Serendipity Affection

Serendipity Affection
Penolakan Lagi



"....aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu," Gilang


"Aku tetap tidak mau," Laras


.


.


.


Laras melepaskan pelukan Gilang dan menjauhkannya darinya, Laras berbalik dan menatap Gilang,


"Alasanmu memang konyol, aku tak percaya yang namanya cinta pertama, kenapa aku harus percaya padamu? Aku bahkan tak mengenalmu," Laras


"Karena itu kita harus saling kenal Laras, aku juga sama sekali tak mengenalmu, kita bahkan baru bertemu kemarin, tapi aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama padamu Laras, dan aku serius kalau aku mencintaimu dengan tulus," Gilang


Laras menunduk, Gilang memeluk Laras,


"Percayalah padaku Laras," Gilang.


.


.


.


Saat Laras sudah menyeduh teh, Laras mengajak Gilang ke kamarnya dan Gilang duduk di ranjang Laras,


"Untung kamarku lagi bersih," Laras


"Aku bisa kok membersihkannya walaupun berantakan," Gilang


"Tidak perlu. Jadi, coba perkenalkan dirimu," Laras


"Namaku Gilang Pranata Tama, umur tahun ini 27 tahun, aku lahir tanggal 11 Februari, aku kerja multifungsi sih jadi aku gak pernah kerja di satu tempat, masalah gaji, setiap bulan bisalah buat nabung dan ngurus rumah," Gilang


"Ortu??" Laras


"Hah?? Ah, aku yatim piatu, tahun lalu orang tuaku meninggal dunia dan aku pun tak punya kerabat," Gilang


"Lalu adik adikmu kemarin??" Laras


"Ooo itu, aku sedang bekerja, dan mereka anak anak klien," Gilang


"Aku punya satu pertanyaan, jawabanmu lebih penting dari persyaratanku nanti," Laras


"Apa itu??" Gilang


"Jika kita berjodoh dan menikah, kamu mau tetap tinggal disini?? Pokoknya rumah ini menjadi rumah utamamu, kamu akan dianggap sebagai anak disini yang berarti urusan rumah ini adalah masalahmu juga," Laras


"Hm, no problem, aku malah senang dekat dengan mertuaku nanti. Sekarang aku mau kamu yang memperkenalkan diri," Gilang


"Baiklah, namaku Larasati Bunga Sucitra, usiaku 24 tahun, ultahku tanggal 30 Mei, sekarang aku bekerja sebagai guru sd dan kesibukanku hanya membuat novel dan mengurus rumah," Laras


"Aku punya satu pertanyaan, kamu menyukai cowok seperti apa?? Yaaa tipe idealmu saja," Gilang


"Aku suka cowok yang baik, penurut, tampan, tinggi dan yang pasti kaya," Laras


"Tipemu sempurna sekali," Gilang


"Tentu saja, aku dari kecil menderita aku gak mau anakku nanti seperti diriku," Laras


Gilang tersenyum,


"Ahhh kamu itu masuk dalam grup gombal kah?? Tapi aku gak akan terpengaruh sama gombalanmu," Laras


"Jadi bagaimana keputusanmu?? Kamu mau menerimaku??" Gilang


"Tidak mau, kau mungkin berbohong dan ternyata hanya membuatku menjadi taruhanmu saja bersama teman temanmu. Di dalam novel itu biasa terjadi," Laras


"Tapi ini bukan novel Laras, walaupun ini novel, hanya aku yang terluka disini karena aku tak akan membiarkanmu terluka," Gilang


"Baiklah, jika kamu percaya pada kesetiaan dirimu sendiri, aku akan menikah dengan kamu, asalkan kamu bisa bersahabat dengan kedua anjingku," Laras


Gilang tersenyum,


"Tak masalah, kamu ibu mereka dan aku adalah ayah mereka," Gilang


Tiba tiba terdengar bunyi perut keroncongan,


"Hehe aku belum makan sejak kemarin malam," ujar Gilang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Aku punya mie satu, kamu mau?" Laras


Gilang tersenyum,


"Boleh," Gilang


Laras pun pergi,


"Masalahnya, aku takut anjing, bagaimana aku bisa akrab sama kedua anjing Laras yang kayak singa itu," Gilang


Gilang pergi keluar tepatnya di depan kandang besi kedua anjing Laras, kedua anjingnya pun menggonggong,


"Aku hanya ingin berteman dengan kalian," Gilang


"Jika kau ingin berteman dengan mereka, kau harus tergigit dulu sama mereka," ujar Laras yang baru datang


"Hah? Tapi-" Gilang


"Jangan takut rabies, mereka sudah di vaksin kok, dan juga, hanya itu caranya. Berikan tanganmu," Laras


Laras mengambil tangan Gilang dan mendekatkannya ke para moncong kedua anjingnya,


"Div-Depot jangan nakal ya," Laras


"Jadi namanya Div dan Depot??" Gilang


"Ya, yang itam kecil namanya Div Vlokadev dan yang coklat besar namanya Devotra Kalagarbha," Laras


"Ooo," Gilang


Gilang mulai mengelus-elus Div dan Depot,


"Manisnya," Gilang


Setelah beberapa kali digigit dan pada akhirnya Gilang berhasil berteman dengan para anjing dengan bantuan Laras,


"Ah aku lupa. aku lagi masak mie," Laras


Laras segera ke dapur namun mienya sudah keburu gosong,


"Yahhh gosong," gerutu Laras


"Gak papa, kayaknya sayur buatanmu lezat, ini kayaknya pakai gula merah ya?" Gilang