Serendipity Affection

Serendipity Affection
Prolog



Memasuki usia 24 tahun, aku beruntung karena lulus kuliah S1 di umur 22 tahun dan tidak menunggu terlalu lama dan tanpa menyogok, aku bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus dan bisa mendapat uang pensiunan karena aku sudah diangkat menjadi guru SD tetap.


Dan hampir lupa, namaku Larasati Bunga Sucitra, panggilanku Laras sebagai antagonis dan Bunga sebagai protagonis usiaku 5 bulan lagi tepat 24 tahun pas ditanggal 30 Mei nanti.


Antagonis dan Protagonis??


Yaaa, kalian pasti memikirkan kenapa aku antagonis dan protagonis, itu karena ya aku itu agak jahat, semua orang mempunyai pemikiran kalau aku ini jahat, tapi yang sudah mengenalku akan menganggapku sebaik malaikat. Namanya juga manusia, tentu saja bisa berbuat salah dan beranggapan seenak jidat.


Sekarang tanggal 31 Desember dimana orang orang sibuk mempersiapkan ini dan itu untuk perayaan tahun baru.


Aku sendiri tak mempersiapkan apapun, karena aku hanya punya seorang Ayah dan Ibu Tiri jahanam yang harus aku rawat, dan 3 anakku.


3 anak??!!


Bukan anak asli kok, maksudku itu 2 anjing kesayanganku dan seekor kelinci putih yang menyebalkannya minta ampun.


Ohya ohya, aku juga seorang Army, walau Army tapi aku nggak punya satupun album๐Ÿ˜” karena uang pensiunan ibuku habis untuk kost dan hal lain, tapi aku bisa memperbaiki rumahku, yang tadinya kosong jadi terisi penuh.


Dan satu fakta tentangku adalah AKU GAK PERNAH PUNYA PACAR, GEBETAN, ATAUPUN TEMAN COWOK, anjirr bin anjay kan?? Huh!! Aku gak pernah mikirin cowok manapun ya walaupun aku selalu mikirin V BTS tapi kan mustahil sama V๐Ÿ˜”๐Ÿ˜” Akupun gak tau rasanya mencintai ataupun dicintai karena aku menganggap cinta itu adalah beban. Yaaa beban berat yang tak bisa kuurus sendirian.


Lagipula aku memiliki badan yang sangat tak bagus, kulitku sawo kematangan karena selalu kena matahari dan jarang mandi untuk irit air, aku juga cukup gemuk karena waktu masa kecil aku adalah anak kesayangan yang dipenuhi kasih sayang oleh orang lain.


Namun Kakakku yang namanya Rosena Candtri atau panggilannya Kak Ros tiba tiba mengajakku ke pantai disiang bolong ini, katanya mau nyari cogan disana padahal dia sudah bersuami, punya anak lagi 1 cowok yang nakalnya minta ampun.


Dan walaupun aku tau kalau aku hanya dimanfaatkan, aku tetap pergi bersama Kak Ros ke pantai.


Ngomong ngomong, aku tinggal di pedalaman di daerah Bali, bukan maksudnya ikut ikut main di Bali, tapi aku memang dari Bali.


Sampai di pantai sanur, aku berenang sendiri di pantai karena Kak Ros mengurus anaknya yang bernama Rohan.


Aku pun berenang sendirian, aku pun bingung mau ngapain, aku mencoba menyibukkan diri di dalam air, hingga tiba tiba aku merasa ada yang menekanku dari belakang hingga aku agak kelelep di dalam air cukup lama.


Aku membuka mataku ternyata aku masih didalam air, namun yang aneh adalah ADA SESEORANG YANG MENCIUMKU, aku tersentak dan menjauhkannya.


Aku menaikan kepala dan anak anak yang bermain di dekatku sudah agak menjauh mengejar bola,


"Kamu gak papa?"


Aku terkejut melihat pria itu,


"Ah iya, aku gak papa," ujar aku


"Syukurlah, maafkan adik adik aku ya, mereka memang nakal," pria itu


"Iya, gak papa, aku- aku akan pergi,"


"Sebentar-"


Aku tak perduli perkataannya dan aku memilih kabur.


.


"Kak-"


"Syukurlah kau datang, ayo kita pulang," Ros


"Baiklah, aku akan ganti baju,"


"Ya cepatlah," Ros


Aku bergegas berganti baju.


.


Selesai ganti baju, kukira akan langsung pulang ke rumah, namun Kak Ros malah membawaku ke taman kota padahal hari semakin lama semakin gelap, tepat jam 8, petasan kecil mulai dinyalakan, pemandangan yang cukup indah dan aku menyukainya.


.


.


.


Tak terasa sudah jam 12 malam, taman sudah sangat ramai dan aku terpisah dari Kakak, aku mencoba memberanikan diri berdiri di antara orang,


"Yaaa, waktunya kita hitung mundur ya!!"


Aku mendengar suara mc dan teriakan orang orang, saat petasan sudah diluncurkan,


"Wow, ahh, selamat tahun baru-"


"Selamat tahun baru,"


Aku terkejut melihat pria yang tadi,


"Selamat tahun baru untukmu," pria itu


Pria itu secara tiba tiba menciumku lagi tepat dibibirku,


"Namaku Gilang Pranata Tama, namamu??" ujar pria yang namanya Gilang ini


"A-Aku Laras,"


"Laras?? Namamu cantik juga. Jadi, maukah kamu menikah denganku Laras?" Gilang


"Apa??"