Serendipity Affection

Serendipity Affection
Penolakan Perceraian



"Aku tau, tapi aku tidak ingin kehilangan Laras, sampai kapan pun aku tidak rela bercerai dengan Laras," Gilang.


.


.


.


Kebesokannya, Gilang mengajak Laras pergi jalan-jalan setelah selesai sarapan, Gilang bahkan sengaja memberikan semua tugas kepada Rian dan membatalkan semua rapat.


Gilang mengajak Laras ke taman bermain, pantai, dan mall, mereka menghabiskan waktu seperti pasangan 17 tahun yang sedang kasmaran.


.


Tengah malamnya... Di kamar Hotel.....


Setelah mereka selesai melakukan "kegiatan" mereka, Laras memakai kembali dress tidurnya dan pergi ke kamar mandi, sedangkan Gilang dengan bertelanjang dada pergi mengambil minum.


Saat Gilang sudah selesai minum, Gilang melihat Laras baru keluar dari kamar mandi,


"Laras," Gilang


"Gilang, aku mau bercerai," Ujar Laras dengan cepat


"Apa??" Gilang


"Aku bilang aku mau kita bercerai," Laras


Laras mendekat ke Gilang,


"Aku tidak mau melanjutkan pernikahan lebih lama denganmu. Aku mungkin saja tidak bisa memiliki anak karena kemungkinan bulu-bulu anjing yang masuk kedalamku, dan aku tidak mau bernasib sama seperti Istri Pertama Ayah Mertua," Laras


Gilang menundukkan kepalanya, "Tapi aku gak mau," Gilang


"Hah??" Laras


Gilang menatap Laras dengan tatapan sedih, "Aku gak mau bercerai, aku sungguh mencintaimu Laras, aku tak perduli seberapa lama ataupun kita tidak akan memiliki anak, aku ingin tetap kamu menjadi istriku," Lirih Gilang


Gilang memeluk Laras,


"Aku tidak mau kehilangan kamu Laras, tidak mau. Aku akan bicara dengan Ibu supaya tidak menekan kamu Laras," Gilang


Gilang memeluk Laras dengan lebih erat,


"Bagaimana aku bisa hidup tanpa kamu Laras, aku tidak mau kehilanganmu Laras, percayalah Laras, aku tidak akan membiarkan kamu terluka walau hanya sedikit pun," Gilang


Gilang mencium Laras dan memulai "permainan" panas mereka lagi.


.


.


.


Sampai Mansion, Laras melihat Arina sedang melakukan perawatan kuku bersama seseorang yang sempat ia tau, yaitu Zara,


"Ibu, aku pulang," Laras


"Kau pulang juga, kemana aja kau?? Udah miskin, gak bisa melahirkan anak lagi, dan juga tukang hasut, kau tau, Gilang pertama kalinya mengomeli aku yang Ibunya sendiri, itu semua karena kau," Arina


"Yaa setidaknya aku tidak seperti seseorang yang datang untuk mengganggu hubungan pernikahan seseorang," Laras


Zara merasa tersindir, "Hei, jika kau gak ada maka aku dan Gilang pasti sudah bersama, aku sudah diperiksa normal dan cepat bisa melahirkan anak, gak seperti kau," Zara


"Kalau gitu, Ibu Mertua, kau adalah Ibu Kandung Gilang kan, maka suruh aja Gilang menceraikan aku, gampang kan?? Aku tidak suka hal merepotkan, jika memang harus pergi, aku akan pergi dengan senang hati," Laras


"Cih, jika aku menyuruh Gilang seperti itu, Gilang bisa membenciku, kau ingin hubungan anak dan ibu hancur?? Entah sihir apa yang kau berikan pada Gilang," Arina


"Pfft, jika aku ingin melakukan sihir, aku akan mencari yang lebih kaya daripada Pewaris Keluarga Tama. Dan, aku bukanlah yang pertama mengejar Gilang, tapi Gilang yang tiba-tiba datang dan melamarku. Jika Gilang bodoh karena memilih aku, maka kau yang tidak bisa mendidik Gilang," Laras


Laras pergi,


"Ukh, wanita gendut itu benar-benar," Arina


"Tante, sepertinya kita harus benar-benar menyingkirkan wanita itu, atau gak sihir yang ada pada Gilang bisa lebih besar," Zara


"Ya, kau benar Zara, hanya kamu yang pantas menjadi menantu Tante," Arina


Diam-diam Zara tersenyum jahat.


.


.


.


Hari berlalu, kehidupan Laras menjadi lebih berat karena Arina dan Zara yang tinggal bersama mereka.


Dan 3 tahun pun berlalu, Laras masih tak kunjung hamil, dan membuat semua orang bertanya-tanya,


dengan kesuburan Laras, namun Gilang masih percaya jika Laras pasti akan cepat mengandung walau ada sedikit keraguan jika Laras mungkin tak akan pernah bisa mengandung akibat bulu-bulu anjing yang mungkin masuk kedalam tubuh Laras.


Gilang selalu membela Laras saat Para Tetua Keluarga Tama menanyakan soal kehamilan Laras, dan Laras selalu diam dengan permintaan pengajuan perceraiannya.


Laras pun diam bukan tanpa alasan, Laras terdiam karena Laras tau jika Gilang juga sedikit merasa kecewa dengan dirinya yang belum bisa memberikan keturunan.


Hingga, Para Tetua dari Keluarga Tama pun mengadakan pertemuan tertutup dengan Laras dan Gilang yang hadir disana, bahkan Zara pun ada disana.