Serendipity Affection

Serendipity Affection
Permen 2(recipe)



"...tapi omongannya bisa setajam pisau, jangan mengambil hati nanti ya," Laras


"Baiklah, aku mengerti, aku akan berbuat baik pada teman temanmu," Gilang


.


.


.


Laras kembali fokus ke masakannya,


"Sebaiknya kamu makan siang saja dulu, aku akan melanjutkan membuat permen," Laras


"Aku akan membantu," Gilang


"Membuat permen gampang kok, kamu gak perlu membantuku," Laras


"Memangnya semudah apa??" Gilang


"Cukup masukan 2 gelas air dan 3 sampai 4 gelas gula, biarkan mendidih sambil diaduk agar tak gosong, terus kalau udah kira kira jadi, kita tes di air, kalau membeku berarti sudah jadi, tapi kalau masih mencair berarti belum jadi," Laras


"Terus yang isi kopi ini," Gilang


"Ah itu khusus buat Vero. Dia sangat suka kopi, jadi aku membuat permen kopi Bali untuknya. Cukup dengan 1 gelas air, seperempat sendok kopi, dan 2 gelas gula, cara masaknya juga sama," Laras


"Khusus untuk Vero?? Kenapa ada kata "khusus" itu??" Gilang jengkel


"Eh, dia cemburu, telinganya memerah, ahh manis sekali," bathin Laras


Laras tertawa pelan, "Ya karena Vero suka kopi, kopi yang sama kayak Papa, sedikit gula dan sedikit kopi, aku menamainya kopi gandar. Kamu mau??" Laras


Gilang sempat berpikir, "Boleh deh, aku mau coba," Gilang


Laras tersenyum, "Tidak perlu, baru Vero suka kopi yang agak pahit, kamu gak perlu mengikuti Vero untuk jadi keren, kamu kan sudah keren," Laras


Gilang tersenyum dan memeluk Laras,


"Baiklah, aku mengerti, aku akan mengikuti perkataanmu. Dan ya, untuk kopi, aku suka kopi yang manis seperti dirimu," Gilang


"Sudahlah jangan ngegombal," Laras


Anjing Laras menggonggong,


"Sepertinya mereka datang," Laras


Laras keluar dapur diikuti Gilang, Laras melihat Ryu duduk di dekat para anjing sambil bermain,


"Devotra kau tambah besar ya. Div jangan menjilatiku terus, aku tau aku manis," Ryu


"Khe, manis darimananya," celetuk Dion


"Dion, Ryu, Vero. Cepat sekali datang, ayo duduk dulu," Laras


"Bunga, aku membelikan snack untukmu," Dion


Mereka pun duduk di sofa rusak Laras,


"Wahhh, Kakak selalu saja membawa makanan," Laras


"Oh ya, mana Papa??" Dion


"Ah kau yang namanya Gilang??" Dion


"Iya, aku Gilang, tunangan Laras," Gilang


"Hn, namaku Dion, dan ini Rikukanha dan kau seharusnya udah bertemu Vero kemarin," Dion


"Ya. Tapi, kenapa kau memanggil calon mertuaku dengan Papa??" Gilang


"Kau tak tau ya, kami bertiga sepakat memanggil Papa Bimo dengan Papa, lagian kami juga udah dekat dengan Papa Bimo. Dan Nga, kamu belum jawab pertanyaanku, dimana Papa??" Dion


"Papa mungkin masih keluar, daritadi gak ada tuh di mana mana," Laras


"Oh, padahal aku membawakan kesukaan Papa," Dion


"Apa?? Mako*?" Laras


*daun sirih yang sudah dicampur pamor(kapur) dan buah base yang di tumbuk dan dikeringkan


"Ya, ini nanti berikan pada Papa," Dion


"Baiklah," Laras


"Oh ya, mana permenku??" Ryu


"Masih belum matang, aku akan lihat dulu. Oh ya, kalian mau dibuatkan minum??" Laras


"Ngak usah deh, kita juga beli minuman nih," Dion


"Baiklah," Laras


Laras mengambil minuman yogurt yang di tawari Dion, Laras pun pergi, dan terjadi hawa dingin bersamaan dengan tatapan membunuh di antara mereka berempat,


"Jadi- kau sungguh akan menikahi Bunga kami??" Dion


"Ya, aku mencintainya," Gilang


"Apa setelah pernikahan, Bunga hanya akan kau berikan cinta saja?? Tidak kan? Dia juga butuh makan dan segala sesuatu yang lain?? Bahkan aku mencoba mentraktir Bunga selama 1 minggu dan uang jajanku sebulan habis. Yang kutahu hanya Vero dan Dion yang bisa memenuhi kebutuhan Bunga," Ryu


"Apa susahnya?? Aku akan menjadi suami terbaik untuk Larasku," Gilang


"Kau yakin??" Vero


"Tentu saja," Gilang


"Yaa lupakanlah itu. Sekarang jawab pertanyaanku, kau dari Keluarga mana? Rasa rasanya aku tak asing melihatmu," Dion


"Hm, nama panjangku Gilang Pranata Tama, aku dari Keluarga Tama, tentu saja seharusnya kau tau aku Dion Elrick Saputra," Gilang


"Bagaimana kau tau namaku?? Tapi Keluarga Tama-?? Kau-??" Dion


"Ya, tapi jangan memberitau Laras, aku akan memberitahu Laras suatu hari nanti," Gilang


"Baiklah, aku mempercayai dirimu, tapi ingatlah, jangan pernah menyakiti Laras, aku tak akan mengampunimu jika kau membuat Bunga menangis atau lainnya, aku tak akan segan menghabisimu dan melupakan nama Keluargamu itu," Dion


Ryu dan Vero cukup terkejut dengan keputusan Dion,


"Itu sudah cukup untukku," Gilang