Single Parent

Single Parent
56.



HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.


Zidan sudah mendarat di Australia, dia menggunakan jet pribadi milik keluarga nya.


Sudah lama juga dia tidak berkunjung di negara yang terkenal dengan sebutan negeri kangguru dan penghasil wol ini.


Suasana malam di tengah kota Aussie ini sungguh membuat Zidan rindu, ruko tempat jajan yang biasa dia kunjungi pun sudah lebih maju sekarang, dan untuk melepas kerinduan nya pun dia masuk ke dalam untuk nostalgia dengan makanan kesukaan nya itu waktu dia tinggal di sini.


"Zidan?" sapa seorang wanita yang berada di salah satu kursi dekat dengan meja Zidan.


Zidan menoleh dan mendapati wanita cantik itu menghampiri nya, dia tersenyum melihat orang yang di kenali nya.


Tidak banyak yang tahu kalau Zidan berteman baik dengan nya, dia lah satu-satunya wanita yang dekat dengan Zidan saat dirinya tinggal di sini, dan juga dia lah yang membantu nya untuk mengenal jalanan di Aussie.


Karena memang apartemen Zidan masih satu lantai dengan nya, dan dari situ lah mereka akrab.


"Fika?" sapa Zidan balik.


"Yes it's me" jawab nya sumringah.


Dia berhambur ingin memeluk Zidan karena saking senangnya, namun di cegah Zidan dia tersenyum dan mengatupkan kedua tangan nya di depan dada.


Afika tidak heran jika Zidan seperti itu, karena dari yang dia kenal memang Zidan sangat dingin pada wanita, dan beruntung juga dia bisa mengenal dan juga mengobrol dengan nya meski pun masih dengan sedikit kaku.


Afika tersenyum,tak apa tidak mendapat pelukan, sudah bertemu kembali saja sudah sangat membuat nya senang.


"Kamu sendiri?, dimana pacar mu?" tanya Zidan setelah mereka duduk berhadapan.


"Aku sudah tidak dengan nya, dia selingkuh" ucap nya enteng.


Zidan mengernyitkan alisnya, gampang sekali dia bilang?, bukan kah dia begitu mencintai pacar nya itu?, tanya Zidan dalam hati.


"Nggak sedih?" tanya Zidan heran.


Afika menggeleng," ngapain sedih?, justru aku bahagia karena bisa lepas dari nya, dia itu memanfaatkan rasa cintaku untuk menyakiti aku" jelas nya.


"Sudah pernah aku bilang kan?" kata Zidan sembari terkekeh.


"Iya, aku juga mau minta maaf karena kebutaan aku membuat hubungan kita jadi renggang, terus pas aku tahu kebusukan dia, aku mau minta maaf sama kamu tapi kamu sudah tidak tinggal di sini, dan juga nomer ponsel kamu juga tidak aktif lagi" kesal Afika.


Zidan memang menonaktifkan nomer nya yang dulu, karena tidak mau di ganggu, dan pada akhirnya dia malah nyaman dengan nomer yang sekarang ini.


Afika memang orang nya supel, jadi dia cepat akrab dengan siapa saja termasuk Zidan.


Mereka pun terlibat obrolan hangat dan juga menghabiskan waktu malam mereka untuk bernostalgia.


💢💢💢💢


Annisa sedang di dalam ruangan nya di Restoran, dia mulai merasakan kesepian karena ketidak ada nya Zidan, dia beberapa kali menghembukan nafas panjang, membuat Vita yang berada di depannya jadi heran.


"Kamu kenapa Nis?" tanya Vita heran.


"Kangen" jawab nya singkat


"Baru sehari Bu, udah kangen ajah" ledek nya.


"Iya sih, tapi kok aku kangen banget yah?, apa karena hormon kehamilan aku yah Vit?" tanya nya heran.


"Mungkin baby nya nggak mau jauh-jauh dari Ayah nya kali" jawab Vita.


"Mungkin saja" saut Annisa.


"Bagaimana buat ngilangin kangen kamu kita pergi ke Mall ajah, biar rileks sambil nyari baju baby yang lucu-lucu gimana?" usul Vita.


Wajah Annisa yang tadi nya murung berubah jadi semangat, dia mengangguk cepat.


💢💢💢💢


Annisa dan Vita sudah berada di salah satu Mall, mereka mengunjungi setiap baby shop yang ada di Mall tersebut, Annisa sangat antusias dengan baju yang lucu-lucu itu, dia hampir kalap jika saja dia tidak di cegah oleh Vita.


"Ya Allah Nisa... buat apa beli sebanyak ini?,kan kemarin udah belanja, nggak usah banyak-banyak lah, baby kamu nggak akan kecil terus yah Nis" ujar Vita. melihat Bos nya itu mengambil hampir dua belas stel baju.


"Hehehe...abis lucu-lucu banget Vit, jadi pengen semua" jawab nya polos.


Vita menggeleng kan kepala nya, tak apalah asal Ibu hamil yang satu ini bahagia, dan lagi pula baru kali ini dia seantusias ini, biasanya tidak, dia bahkan enggan untuk pergi ke Mall bila tidak di paksa.


"Tapi jangan banyak-banyak juga ntar siapa yang mau pake?" ucap Vita.


Ekspresi Annisa menjadi murung kembali, dia menunduk mata nya berkaca-kaca Vita jadi kelabakan.


"Nis, jangan sedih lagi dong, oke, oke..kamu boleh ngambil tapi jangan semua oke" pinta Vita.


Annisa langsung mendongak, dia langsung tersenyum lebar, dia memilih beberapa baju.


"Eehh... Nis, ini nggak salah?, ya Allah Nis, ini mah hampir sama dong" ujar Vita.


Annisa hanya mengangguk polos dan tersenyum lebar. Membuat Vita menggelengkan kepalanya, bagaimana tidak?, temannya itu hanya meninggalkan dua stel baju saja, aahh...sudah lah, dari pada nangis repot.


Dan akhirnya dia mengalah untuk menyenangkan hati seorang ibu hamil ini.


1)ZIDAN RIDWAN AL-HUSEIN



2) AISHYAFA ANNISA



3) ASYIFA PUTRI ANNISA



Bonus foto untuk mempermudah kalian untuk mengekpresikan cerita yah.


ini hanya pemanis saja, kalian bisa buat karakter sendiri, ini karakter yang menurut author cocok hehehe..