Single Parent

Single Parent
57.



Ini adalah hari ke lima Zidan di Aussie dan hari ini adalah hari kepulangan dirinya, dia menepati janji pada sang anak dan istri nya itu, dan belum satu minggu dia di negara kangguru itu dia sudah menyelesaikan urusan nya.


"Akhirnya sampai juga di negara tercinta, udah kangen banget sama sayang ku"gumam nya setelah turun dari jet pribadi nya.


Kepulangan nya tidak di ketahui oleh siapapun terutama Annisa, dia ingin mengejutkan nya. Dan tak membuang waktu lama dia pun melajukan motor besar nya yang sebelumnya dia minta pada salah satu karyawan bengkel nya untuk mengantar ke bandara, dia dengan gagah membelah jalanan ibukota.


Sesampainya dia, tak jauh dari rumah, dia melihat mobil Annisa keluar dari pekarangan rumah.


"Mau kemana dia?" gumam nya pelan.


Tanpa menunggu lama dia melajukan lagi motor nya mengikuti mobil itu, di pertengahan jalan, ponsel nya bergetar, dia sejenak melihat ponsel nya dan terdapat nama Ibu mertua nya yang menelpon.


Dia berhenti dan langsung mengangkat, dia mendengar suara ibu mertua nya dengan nada yang panik, dia mengerutkan alis saat mendengar suara kesakitan orang yang amat dia cintai, siapa lagi kalau bukan Annisa sang istri.


"Apa?!, iya Bu aku segera kesana, ini aku juga sudah di Indonesia, tolong jaga istri saya ya Bu" pesannya.


Dia segera melajukan motornya menuju Rumah Sakit tempat di mana sang istri di larikan.


Tak menunggu lama, dia sampai dan langsung bergegas menemui resepsionis untuk menanyakan Annisa.


Setelah mendapat informasi dia berlari ke tempat yang di arahkan. Hanya ada Ibu mertua nya yang berada di luar ruangan, dia menghampiri dan menanyakan keadaan Annisa.


"Bagaimana Bu?, apa Annisa baik-baik saja?" tanya nya cemas.


"Lagi di periksa dokter di dalam Ibu tidak boleh masuk sama suster" kata nya.


"Ya Allah, kenapa bisa jadi begini Bu?" tanya Zidan.


"Ibu juga nggak tau, Annisa tadi kesakitan di kamar mandi" jelas nya.


Dan tak lama suster menyela pembicaraan mereka.


"Maaf apa suami dari Ibu Annisa sudah datang?" tanya nya.


"Saya suami nya sus, ada apa?" tanya Zidan panik.


"Bapak silahkan ikut saya untuk menemani istri bapak bersalin" ujar suster.


Zidan seketika mengangguk dan mengikuti suster ke dalam ruangan. Terlihat Annisa yang sedang menahan sakit, dia terus memegang perut nya yang begitu sakit mencengkeram.


"Sayang?" panggil Zidan.


Annisa menoleh dan mendapati suami nya itu ada di ambang pintu, cukup terkejut karena setahu nya sang suami ada di Australia, sejak kapan dia ada di sini, tanya nya dalam hati.


"Ayah, kapan pulang kok ada di sini?" tanya Annisa heran dan juga meringis sakit tapi dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya karena saat bersalin bisa di dampingi oleh sang suami.


Zidan mendekat dan menggapai tangan Annisa, dia genggaman erat sembari menciumi kening nya.


"Bunda harus kuat berjuang yah, demi putra kita" kata Zidan menguatkan.


Annisa mengangguk, dan instruksi dari bidan mengawali perjuangan Annisa untuk melahirkan keturunan nya dan sang suami nya itu.


" Ayo sayang kamu kuat, kamu bisa, ayo sayang sedikit lagi" ujar Zidan menyemangati.


"Ayo Bu, tarik nafas ya Bu dan dorong lagi yang kuat" instruksi dokter.


