Serendipity Affection

Serendipity Affection
Masalah Pernikahan



Disisi lain, Laras merasa senang karena Kakak Pertamanya yang selalu menyakitinya akhirnya tiada dalam kondisi mengenaskan sesuai harapan Laras.


.


.


.


Hari berlalu, hari pernikahan Gilang dan Laras hampir tiba, Gilang merasa senang karena Laras mulai mempersiapkan segala kebutuhannya di rumah Laras, bahkan Gilang sudah tinggal disana dengan ijin Papa Bimo.


Laras mengubah kamarnya sedemikian rupa, ranjang 100×200 cm sudah berubah menjadi ranjang 180×200 cm, Laras juga membeli lemari cukup besar yang masih muat dikamar kecilnya setelah Gilang memperluas sedikit kamar Laras.


Laras juga membeli beberapa peralatan bayi serta ranjang bayi karena merasa Gilang menginginkan anak secepat yang mereka bisa.


Gilang juga mulai belajar lebih dalam tentang budaya Bali, karena itu, Gilang mengikuti Papa Bimo yang merupakan salah satu pendiri Yayasan Seni dan Budaya Bali untuk lebih mengenal kebudayaan Bali yang amat banyak.


Gilang yang cepat belajar pun merasa senang karena Laras juga senang dengan yang Gilang lakukan.


.


.


.


Saat hari bahagia tiba, hari dimana Laras dan Gilang akhirnya terikat oleh ikatan pernikahan yang diadakan dengan ritual Hindu Bali, Keluarga Laras yang semua hadir serta Keluarga Gilang yang Gilang samarkan dan membuat semua orang beranggapan bahwa Rehant dan Rian adalah kerabat jauh sekaligus wali nikah Gilang.


Saat resepsi pun, para tamu banyak yang datang membuat pernikahan Laras dan Gilang menjadi yang terbaik.


.


.


.


Hingga suatu hari, beberapa minggu setelah menikah, saat Gilang dan Papa Bimo sedang pergi, seorang wanita tiba-tiba datang, Laras jelas bingung karena sama sekali tak mengenali wanita siapa itu, ditambah wanita itu terlihat sangat kaya raya,


"Kau yang namanya Laras??"


"Iya, kamu siapa??" Laras


"Aku Zaralisa, aku akan to the point, aku adalah Calon Istri Gilang, kami sudah membuat janji akan menikah 20 tahun yang lalu, jadi aku mau kau membatalkan pernikahanmu dengan Gilang. Aku akan membayarmu sesuai dengan keinginanmu jika kau meninggalkan Gilang, katakan berapa yang kau mau," Zara


"Janji akan menikah?? Gilang gak pernah cerita itu, kau pasti hanya mengada-ada, atau kau salah orang," Laras


"Aku tidak mungkin salah mengenali cintaku dari aku kecil, Keluarga kami bahkan sudah setuju untuk menikahkan kami," Zara


"Keluarga?? Gilang sudah tak punya keluarga, hanya ada beberapa kerabat jauhnya saja," Laras


Laras terdiam tak percaya.


.


.


.


Malamnya, Gilang datang setelah bekerja, Gilang membawakan roti bakar kesukaan Laras, Gilang melihat Laras sedang terduduk di ranjang, Gilang pun naik ke ranjang dan duduk disebelah Laras,


"Laras, Papa mana??" Gilang


Laras hanya diam dan membuat Gilang bingung,


"Hm, ini aku belikan roti bakar, kamu paling suka roti bakar kan," Gilang


Laras kembali diam, Gilang menjadi sangat bingung,


"Laras, ada apa?? Apa aku ada berbuat salah?? Katakan Laras," Gilang


"Namamu- Gilang Pranata Tama kan?? Nama Vero adalah Vero Raditya Ningrat, Vero berasal dari Keluarga Ningrat yang kaya raya, dan kau- berasal dari Keluarga Tama kan, kau adalah Pewaris Tunggal Keluarga Tama," Laras


Laras melihat wajah terkejut Gilang, Gilang sangat terkejut karena Laras mengetahui rahasianya,


"La-Laras," Gilang


"Kau- membohongiku Gilang," Laras


Gilang menggelengkan kepalanya, " Aku tidak bermaksud membohongimu Laras, aku hanya ingin kamu mempercayaiku dan kita bisa menikah, aku hanya menginginkan dirimu tanpa maksud lain, aku sungguh mencintaimu Laras," Gilang


"TETAP SAJA KAU MEMBOHONGIKU GILANG," Laras menaikan suaranya


Gilang menunduk,


"Kau menikahiku tanpa mengatakan kebenaran jika kau masih memiliki Keluarga, kau bahkan mengatakan jika kedua orangtuamu sudah tiada," Laras


"Aku tau dari pertanyaanmu waktu itu, kamu menanyakan soal orangtuaku, itu berarti kamu mengharapkan jika menginginkan seorang pria yang benar-benar sendirian tanpa kerabat dekat, dan dugaanku benar, aku hanya ingin kita selalu bersama. Laras mengertilah," Gilang


"Aku tidak ingin mengerti apapun," Laras


"Laras," lirih Gilang


Gilang semakin menunduk,


"Aku berniat menceritakan semuanya setelah menikah, tapi aku tak menyangka kamu mengetahui ini sendiri, maafkan aku Laras, aku meninggalkan perusahaan bahkan orangtuaku hanya demi dirimu Laras, aku sungguh mencintaimu Laras," lirih Gilang.