Serendipity Affection

Serendipity Affection
Kencan



"Laras, maaf membuatmu terkejut," Gilang


"Kamu kenapa berteriak?? Ada apa??" Laras


.


.


.


Gilang dengan tiba-tiba mencium Laras dan memeluknya sebentar lalu melepaskan pelukannya,


"Jangan khawatir, aku hanya bertengkar dengan teman kerjaku," Gilang


"Ahhh aku harap kau jangan bertengkar terlalu lama, nanti kau bisa sepertiku. Dulu, waktu baru semester 1, setelah aku bertemu Dion, Vero, dan Ryu, aku pernah marah sama teman teman satu kelasku karena tak memberiku kelompok yang membuat aku harus presentasi mandiri selama beberapa lama, lalu Dion datang dan membuat pesta yang memberikan peringatan pada teman teman satu kelasku, bahkan Vero sampai hampir memukul teman perempuanku hanya karena beberapa kali menghinaku dan meremehkanku, tapi setelah itu, aku selalu mendapat kelompok belajar paling pertama walaupun aku tak pernah chat grup," Laras


"Tapi bukannya kamu seharusnya lebih aktif di kelas dan grup chat kelas??" Gilang


"Kau pikun ya?? Aku tak terlalu sering memegang hp, aku harus bekerja di rumah dan menulis sinopsis secara offline biar hemat kuota. Tapi karena alasan alasanku itu, aku malah dibelikan notebook dan 2 hp sekaligus oleh Vero dan setiap bulan 100GB pasti selalu ada di setiap ponsel, jadi ponsel asliku khusus buat nulis, dan 2 hpnya lainnya untuk chat grup dan chat pribadi, bahkan Vero pernah ngechat di grup kelasku biar terlihat aktif padahal saat itu aku sedang memasak nasgor buat Vero," Laras


"Benarkah?? Sepertinya si Vero itu memang menyukaimu," Gilang


Laras tersenyum lalu duduk di sofa single,


"Jika beneran Vero menyukaiku, kau bisa saja mati kapan saja, Vero itu jauh lebih jahat dari Dion, jika bukan karena uangnya mungkin Vero bisa jadi preman penjahat kakap" Laras


Gilang duduk disebelah Laras,


"Tapi kayaknya itu gak akan terjadi, Vero sudah dijodohkan dan akan segera menikah, dia harus menuruti Kakeknya, dia itu cucu tunggal yang berharga untuk Keluarganya tau. Ryu biasa bercanda dengan menyebut Vero dengan Cucu Kakek," Laras


"Baguslah, berarti hanya aku saja yang akan memiliki dirimu," Gilang tersenyum


"Oh ya, kenapa kau bisa mendapatkan kepercayaan Dion? Kau hebat sekali," Laras


"Aku hanya mengobrol dari hati ke hati, dan aku berhasil mendapatkan kepercayaan Kakak angkatmu itu," Gilang


"Benarkah?? Wahh kau hebat sekali, dosen saja kadang kadang tak bisa mendapatkan kepercayaan Dion," Laras


"Oh ya, minggu nanti kamu ada waktu??" Gilang


"Mungkin ada, kenapa??" Laras


"Ayo kita kencan, kita kan tak pernah kencan," Gilang


"Kemana??" Laras


"Kemana aja boleh," Gilang


"Kalau ke pantai Kuta?? Dari pantai kita mampir ke Mu Gung Hwa??" Laras


"Iya, itu minimarket Korean, ada banyak barang barang Korea disitu," Laras


"Ah baiklah," Gilang


Laras dan Gilang saling tersenyum.


.


.


.


Di sisi lain, Vero pergi ke sebuah villa di dekat ubud, seorang pelayan pria tua menyambutnya,


"Tuan Muda, anda datang?" Pelayan


"Dimana Kakek??" Vero


"Tuan Besar sedang bermain golf di taman belakang," Pelayan


Vero pergi ke taman belakang, Vero melihat seorang pria paruh baya,


"Kakek," Vero


Pria tua itu melihat Vero yang mendekat,


"Ahh Cucu Tunggalku akhirnya datang," Pria tua yang adalah Kakek Vero yang bernama Azhant


"Kakek, siapa Keluarga Tama??" Vero


"Kenapa kau menanyakan itu?" Kakek Azhant


"Katakan saja?!" Vero menaiki nada suaranya,


"Keluarga Tama adalah musuh bebuyutan Keluarga kita, tapi Papamu malah menikahi Ibumu dan melahirkan dirimu," Kakek Azhant


"Aku tak perduli dengan hubungan Papa dan Mama, aku hanya ingin tau, siapa Keluarga Tama dan kenapa Keluarga Tama berteman dengan Keluarganya Dion??" Vero


"Keluarga temanmu itu Keluarga yang solidaritasnya sangat tinggi, mereka tidak kenal kawan maupun lawan, mereka bisa berteman dengan siapa saja, tapi Keluarga Tama dan Keluarga kita adalah musuh abadi, walaupun kau mempunyai darah dari mereka, kau tetap Cucu Tunggalku Pewaris Semua Kekayaanku, jika bukan karena itu, kau mungkin sudah mati seperti Papa dan Mamamu itu," Kakek Azhant


"Jadi aku memang mempunyai darah Keturunan Keluarga Tama, sial!!" Vero


"Kenapa?? Apa ada yang mengganggumu??" Kakek Azhant


"Ya, ini sangat menggangguku. Aku menyukai seorang gadis, tapi dia akan menikah dengan penerus terakhir Keluarga Tama. Aku tidak akan membiarkan," Vero