Serendipity Affection

Serendipity Affection
Kesepakatan



"Papa, terima kasih banyak," Gilang.


.


.


.


Keesokannya, Laras dan Gilang duduk bersama dihadapan Papa Bimo,


"Aku ngak mau," Laras


"Laras, Papa bahkan belum ngomong," Papa Bimo


"Aku sudah tau apa yang akan Papa omongin, dan aku gak mau, jika aku pergi maka siapa yang akan merawat Papa?? Rumah juga, dan para kunyuk siapa yang akan merawat mereka?? Papa udah tua, Papa ngak bisa ngelakuin semua hal sendiri," Laras


"Aduh, kamu ini keras kepala sekali, kamu sudah menikah, jika Gilang masih punya keluarga maka sudah seharusnya kamu tinggal bersama Keluarga Suamimu, Papa bisa kok ngurus diri Papa sendiri," Papa Bimo


"Aku lebih pecaya sama iblis daripada omongan Papa huh, jika tidak ada aku maka Papa pasti akan jarang makan, pulang ke rumah tengah malam," Laras


"Hm, aku punya ide lain. Laras, bagaimana jika rumah ini kita renovasi jauh lebih baik dari sebelumnya, lalu aku akan memberikan beberapa pengawal dan pelayan di rumah untuk Papa, kamu bisa menelepon Papa setiap saat kapanpun kamu mau, Papa juga ada yang melayani 24 jam nonstop, bahkan Papa tak perlu jualan telur lagi karena aku akan memberikan uang bulanan untuk semua kebutuhan Papa, jika kamu tak percaya dengan pelayanan, maka Papa, ikutlah bersama kami, 3 bulan saja sampai Laras percaya akan pelayanan yang aku dan Keluargaku berikan," Gilang


"Tidak, aku tetap tak percaya jika Ayah diberikan Pelayan, bagaimana jika seperti di film maupun berita, banyak pembantu yang menyiksa tuannya yang sudah tua rapuh," Laras


"Kalau ada Kak Ros disini?? Jika Kak Ros diberikan banyak uang, Kak Ros pasti mau menjadi cctv hidup disini. Lagipula pelayan yang kuberikan nanti sudah bersertifikat, tidak mungkin mereka melakukan kekerasan," Gilang


"Benarkah??" Laras


"Percayakah padaku Laras, setidaknya untuk hal ini, aku sudah menganggap Papa sebagai Papa kandungku sendiri, aku tak mungkin mengharapkan hal buruk pada Papa, aku juga pasti akan memberikan pelayanan yang paling terbaik sebisa mungkin. Identitasku sudah terbongkar, sekarang tak ada alasan aku tak memberikan kemewahan pada Keluarga Istriku," Gilang


Laras menatap Gilang, tiba-tiba para anjing Laras menggonggong,


"Siapa yang datang??" Laras


"Ngak tau, Papa gak ada ngundang tamu," Papa Bimo


"Sepertinya aku tidak perlu memperkenalkan diri lagi, aku adalah Ayah kandungnya Gilang. Pak Bimo, Laras menantuku, aku minta maaf karena Gilang telah menutupi identitas aslinya, aku sebagai Ayahnya sudah menasehatinya tapi tetap Gilang takut kehilangan Larasnya, aku sebagai Ayah hanya bisa mendukung keputusannya," Rehant


"Ayah, Ayah kenapa kemari?? Paman juga," Gilang


"Aku hanya menemani Ayahmu ini," Rian


"Pak Bimo, jadi apa keputusanmu?? Keluarga kami hanya membutuhkan Pewaris, walau aku bilang mendukung keputusan Gilang, tapi jujur saja, aku sangat sedih, anakku satu-satunya pergi meninggalkan tahta perusahaan demi yang ia cintai. Jika Laras menantuku berkenan, aku ingin Laras ke Jakarta bersama Gilang dan menjadi Nyonya Muda Keluarga Tama, Pak Bimo juga bisa ikut ke Jakarta, aku akan merasa senang jika bisa tinggal bersama besanku," Rehant


"Tapi bukannya sedikit memalukan jika Ayah pengantin wanita ikut ke rumah orang tua suaminya," Papa Bimo


"Tentu saja tidak Pak, kami malah merasa senang, dirumah banyak anak-anak kecil yang kami angkat sebagai Keluarga untuk meramaikan rumah kecil kami jika Besan kami ikut, itu jauh lebih baik kan Pak Bimo," Rian


Papa Bimo berpikir sejenak,


"Baiklah. Laras, Papa akan ikut bersamamu ke Jakarta untuk beberapa bulan saja supaya kamu terbiasa dengan rumah suamimu," Papa Bimo


"Lalu Div-Devot??" Laras


"Kita bawa saja, kamu bisa merawat mereka tanpa mengganggu Papa," Gilang


"Baiklah, aku mau ke Jakarta," Laras


"Kalau begitu bagaimana jika kita berangkat sekarang?? 6 jam lagi Kak Rehant harus ke Perancis untuk rapat," Rian


"Kalau gitu, Laras, cepatlah berkemas," Papa Bimo


"Tidak perlu Pah, kita langsung berangkat saja sekarang, pakaian bisa dibeli nanti saat di Jakarta," Gilang


"Aku akan menyiapkan yang dibutuhkan saja," Laras


Laras bergegas masuk dan menyiapkan semuanya bahkan sampai untuk Papa Bimo, setelah semuanya, mereka pun pergi dengan membawa kedua anjing kesayangan Laras.