Serendipity Affection

Serendipity Affection
Belanja(recipe)



Setelah banyak berbelanja, mereka memilih untuk berkeliling mencari bahan masakan atas permintaan Laras.


.


.


.


"Laras, kamu mau membeli apa aja??" ujar Gilang sambil mendorong troli


"Aku juga gak tau, aku ingin memasak untuk semua, tapi gak tau apa yang harus di masak," Laras


"Dirumah ada puluhan koki untuk memasak, masakan mereka juga sangat enak, kenapa kamu masih repot memasak sayang??" Gilang


"Aku sedang ingin memasak, kenapa?? Masalah untukmu??" Laras


Gilang sadar jika sudah menyinggung Laras,


"Ngak sih. Ka-Kalau gitu gimana kalau buat camilan yang sering kamu buat," Gilang


"Ahhh ngak jadi deh, aku sudah tak berminat berbelanja," Laras


Laras berjalan mendahului Gilang,


"Ugh, Laras kalau ngambek kan bisa bahaya, bisa-bisa aku gak akan dapat jatah sebulan, aku harus mendapatkan maaf Laras," Gerutu Gilang dalam hati


Gilang pergi mengejar Laras.


.


.


.


Malamnya, saat sudah selesai makan malam, Laras pergi ke dapur, Laras melihat banyak Pelayan sedang mencuci piring dan bersih-bersih, namun setelah melihat Laras datang,


"Nyonya Muda, anda kenapa repot-repot ke dapur??" Tanya Kepala Dapur(Pak Dodi)


"Hmmm... Aku- Aku ingin memasak sesuatu sendiri, bolehkah aku memasak disini?? Aku akan membersihkannya nanti," Laras


"Nyonya Muda ingin memasak sendiri?? Apakah Nyonya tidak suka masakan buatan Para Koki??" Pak Dodi


Laras menggeleng pelan, "Bu-Bukan begitu, aku hanya tiba-tiba ingin makan makanan kesukaanku, jadi aku ingin memasaknya sendiri," Laras


"Ahhh baiklah, saya akan menyuruh beberapa asisten Koki untuk membantu Nyonya Muda," Pak Dodi


"Gak perlu, aku akan memasak sendiri, aku bahkan sudah membeli bahannya sendiri," Laras


Laras masuk ke dapur, Laras nampak terkejut karena dapurnya yang bahkan lebih besar daripada rumahnya.


.


.


.


Laras mulai mengeluarkan semua bahan masakannya, yaitu : tepung tapioka, tepung beras, bumbu balado bubuk, minyak, mie goreng dan mie rebus.


Laras mulai menuangkan beberapa setengah kilo tepung beras dan seperempat tepung tapioka, Laras memberikan garam secukupnya dan juga beberapa mili air, Laras mengulen adonan hingga tercampur lalu menggulung adonan hingga memajang.


Setelahnya, Laras memotong adonan itu kecil-kecil, Laras memanaskan sepanci air, Laras juga menambahkan minyak di rebusan air, setelah air mendidih, Sera menuangkan semua adonan yang telah dipotong kecil-kecil itu kedalam panci, Sera juga menambahkan minyak lagi supaya tidak lengket.


Setelah hampir matang, Laras meniriskan kue beras itu dan dengan menggunakan teplon, Laras memasukan satu sampai 5 gelas air dan kue beras itu kedalam teplon, juga memasukan 1 mie goreng dan 1 mie rebus beserta bumbu-bumbunya dan bumbu balado bubuk.


Laras mengaduk masakannya sebentar, saat mie sudah matang, Laras pun menyajikan topokki homemade itu ke mangkok karena ada sisa kuah.


Laras tersenyum puas melihat topokki ala dirinya, Laras pun mencuci semua peralatan yang ia gunakan, Laras juga membersihkan tempat-tempat yang ia gunakan saat memasak.


Setelah semua beres, Laras pun duduk di meja di dapur dan memakan topokki sendirian,


"Hmmm lumayan," Laras


Laras pun memakan topokki yang cukup banyak itu.


.


.


.


Dikamar Gilang, Gilang penasaran kenapa Laras belum juga datang setelah makan malam, Gilang pun turun, Gilang mencari ke kamar Papa Bimo namun tak melihat Laras, Gilang pun mencari Laras ke dapur.


Saat di dapur, Gilang melihat Laras sedang memakan sesuatu sendiri, Gilang mendekat ke Laras dan duduk di samping Laras,


"Wahhhh, makan enak gak ngajak-ngajak, aku juga mau, suapin aku dong, Aaa," Gilang mangap lebar-lebar


"Gak boleh, katanya makanan buatan Koki-Kokimu paling enak, makanan buatanku bukan apa-apa. Walau aku akui emang enak banget sih buatan Para Koki," Laras


"Walau begitu, masakan kamu tuh jauh lebih enak dari apapun, cepat suapi aku, aku ngiler banget nih," Gilang


"Huh, lain dimulut lain dihati, dalam cerita, kau itu pasti pemeran yang paling tersiksa tau," Laras


"Yaaaa tentu saja aku tersiksa, asalkan bersamamu, siksaan apapun ya terserah," Ujar Gilang lalu tersenyum.