Serendipity Affection

Serendipity Affection
Vero 4(recipe)



"Bunga gadis yang menarik kan??" Vero


"Ya, mau tak mau aku harus setuju dengan itu," Dion.


.


.


.


1 minggu kemudian, ketiga cowok itu kembali tak bisa menemui Laras, hingga akhirnya Dion pun meminta bantuan pada seorang gadis yang satu banjar dengan Laras, Dion pun memaksa Ryu untuk ikut walau Ryu sudah menolak mati matian.


Sampai di rumah Laras, mereka bertiga sempat ragu untuk masuk, saat mereka akan masuk, mereka melihat Laras baru datang dari arah lain dengan membawa plastik hitam, namun Laras seperti tak mengenali mereka bertiga dan melewati mereka begitu saja,


"Bunga," panggil Dion


Laras berhenti dan menghadap belakang,


"??" Laras


"Kamu tak melupakan kami kan?? Aku Dion, baru seminggu kamu udah lupa," Dion


"Dion??? Ahhhh Kating yang waktu itu, aku kira kalian itu teman temannya Kakak sepupuku. Jadi kenapa kalian kemari??" Laras


"Kami ingin menemuimu," Dion


"Kenapa??" Laras


Tiba tiba suara motor mendekat, Laras melihat Papanya akan keluar dengan motor,


"Papa mau kemana???" Laras


"Biasa, nyari base* dulu," Papa Bimo


*daun sirih


Papa Bimo melihat Dion, Vero, dan Ryu,


"Mereka teman temanmu??" Papa Bimo


"Ya Pa," Laras


"Siang Om," sapa mereka bertiga


"Siang. Ah kalian masuk aja dulu, Papa harus cepat pergi," Papa Bimo


"Ya Pa. Papa jangan lama lama pulang," Laras


"Ya," sahut Papa Bimo


Papa Bimo pergi,


"Ayo masuk," Laras


Mereka pergi ke rumah Laras yang terletak paling barat.


.


Sampai rumah, kedua anjing Laras menggonggong karena 3 cowok dibelakang Laras,


"Kakak, aku gak bisa nyuruh duduk karena sofaku rusak, liat banyak yang berlubang," Laras


Vero langsung terduduk di single sofa begitupun dengan Dion dan Ryu yang duduk di triple sofa,


"Ahhh, aku akan membuatkan minuman," Laras


"Gak perlu, aku sudah membawakan makanan dan minuman," Dion


Dion mengeluarkan jajanan dan minuman kaleng cukup banyak,


"Aku dengar kamu suka coca cola, tapi minum coca cola gak baik karena itu aku membelikan yogurt kesukaan kamu," Dion


"Sebelumnya, aku mau nanya, kenapa Kakak dan Kakak dan Kakak selalu mendatangiku?? Kakak gak ada niat membullyku kan??" Laras


"Hei, apa maksudmu?? Kami membully?? Yang melakukan bully hanya seorang pengecut dan lemah, dan kami cowok tangkas anti bully, kita lebih milih 1 lawan 1 daripada 100 bully 1 orang," Ryu


"Yaaa Ketiga Kakak memang terlihat cowok baik baik, terus kenapa kalian mencariku terus?? Cepatlah, aku mau masak jajan," Laras


"Kalau lama??" Laras


"Ngak masalah, sekarang kan hari sabtu, ngak ada kuliah," Dion


"Baiklah, kalian tunggu saja disini, aku akan segera kembali," Laras


Laras pergi namun Vero mengikutinya,


"Kenapa orang kulkas itu ikut ke dapur??" Ryu penasaran


"Entahlah, kita tunggu aja," Dion.


.


Di dapur, Laras sedang menyiapkan semuanya,


"Kak Vero kenapa ikut kemari??" Laras


"Jangan memanggilku dengan Kakak, aku gak setua itu buat di panggil Kakak. Dan ya, aku hanya ingin membantumu masak saja," Vero


"??" Laras.


.


Walau bingung, Laras melanjutkan masak, Laras memecahkan telur dan memisahkan kuning dan putih, Laras memasukan putih telur ke blender ditambahkan gula dan garam secukupnya serta sedikit air, Laras juga memasukkan potongan pisang, dan memblender itu semua cukup lama.


Sambil menunggu, Laras mencampur kuning telur dengan gula dan garam lalu memasukannya ke dalam campuran tepung dan gula-garam, Laras mengaduk aduk pelahan agar tak tumpah,


"Bunga, ini di apain??" Vero


Vero menunjukan oreo yang Laras beli,


"Itu hancurkan saja, tapi jangan terlalu hancur. Oh ya, kamu bisa memotong pisang?? Potong agak tipis tapi jangan terlalu tipis," Laras


"Tentu bisa," Vero


Vero mulai melakukan pekerjaannya, di lain hal, Laras mematikan blender dan menuangkan campuran pisang, Laras mengaduk rata semua itu hingga adonan kental agak cair itu tercampur rata,


"Vero, pisang sama coklatnya udah??" Laras


"Udah kok, ini," ujar Vero sambil memberikan piring berisi oreo yang hancur dan potongan pisang


"Makasih," Laras


Laras memanaskan minyak di teplon, setelah minyak panas, Laras memasukan adonan sebanyak 1 sendok sayur sebanyak 4 kali karena teplonnya cukup besar, Laras menabur oreo dan pisang, diatas masing masing adonan, dirasa cukup matang, Laras membalik kue itu.


Saat sudah matang, Laras meniriskan kue itu untuk mengurangi minyak, Laras pun mengulang yang pertama hingga adonan habis, dan sambil menunggu Laras selesai masak, Vero tanpa sadar memakan kue buatan Laras,


"Bunga, kamu penyuka manis ya??" Vero


"Ya begitulah, aku bahkan suka juga cowok yang manis, tapi di kampus gak ada yang manis," Laras


"Semua orang menganggap Riku itu manis," Vero


"Maksudmu Kakak yang paling pendek diantar kalian??" Laras


"Pfft, iya," Vero menahan tawa


"Ryu lebih cocok jadi Kakakku, karena Ryu tipe ideal untuk jadi Kakakku," Laras


"Yaa dia pasti juga sama," Vero


"Oh ya, jadi kenapa kalian terus mencariku?? Bahkan sampai ke rumahku," Laras


"Dion merasa sangat menyesal karena bicara itu padamu, jadi dia mau minta maaf," Vero


"Lahhh aku kan sudah memaafkan Kak Dion," Laras


"Tidak bisa hanya seperti itu. Dion, dia punya masalah masa lalu yang benar benar tak bisa dilupakan," Vero


"Masalah masa lalu??" Laras membeo


"Dion dulu mengalami kebutaan dan mendapat penglihatannya kembali karena salah satu adiknya memberikan matanya dan dia meninggal, 2 adiknya yang lain juga buta dan salah satunya buta dan meninggal karena dirinya dan adik lainnya yang buta bunuh diri karena di bully. Sejak ketiga adiknya tiada. Dion sangat sensitif terhadap hal hal seperti itu. Bahkan Dion pernah memukuli seseorang karena orang itu membully orang buta, untung orang tua Dion kaya raya dan Dion pewaris mereka, jadi Dion selamat dari Polisi," Vero bercerita


"Separah itu?? Tapi kan aku gak buta?? Aku bisa ngeliat semua," Laras