"Yah, nggak kuat Yah" ucap Annisa menyerah.


"Ayo bu, sebentar lagi kepala bayi nya sudah terlihat" kata bidan.


Sudah cukup lama perjuangan Annisa melahirkan putra nya, dan pada akhirnya suara lantang sang bayi yang membuat lega Annisa dan yang lainnya.


"Alkhamdulillah" ucap syukur Zidan mengakhiri perjuangan Annisa untuk melahirkan buah hati.


Zidan menciumi seluruh wajah Annisa dan menangis haru, dia berkali-kali mengucapkan terima kasih, harapan nya tercapai, harapan akan bayi mungil yang dia tunggu-tunggu kini terwujud.


Annisa menangis haru akan selesai nya perjuangan nya kali ini, bayi tampan nya telah lahir, dia berkali-kali mengucapkan syukur kepada Allah yang telah mempercayai nya lagi untuk memiliki anak laki-laki yang begitu tampan.


Zidan menggendong bayi tampan nya, dengan sayang di menciumi wajah tampan malaikat kecil nya itu, dia tidak menghiraukan darah yang masih menempel di badan bayi nya, dan dia langsung saja mengadzani sang putra, dan setelah mengadzani baru dia serahkan pada suster untuk di bersihkan, begitu juga dengan Annisa.


Zidan keluar dan keluarga besar nya sudah menunggu di luar ruangan.


Raut bahagia sangat terlihat jelas di wajah tampan nya itu, dia langsung memeluk Mama, Papa dan juga Ibu mertua nya. Tak lupa juga Kakak dan Ipar nya. Kebahagiaan nya begitu terpancar.


"Asyifa kemana Bu?" tanya Zidan yang tidak melihat putri cantik nya bersama mereka.


"Tadi lagi di jemput sama Vita sama Reyyan juga" ucap Ibu Annisa dan Zidan mengangguk.


💢💢💢💢


Annisa sudah di pindah kan ke ruang inap VIP, keluarga mereka gemas sekali dengan putranya.


Tak lama Asyifa dan Reyyan masuk ke dalam, mereka begitu heboh ingin melihat adik mereka.


"Ganteng banget sama kayak Ayah" kagum Syifa senyum nya begitu tak pudar dari wajahnya.


Kesampaian juga dia mempunyai adik seperti Bian, dan adik nya yang satu ini menurut nya lebih tampan, tapi bagaimanapun mereka tetap saja adik-adik nya, dan dia akan berlaku adil tidak membedakan mereka.


"Namanya siapa Bun?" tanya Syifa antusias.


"AMIER YUSUF AL-HUSEIN" jawab Zidan.


"Wah, hai baby Amier" sapa Reyyan, dia juga sama antusias nya dengan Syifa.


Mereka asik bermain dengan baby Amier, Asyifa terus saja mengajak berbicara baby Amier meskipun baby Amier belum paham.


Kebahagiaan mereka begitu lengkap dengan hadir nya baby Amier.


Zidan menghampiri Annisa, dia mengusap pipi nya sayang dan mengecupnya.


Kata terima kasih tak pernah lepas dari bibirnya.


"Ayah jangan bilang terima kasih terus, mau sampai kapan Ayah mau mengatakan hal itu terus" kata Annisa tersenyum.


"Selama nya sayang, dan itu tidak akan pernah berubah" ucap Zidan dan membalas senyuman istrinya itu.


Zidan memajukan kepalanya dan berbisik, bisikan yang membuat Annisa melotot, Zidan tersenyum puas melihat ekspresi wajah bidadari nya itu.


Annisa begitu gemas ingin menjambak rambut suami nya itu, baru tadi bermesraan sekarang bikin sebal, baru lahir ini, sudah pengen punya lagi ya Allah suami mesum nya itu memang bikin pengin cubit saja, gemas banget dia.


Author kasih foto baby Amier nih biar greget 🤗