
LOHHAA. MASIH DI SINI KAN?.
YUK LANJUT YUK LANJUT.
HAYOO SIAP KAN TISU NYA KALI AJAH AIR MATA IKUT MENEMANI 😁
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗
Asyifa sedang bermain kejar-kejaran dengan Bian dan juga Reyyan.
Tapi Asyifa pamit pada mereka untuk ke kamar mandi sebentar, tanpa pengawasan dia berlalu ke kamar mandi sendiri.
Kesempatan ini di gunakan oleh Yasmin, iya dia Yasmin yang menyandera Asyifa dengan menodongkan pisau pada leher Asyifa.
Leher Asyifa sedikit tergores pisau karena perlawanan nya.
Dia berjalan menuju ruangan dimana Annisa berada, tujuan nya adalah memberi kan hadiah pernikahan yang menyakitkan untuk mantan madu nya itu.
Karena dia tau kalau Asyifa adalah segala nya, dia ingin membuat Annisa menderita dengan cara membuat kematian Asyifa di depan matanya.
Mata nya sudah di buta kan oleh dendam, dia mengabaikan bahwa dia juga memiliki seorang anak.
💢💢💢💢
Yasmin menyuruh Asyifa untuk memanggil Bunda nya.
Dengan suara yang lantang Asyifa memanggil sang Bunda.
Seperti dugaan Yasmin, Annisa menegang, tenggorokan nya tercekat, dia tidak bisa berbicara, hanya air mata yang mengalir di pipinya itu.
Yasmin menyeringai, dia tatap satu persatu wajah penuh ketegangan itu.
Kali ini dia tidak main-main untuk membuat Annisa menderita.
"Yasmin, jangan nekat kamu, kalau kamu buat anak aku terluka lebih dari itu, aku tidak akan segan buat perhitungan sama kamu!" marah Aditya.
"Apa?, karena dia kamu mengabaikan ku, kenapa Aditya, kenapa?" marah Yasmin menunjuk Annisa dengan pisau nya.
"Bahkan sudah lebih dari sepuluh tahun aku menunggu kamu untuk membuat kamu cinta sama aku?, tapi kenapa? setelah Annisa pergi pun tidak ada rasa sedikit pun untuk ku" lanjut nya.
"Dan sekarang apa?, kau malah membawa anak ku, anak kita untuk menjauh dari aku Dit?!" ucapan Yasmin membuat Aditya bungkam sejenak.
Memang beberapa hari ini, Aditya tidak lagi serumah dengan Yasmin, dan dia juga membawa putra nya.
Dia sudah muak dengan kelakuan Yasmin yang semakin tak terkendali, selalu pulang malam dan dengan keadaan mabuk, dan itu membuat Aditya geram.
Bukan apa-apa, dia tidak peduli dengan keadaan Yasmin yang mabuk seperti itu, tapi sewaktu dia pulang larut malam dan melihat Yasmin juga baru saja pulang saat mabuk berat. Dan Bian melihat nya ketika terjaga di tengah malam.
Dengan ketidak sadar nya Yasmin yang telah berkata kasar pada Bian saat ingin di temani tidur, Bian menangis sesenggukan dan sejak saat itu lah Aditya pergi dari rumah nya dan membawa Bian.
💢💢💢💢
Kaki Annisa lemas, Zidan mendudukkan istri nya itu di kursi pelaminan, air mata nya luruh tak tertahankan, perlu di ingat Annisa memang agak trauma dengan darah.
Zidan beranjak dari pelaminan guna mendekati Asyifa, dia geram dengan pihak pengawasan hotel, mengapa orang ini bisa masuk, karena sebelumnya Zidan sudah mewanti-wanti agar tidak mengizinkan orang itu masuk, tapi apa hasil nya?, mereka malah kecolongan.
Vita dengan sigap menelpon pihak berwajib.
Asyifa bergetar ketakutan dan itu tidak luput dari pandangan Annisa.
Annisa melihat ketakutan putri nya, dia bangkit dari duduknya dan berjalan dengan sedikit kesusahan karena gaun pengantin yang dia gunakan.
"Jangan ada yang mendekati kita, selangkah lagi kalian datang ke mari, aku tidak akan segan dengan pisau yang aku pegang ini" ucap Yasmin menyeringai.
