
"Ayo kita cepat menikah," Gilang
.
.
.
"Kamu benar-benar tak sabaran ya Gilang," Laras
"Tentu saja, kita harus cepat menikah supaya tidak akan ada lalat antara kita, aku takut jika kamu akan diambil orang lain," Gilang
"Siapa yang bisa mengambilku darimu, yang benar saja kamu Lang," Laras
"Aku sungguh sungguh mencintaimu," Gilang
"Baiklah," Laras
"Apa??" Gilang
"Katamu kamu mau menikahiku, ya baiklah, kata Papa kamu adalah pria baik yang tak boleh disia siai. Jadi kamu mulailah siapkan untuk pernikahan kita," Laras
"Benarkah?? Ah baiklah, aku akan menyiapkan semua sekarang juga," Gilang
"Sebelumnya, bantu aku masak dulu," Laras
"Oke siap sayangku," Gilang
Mereka pun pergi ke dapur, di dapur, Laras mengeluarkan 5 siung bawang putih, 6 siung bawang merah, 6 cabai merah kecil, 3 cabai merah besar, 3 tomat, 3 daun pandan, 1 sachet santan instan, sedikit terasi, 1 tempe, ikan tuna kecil(pindang), dan 6 sachet kecap,
"Jadi kita mau buat apa??" Gilang
"Pertama kamu blender bawang putih, bawang merah, cabe merah kecil, 2 cabe merah besar, terasi, 2 tomat, 2 gelas air, 3 sendok gula, dan 1 sendok garam," Laras
Gilang mengikuti instruksi Laras dan Gilang memblender semua bahan yang telah ia masukan,
"Lalu apalagi??" Gilang
"Biarkan lama yang diblender itu, aku akan memotong tempe dan pindangnya, sama tomat dan cabenya, kamu istirahat saja dulu," Laras
"Aku mau lihat kamu masak saja," Gilang
"Terserahlah," Laras
Laras memotong tempe dan pindang itu menjadi bagian kecil setelah dipisahkan dari tulang dan kepalanya, Laras mencuci pindang itu agar bersih, Laras lalu memotong kecil sisa cabe besar dan tomatnya, Laras lalu memanaskan sedikit minyak di teplon, setelah itu Laras memasukan tomat dan cabe besar, setelah di aduk aduk sebentar, Laras mematikan blender dan memasukan bumbu yang sudah halus itu, Laras memasukan santan, dengan api kecil lalu mengaduk perlahan, setelah sedikit mendidih. Laras menambahkan 3 sachet kecap lalu aduk lagi, lalu Laras menambahkan tempe dan pindang, mendidih sedikit, Laras menambahkan daun pandan, setelah agak mendidih, Laras menambahkan 3 sachet kecap sisa tadi, Laras mengaduk aduk perlahan. dengan api kecil, Laras membiarkan sebentar agar masakannya meresap dan matang.
Saat baru matang, Laras menatap Gilang sudah membawa piring berisi nasi,
"Laras, aku lapar," Gilang
"Kemarikan piringmu," Laras
Gilang memberikan piringnya dan Laras mengambilkan makanan itu,
"Tidak, cukup kok," Gilang
Gilang mengambil piringnya lagi lalu makan di sofa,
"Bagaimana??" Laras
"Enak, padahal gak isi jeruk nipis atau lemon. tapi rasa pindangnya gak amis," Gilang
"Itu karena daun pandan, waktu dulu aku pernah memasukan jeruk biasa, dan rasanya masih sama," Laras
"Jika kita menikah, aku harus lebih sering olahraga, atau gak, karena selalu makan makanan enak, aku jadi lupa diri dan terus makan," Gilang
"Gilang, saat sudah menikah, aku boleh tetap bekerja??" Laras
"Tentu saja, kenapa kamu menanyakan itu, apapun yang kamu mau lakukan maka lakukanlah, tidak ada satupun yang akan menghentikanmu," Gilang
"Baiklah, aku mengerti," Laras
"Masakanmu kali ini tidak membuat banyak cucian piring kayaknya," Gilang
"Waktu umurku 19 tahun, aku mager ngapa ngapain, jadi aku coba masakan yang simple," Laras
"Aku juga mau belajar masak deh supaya aku bisa membuatkan makanan terbaik di dunia," Gilang
"Ya ya, belajarlah memasak Gilang, kali aja aku jatuh cinta sama chef tampan Gilang Pranata Tama," Laras
Telinga Gilang memerah,
"Laras, kamu membuatku malu sendiri. Oh ya, aku membawakanmu sesuatu, cobalah lihat di bungkusan itu," Gilang
Laras mengambil bungkusan itu dan mengambil suatu kotak sedang
"Apa ini??" Laras
"Bukalah," Gilang
Laras membukanya dan melihat perhiasan perhiasan Ibu kandungnya yang telah ia jual,
"Aku mencari di toko perhiasan dimana kamu jual perhiasan itu tapi katanya semua yang kamu jual sudah dicairkan dan di jadikan perhiasan lain, karena itu aku membuat custom di toko lain yang bentuknya sama seperti kayak gambar di ponselmu," Gilang
Laras mendekat,
"Gilang," Laras
"Kenapa?? Bentuknya kurang mirip?? Kalau iya, aku akan membuatkan yang baru," Gilang
Laras memeluk Gilang,
"Gilang, terima kasih," Laras