisa di tebak" gerutu Zidan.
Dia pun mengikuti istri nya yang sudah masuk terlebih dahulu.
Dia mendapati istrinya sedang berbincang dengan kakak-kakak nya mengenai rencana nya yang dia bicarakan waktu di telpon, dan Putrinya sudah pergi ke kamar Reyyan.
Rujak, lima huruf yang membuat nya jadi sasaran utama untuk emosi sang istri.
Dia ikut gabung dengan mereka kumpulan para suami. Saat dia dan para kakak ipar nya itu berbincang dengan seru, Annisa dan yang lainnya ikut bergabung, dia dan para kakak perempuan nya, beserta dengan tatapan mata puppy eyes mereka.
Zidan dan kakak ipar nya, punya firasat yang lumayan buruk, dan kata-kata dari istri nya itu mengawali firasat buruk nya itu.
"Yah, Bunda mau rujak yang bikin Ayah, tapi bahan-bahan nya juga Ayah yang beli oke" pinta Annisa.
"Oh yah, dan juga kakak-kakak ipar ku yang tampan pun juga ikut serta, iya kan Kak?" lanjut Annisa yang di angguki oleh kakak ipar perempuan.
" Satu lagi, beli bahannya harus di pasar internasional nggak boleh di supermarket" imbuh Salsa.
Kata-kata terakhir yang membuat para suami itu garuk-garuk kepala.
💢💢💢💢
Para suami pun pergi untuk memenuhi permintaan para istri mereka, hal yang membuat mereka enggan masuk ke dalam pasar tradisional adalah, para pengunjung yang kebanyakan ibu-ibu itu yang terkagum kagum dengan mereka, hampir saja tidak berkedip untuk waktu yang cukup lama, resiko jadi orang ganteng.
Namun mau nggak mau memang harus di laksanakan, hanya karena kata ngidam dan tidak mau anak nya ileran, mereka harus rela masuk ke pasar tradisional seperti ini. Siapa sih yang mencetuskan kata-kata seperti itu, bahkan bisa membuat para suami harus rela menjatuhkan harga diri nya.
Tapi bagi para istri itu adalah hal yang begitu romantis dan juga perjuangan para suami untuk memenuhi permintaan mereka adalah hal yang membuat mereka merasa di sayangi dan juga diperhatikan.
Terkadang juga masa ngidam mereka itu di manfaatkan mereka untuk mengerjai atau pun meminta perhatian lebih dari suami nya.
Zidan and Gang akhirnya dapat menyelesaikan permintaan istri-istri mereka.
Mereka menghela nafas panjang, dan keringat di dahi mereka membuktikan bagaimana kesabaran mereka harus menghadapi para pengunjung pasar yang ingin berkenalan bahkan mencubit pipi-pipi mereka karena gemas.
Sesaat mereka akan masuk ke dalam mobil, ponsel Zidan bergetar, dan nama Sayang muncul di layar ponsel nya.
Dia mengangkat panggilan itu, dia berkata bahwa dia sudah membeli semua apa yang di pesankan sang istri beberapa jam yang lalu, tapi suara di seberang sana melunturkan senyuman di wajah tampan itu.
JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENT YAH MAN-TEMAN 😊 VOTE NYA DONG YANG PUNYA POIN BANYAK BAGI-BAGI 😅