Serendipity Affection

Serendipity Affection
Penolakan(recipe)



".... Jadi, maukah kamu menikah denganku Laras?" Gilang


"Apa??"


.


.


.


Pagi hari di kamar seorang wanita, wanita tersebut duduk termenung di kasur single bednya,


".... Jadi, maukah kamu menikah denganku Laras?"


"...maukah kamu menikah denganku Laras?"


"...menikah denganku Laras?"


"Ahhhh tidakkkkk!!" teriak Laras


Laras menatap lemari cermin di sebelahnya,


"Itu pasti mimpi, ya pasti mimpi," Laras


Laras bangun dari kasurnya lalu keluar rumah, Laras terkejut melihat lantai luar berantakan karena Rohan,


"Ya ampun, Rohan!!!"


Laras menjewer keras telinga Rohan,


"Akh!!! Mamakk!!!" Rohan


Laras melepaskan Rohan setelah mencubitnya keras, Rohan menangis sambil memeluk Ros,


"Dasar anak cewek," Laras


"Apaan sih Ras?? Rohan masih kecil, biarin aja sih," Ros


"Biarin apanya!! Emang mau sampai besar di manja kayak gitu!! Liat semua berantakan, siapa yang mau bersihin ini!! Kau sih enak, kau dateng, minta hotspot, nyuci baju terus pulang, sedangkan aku harus membersihkan ini semua!! Aku cape tau, udah harus kerja, biayain rumah dan juga biayainmu, kenapa selalu aku yang harus mengurus segalanya," Laras


Laras pergi.


.


Tak kurang dari 10 menit, Ros membawa pergi anaknya dari rumah Laras, Laras keluar dari kamarnya dan melihat rumahnya kosong karena Ayahnya Laras sedang keluar rumah dan Ibu tirinya masih tinggal di luar dengan alasan bekerja.


Laras pun pergi ke warung terdekat untuk membeli sayuran untuk masakan hari ini, saat sudah pulang dari warung, Laras pun mulai memasak di dapur,


"Hm, hm, hm, masak apakah hari ini?? Ah aku tau," Laras


Laras merebus dada ayam, terus memotong bawang putih, bawang merah, dan cabai merah, dengan teplon yang sudah di beri minyak secukupnya, Laras mencampur bawang bawang dan cabai dan mengaduk aduk, Laras menambahkan garam yang sudah di aduk dengan terasi secukupnya, setelah tercampur dan matang,


"Yaaa sambalku mateng juga," Laras


Laras menuangkan sambel itu ke mangkok sedang, lalu mencuci sedikit teplon tadi, Laras kembali memotong bawang putih dan bawang merah dan juga cabai, Laras memotong sayur buncis, wortel, dan tomat, Laras juga mencincang seledri secukupnya.


Saat daging sudah cukup matang, Laras mengangkat daging dan menaruhnya di air dingin, Laras memisahkan kulit, daging, dan tulang, Laras memotong daging secara kotak kotak tipis lalu mengesampingkan itu, Laras lalu mencincang tulang lalu memasukkannya ke air rebusan ayam dan memberinya garam untuk diberikan ke anjing anjingnya.


"Hm sudah matang," Laras


Laras mencicipinya sedikit,


"Hmmm enaknyaa," Laras


Tiba tiba kedua anjing Laras menggonggong, Laras pun keluar dapur dan melihat seorang pria yang ia temui sedari kemarin,


"Hai Laras,"


"??"


"Aku Gilang, masa kamu sudah melupakanku??" Gilang


"A-Aku tau kok, kau mau apa kemari?? Kok tau rumahku??" Laras


"Aku menemukan ini," Gilang


Gilang menunjukan suatu liontin gembok,


"Disini kamu memberitau namamu dan alamat bahkan nomor teleponmu, yaa jadi aku ikuti saja petunjuk disini, ternyata jauh juga ya dari rumahku, padahal aku sudah dari jam 4 berangkat lohh," Gilang


Laras mengambil liontin itu,


"Ahh makasih, sekarang kamu sudah bisa pergi," Laras


"Masa tamu diusir sih, setidaknya kan ajak duduk dulu," Gilang


"Kamu liat sendirikan sofaku rusak, jadi gak bisa nawarin duduk," Laras


Gilang langsung duduk di single sofa yang sudah setengah busanya hilang,


"Aku sudah duduk," Gilang


"Aku akan buatkan minuman," Laras


Saat Laras akan pergi ke dapur,


"Jadi bagaimana jawabanmu?? Aku masih menunggu lohhh," Gilang


"Jawaban?? Aku belum mau menikah, aku masih terlalu muda untuk menikah, aku bahkan belum punya tabungan. Dan kau, aku bahkan tak mengenalmu dengan baik. Aku gak mau salah menikah seperti kedua orang tua dan kedua Kakakku," Laras


Laras pergi. Di dapur, Laras memanaskan air hangat, namun tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang,


"Laras," Gilang


"Apa yang kau lakukan??" Laras


"Terimalah aku," Gilang


"Jangan memaksaku," Laras


"Kamu menolakku langsung tanpa kamu mengenalku, ini mungkin terdengar konyol tapi aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu," Gilang


"Aku tetap tidak mau," Laras