Serendipity Affection

Serendipity Affection
Kedatangan Kakak



"Citra, aku kembali untukmu, kali ini, aku pasti akan menjadikan kamu sebagai milikku. Apapun yang terjadi, aku menginginkan kamu Larasati Bunga Sucitra," Lirih Pria itu


.


.


.


1 bulan berlalu sejak Laras diijinkan untuk tetap bersama Gilang untuk beberapa lama, Laras menjadi tak perduli pada apapun, bahkan Laras enggan menatap wajah Gilang, Gilang merasa sangat terluka karena itu.


Disisi lain, Gilang memang tak bisa menutupi rasa bahagia karena akhirnya dirinya akan menjadi seorang Ayah, daripada bersama Laras, Gilang memang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersama Zara.


.


.


.


Suatu hari, di Mansion Keluarga Tama, kedatangan tamu-tamu yang tak diundang, saat Laras melihat siapa yang datang, Laras tercengang dan langsung memeluk 2 Kakak Angkatnya.


Dion merasa senang sekali karena bisa melihat adik angkatnya lagi setelah hampir 5 tahun tak bertemu,


"Dion, aku senang sekali bisa bertemu denganmu," Laras


"Kalau aku Bunga?? Kamu gak kangen aku??" Riku


"Aku juga merindukan Ryu," Laras


"Bunga, syukurlah kamu masih mengingat aku padahal sudah 5 tahun kita tak bertemu, aku sudah takut jika kamu tak akan mengenali aku lagi," Dion


"Bagaimana aku bisa melupakanmu Dion, kamu itu Kakak yang palinggggg terbaik yang pernah kumiliki," Laras


"Hei Bunga, kamu apa kabar?? Sudah cukup lama tak bertemu," Riku


"Aku tentu saja baik-baik saja. Dan liat, aku sedot lemak dan sedikit memperbaiki gigiku di Korea beberapa bulan lalu, aku tambah cantik kan??" Laras


"Iya, kamu itu adikku yang paling cantik dan manis," Dion


Laras melepaskan pelukannya ke Dion dan mencari-cari seseorang lainnya,


"Dion, dimana Vero??? Aku sudah lama sekali tidak melihat Vero," Laras


Dion dan Riku bahkan Gilang yang ada disana terdiam sesaat,


"Uhm, Bunga- itu-" Riku


"Vero ada kesibukan di luar negeri. Perusahaan Inti Keluarga Ningrat kan ada di Turki, jadi ya gitu, dia harus disana untuk bekerja," Dion berbohong


"Yahhh padahal aku juga kangen banget, biasanya saat aku seperti ini Vero pasti akan mencubit pipiku dan memelukku," Laras


Sedangkan Dion dan Riku mengerti maksud Laras karena telah lebih lama mengenal Laras daripada Gilang.


Laras yang selalu berada di dalam pelukan Vero dan perlindungan Vero setiap Laras merasa sedih dan tertekan masih berharap bisa mendapatkan hal itu sampai sekarang.


Rehant berdiri dan menyapa kedua putra dari mitra bisnisnya,


"Dion, Riku, kalian sudah lama sekali tidak kemari. Apa ada gerangan hm??" Tanya Rehant


"Tidak ada Om, aku dan Riku sebenarnya adalah Kakak Angkat Bunga, kami kesini karena merindukan Bunga," Dion


"Wah tidak disangka, Laras memiliki 2 Kakak Angkat yang dikenal sebagai Singa Keluarga Darama dan Penghasut Keluarga Kanha ini," Rehant


"Singa Keluarga Darama dan Penghasut Keluarga Kanha???" Laras membeo


"Iya, namaku memang tidak ada Darama nya tapi yaaa semuanya kan gak harus sesuai dengan aturan Keluarga," Dion


Dion tersenyum dan mengelus rambut Laras pelan, Gilang menjadi kesal sendiri, Gilang bangkit dan menjauhkan Laras dari Dion,


"Jangan menyentuh istriku terlalu lama," Gilang


"Kenapa?? Hubungan kalian itu sudah kandas, aku kesini karena ingin membawa pulang Bunga. Papa Bimo sudah tau mengenai perceraian kalian entah darimana dan kami disuruh untuk menjemput Bunga," Dion


"Apa?? Papa sudah tau?? Siapa yang memberitahu?? Ayah, Ayah yang memberitahu Papa Mertuaku??" Gilang


"Bukan Ayah-" Rehant


"Ibu yang memberitahu, apa masalahnya?? Orang Tua wanita itu harus mempersiapkan dana untuk satu orang pengangguran lainnya kan," Arina


"Tante Arin, bisakah Tante bicara lebih halus??? Wajah Tante itu putih mulus lho, tapi kenapa cara bicara Tante seperti tidak terpelajar," Dion


"💢💢💢," Gilang kesal


Dion mendekat ke Rehant,


"Om, maaf karena datang mendadak, namun bolehkah kami tinggal disini sampai waktunya Gilang dan adik kami berpisah??? Adik kami ini dari Kuliah tidak pernah kami biarkan terluka, Bunga sudah kami manjakan seperti Tuan Putri, karena itu kami tidak ingin Bunga terluka," Dion


"Baiklah, kalian boleh tinggal, kami berusahalah sebisa mungkin untuk tidak mengacau. Kalian mungkin adalah putra sahabatku, tapi ini tetaplah Keluarga Tama," Rehant


"Baik-baik kami mengerti, kami juga gak ingin berurusan dengan Para Tetua," Dion


"Laras, persiapankan kamar untuk Dion dan Riku," Rehant


"Baik, Paman," Laras


"!!!!" Gilang tercengang karena Laras bahkan sudah tidak memanggil Ayahnya dengan sebutan Ayah


Laras pun pergi bersama Dion dan Riku .