Serendipity Affection

Serendipity Affection
Sahabat(recipe)



"Hmmmm enakkkk sekaliiii,. Oh ya, kentang ini gimana??" Ryu


"Bentar," Laras


.


.


.


Setelah semua adonan pisang tergoreng dan sedang ditiriskan, Laras mengambil kentang dan menambahkan kembali dengan tepung beras dan garam, Laras mengaduk perlahan agar kentang tak patah-patah,


"Wah kukira kentang bisa digoreng langsung, ternyata bisa diginiin ya," Ryu


"Aku pernah coba-coba buat dulu dan kata Papa ini enak, makanya aku mau buat lagi, mumpung ada saos," Laras


"Wah pasti enak, tapi aku gak mau makan jajan aja Bunga, aku mau makan nasi juga," Ryu


"Kalau begitu, kamu goreng kentang ini ya Ryu, gorengnya sedikit-sedikit aja biar gak nempel," Laras


"Oke," Ryu


Laras pun memotong bawang merah, bawang putih, dan cabe secukupnya, Laras juga memotong buncis dan wortel kotak-kotak, Laras juga mengsuir dada ayam, Laras menggunakan kompor satu lagi dan memanaskan minyak, Laras menumis bawang-bawang, cabe, garam dan juga terasi secukupnya,


"Wah kentangnya udah matang," Ryu


Setelah menggoreng cukup lama, Ryu meniriskan kentang goreng yang nampak lezat itu, sedangkan Laras memasukan daging ayam, menumisnya sebentar lalu menambahkan wortel dan buncis, memberi sedikit air dan kecap,


"Wah terlihat lezat," Ryu


Tiba-tiba Papa Bimo mengambil motornya,


"Eh Papa, Papa mau kemana??" Laras


"Ah, Papa mau ke rumah temen dulu sebentar," Papa Bimo


"Malam-malam gini??" Laras


"Bentar aja," Papa Bimo


"Gak makan dulu??" Laras


"Nanti aja," Papa Bimo


Papa Bimo pun langsung pergi,


"Papa kebiasaan deh," Laras


Laras pun kembali fokus masak bersama Ryu, sedangkan Dion pun memulai pembicaraan,


"Gilang, ikut aku keluar bentar, ada sesuatu yang ingin kubicarakan," Dion


"Baiklah," Gilang


Mereka pun pergi ke luar dan memulai pembicaraan mereka,


"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui itu Gilang??" Dion


Gilang menatap Dion,


"Kau sudah tau rupanya," Gilang


"Bagaimanapun Vero adalah temanku, tapi untuk kebahagiaan Bunga, aku bisa melakukan apapun termasuk melupakan jika Vero adalah temanku. Apa yang akan kau lakukan? Kau akan membunuh Vero??" Dion


"Kau sudah tau itukan, membunuh tanpa membuat bukti apapun ada itu adalah kebiasaanku," Gilang


"Baiklah, kau bunuh saja Vero, tapi jangan biarkan bukti apapun ada, apalagi yang menuju Bunga ataupun dirimu sendiri, itu bisa mengganggu pernikahanmu nanti," Dion


"Aku tau, aku akan membunuhnya dalam diam," Gilang.


.


.


.


"Ryu, aku sudah akan selesai, kamu panggil Dion dan Gilang sana," Laras


"Baiklah," Ryu


Ryu mencuci tangan lalu pergi.


.


Di luar, Ryu mendengar percakapan Dion dan Gilang,


"Baiklah, kau bunuh saja Vero, tapi jangan biarkan bukti apapun ada, apalagi yang menuju Bunga ataupun dirimu sendiri, itu bisa mengganggu pernikahanmu nanti," Dion


"Aku tau, aku akan membunuhnya dalam diam," Gilang.


Ryu terkejut,


"Gilang sungguh ingin membunuh Vero," bathin Ryu


Ryu pun menguping lagi, sedangkan diobrolan Gilang dan Dion yang tak mengetahui Ryu disana,


"Lalu kapan kau akan membunuh Vero??" Dion


"Tengah malam nanti, aku sudah mengirimkan pesan ke Vero," Gilang


"Jika dia menyiapkan bawahannya untuk membunuhmu juga??" Dion


"Jangan khawatir, aku juga punya rencana," Gilang


"Baiklah, aku hanya bisa bilang hati-hati dan semoga berhasil, aku tak bisa banyak membantumu karena Riku adalah sahabat baik Vero, jika dia tau kau akan membunuh Vero maka Riku akan menghentikanmu bagaimanpun juga, aku yang akan menghentikan Riku sementara waktu," Dion


"Aku mengerti, serahkan semuanya padaku, dan thanks Dion, setidaknya Kakak terbaik Laras berpihak padaku itu seharusnya sudah lebih dari cukup untukku," Gilang


"Hm, aku percaya padamu," Dion


"Sekarang ayo masuk, Laras pasti udah nyariin," Gilang


Mereka pun pergi tanpa mengetahui Ryu ada disana.


.


.


.


Saat Dion dan Gilang kembali, Laras melihat jika hanya 2 orang yang kembali,


"Eh, mana Ryu?? Tadi aku menyuruh Ryu untuk memanggil kalian," Laras


Dion maupun Gilang nampak terkejut


"Riku-" Dion


"Aku disini," Ryu


Ryu muncul dari belakang,


"Aku belum memanggil mereka Bunga, aku tadi ke toilet dulu, tapi ternyata mereka sudah kemari," Ryu berbohong


"Oh, baiklah, makanan sudah matang, Ryu katanya lapar, ambil nasi dan makanlah. Dion juga mau makan pakai nasi?? Aku dan Gilang sudah makan tadi, paling hanya nyemil aja sekarang," Laras


"Tidak, aku sudah makan tadi," Dion


"Kalau gitu aku akan ambil nasi dulu," Ryu


Ryu pergi, Dion menatap Ryu yang pergi.