"Apa yang kamu lakukan?, kenapa kamu begitu tega dengan menggunakan Anak ku untuk membuat ku menderita?" tanya Annisa marah.
"Tidak kah kau cukup membuat aku menderita selama ini?!" tanya Annisa marah.
Yasmin hanya tersenyum miring.
"Tentu saja aku menggunakan anak mu, karena anak mu itu sangat berharga untuk mu bukan?!" tanya nya.
Dari arah samping Bian datang dan melihat kejahatan yang dilakukan oleh Mama nya sendiri.
itu hanya melihat panik dan tidak melakukan apa- apa, yang dia pikirkan adalah Kakak nya selamat.
"Mama kenapa jahat sama Kakak, Kakak kasihan dia berdarah Mah" kata bocah kecil itu menengahi ketegangan itu.
"Bian sini nak, ikut Mama yah kita pulang yah" ucap Yasmin yang sudah merendah kan suara nya.
"Nggak mau, Mama jahat, Aku nggak mau ikut
sama Mama" ucap Bian.
"Ini semua gara-gara kamu Annisa!!" teriak Yasmin tak terima.
Kenapa anak nya sendiri tidak mau bersama nya.
Yasmin semakin mengeratkan pisau nya pada leher Asyifa membuat Asyifa berteriak.
Semua semakin panik.
Bian berlari ke arah Mama nya dan menggigit lengan nya, membuat pisau yang di pegang nya terjatuh dan kesempatan itu di gunakan Zidan untuk menarik anak nya kedalam pelukannya, itu membuat Annisa lega.
Dengan merentangkan kedua tangannya dia menyambut putrinya, mereka berbalik dan sesuatu terjadi di belakang mereka bersamaan dengan teriakan semua orang.
Apa yang terjadi?, sesaat mereka berbalik melihat apa yang terjadi, mata mereka terbelalak melihat itu.
Bian berdarah, bocah kecil itu berdarah di bahu nya, sesaat kemudian Bian tumbang.
"Bian!!" teriak semua nya.
Aditya menghampiri Yasmin dan mendorong nya hingga tersungkur, dia beralih memangku putra nya yang sudah tidak sadarkan diri.
Yasmin terpaku melihat tangan nya sendiri yang bergetar, dia mencoba membunuh anak nya sendiri?, tidak!, dia ingin membunuh Annisa, tapi mengapa anak nya yang menjadi korban?.
Air mata nya mengalir deras, sesaat dia tersadar dengan yang terjadi, dia menengok ke arah putra nya, dia bangkit menghampiri nya.
"Bi..Bian.." ucap nya lirih.
Aditya menatap tajam Yasmin.
"Jangan pernah sentuh putra ku!!" bentak Aditya.
"Ma..maaf..a..aku nggak sengaja" ucap nya terbata.
Aditya menggendong Bian keluar dari hotel untuk membawa nya ke Rumah Sakit.
"Bi...Bian.. maaf kan Mama nak" kata Yasmin yang mencoba mengejar Aditya.
Sejurus dengan itu, polisi datang menangkap Yasmin.
"Lepaskan Aku, Aku mau bertemu anak ku" ucap Yasmin dengan meronta.
Annisa dan Zidan membawa Asyifa ke Rumah Sakit juga karena harus mengobati luka pada leher Asyifa itu.
Dalam perjalanan Asyifa tidak berhenti menangis, entah itu karena sakit yang dia rasa ataupun menghawatirkan keadaan Bian.
💢💢💢💢
Aditya sampai lebih dulu di Rumah Sakit, dia berteriak seperti orang yang kesetanan, memanggil siapa saja untuk menolong anak nya itu.
Bian segera mendapatkan pertolongan, Aditya menunggu dengan cemas.
Asyifa dan orang tua nya datang, Asyifa juga dengan segera mendapatkan pertolongan.
Setelah mendapatkan pertolongan, Asyifa dan yang lain nya menemui Aditya.
Aditya yang menyadari kedatangan mereka langsung berdiri, dia melihat putri nya dengan leher yang di balut perban membuat hati nya tercubit.
Asyifa berhambur memeluk Ayah nya itu dan menangis sesenggukan.
LIKE DAN COMMENT YAH MAN-TEMAN 🤗 TERIMA KASIH 😊 VOTE NYA DONG YANG PUNYA POIN BANYAK BAGI-BAGI 😅.