Serendipity Affection

Serendipity Affection
Permen



".... Aku jadi kesal. Hanya aku yang boleh memiliki Laras, Laras milikku," Gilang.


.


.


.


Kebesokannya, Laras pergi bekerja dan seperti biasa 3 pria tampan juga datang lebih awal,


"Bunga, aku mau permen," ujar Ryu


"Permen??" Laras


"Iya, udah 3 bulan yang lalu kan kita berkumpul di rumahmu dan kamu membuatkan permen, aku mau itu lagi. Aku mencoba membuatnya dirumahku, malah hangus," Ryu


"Pffft," Laras mencoba menahan tawa


"Hei Rikukanha, jangan manja," Dion


"Hei, aku gak manja. Gimana Bunga?? Bolehkan?? Pleaseeee," Ryu


"Iya, baiklah. Tapi belikan aku gula, aku gak mau membuang gula dirumahku," Laras


"Ini, sudah kubelikan," Ryu


Ryu memberikan dua bungkus gula 1kg,


"Nanti aku akan main ke rumahmu," Ryu


"Baiklah," Laras


"Bunga, katamu, kamu akan melanjutkan S2 PGSD, itu jadi??" Dion


"Aku belum punya biaya yang cukup. Gajih guru sd hanya 4 juta per bulan, bayar listrik dan air sudah 1 juta, beras dan gas juga, sisa 2 juta buat makan 1 bulan, untungnya ini sekolah dekat jadi gak perlu naik angkutan," Laras


"Ahhh jadimu susah juga ya, harus ini dan itu. Sebaiknya kau cepat menikah, aku kasihan melihatmu jadi pembantu yang memberikan uang," Ryu


"Yaaa kau benar sih. Aku bahkan masih berhutang pada Vero yang telah meminjamkan 2M untukku supaya Papaku bisa bebas hutang," Laras


"Aku hanya membayar jasamu, kamu menerimaku di rumahmu selama 1 bulan, aku harus membayar itu kan?? Jadi jangan menganggap itu hutang yang harus dibayar," Vero


Laras cemberut, "Tapi kan 1 bulan juga kau yang memenuhi kebutuhan, kayak makanan yang kita makan semuanya delivery," Laras


"Tetap saja," Vero


"Bunga, jangan berdebat dengan Si Vero, kau tau sendiri, Vero memang menyebalkan. Dan ya, aku juga akan main ke rumahmu, aku gak mau kehabisan permen," Dion


"Baiklah-baiklah, kalian datanglah ke rumah, aku akan membuatkan permen," Laras


Ryu bersorak, "Yesss dapet permen," Ryu.


.


.


.


"Tumben gak tidur Nga??" Ryu


"Tunanganku sudah menunggu di luar, aku harus cepat," Laras


"Bunga, kau tak di desak oleh tunanganmu itu kan?? Aku gak mau sampai kamu diperbudak olehnya," Dion


"Ah ngak kok, dia sangat baik, walaupun gak masuk tipe idealku, dia sangat tampan dan baik, kapan lagi aku bisa menemukan cowok kayak dia," Laras


"Kamu masih lemah sama wajah tampan, pantas kamu masih belum berani menatap Vero wkwkwk," Ryu


Pipi Laras memerah, "Apaan sih, aku ngak gitu, aku hanya tertarik dengan kebaikan dan ketulusannya. Su-Sudahlah aku pergi duluan, Gilang udah nungguin, sampai jumpa nanti dirumah," Laras


Laras kabur,


"Vero, pantas Bunga mau berteman denganmu, itu karena wajahmu tampan, padahal sifatmu udah kayak kutub," Ryu


"Kau mau mati hah?!" Vero kesal


"Riku, sudah, hentikan, jangan ganggu Vero lagi, gak ada gunanya kau menganggu Vero, aku sengaja menyuruh kau untuk meminta permen agar kita punya alasan ke rumah Bunga, kita harus liat pria yang namanya Gilang itu baik atau gak pada Bunga, jika dia baik, kita biarkan, tapi kalau dia gak benar-" Dion


"Kita habisi dia," sambung Vero


Dion mengangguk setujui.


.


.


.


Di rumah Laras, Laras melepaskan sepatu dan tasnya, dan langsung pergi ke dapur tanpa berganti pakaian, Gilang merasa bingung dengan Laras yang seperti itu pergi mengikuti Laras kedapur, Gilang melihat Laras memasak air dan menuangkan gula cukup banyak sebanyak 2 pancj yang salah satunya diberikan kopi Bali serbuk,


"Laras, kenapa??" Gilang


"Teman temanku akan kemari," Laras


Laras merapihkan Gilang,


"Aku kan sudah cerita kemarin. Aku punya 3 teman cowok, dan mereka akan kemari. Kau harus ingat ini Gilang, Papa mungkin bisa saja menikahkan aku denganmu sekarang juga, tapi Dion, dia Kakak angkatku, dia terlalu siscon dan over protective, jika kamu melakukan satu hal yang membuatnya tidak menyukaimu terhadapku, dia bisa menjauhkan kita berdua untuk selamanya," Laras


"Dion??" Gilang membeo


"Iya, kemarin kamu bertemu Vero kan, Dion ini adalah anak dari temannya Kakeknya Vero, bisa dibilang mereka kayak keponakan dan paman yang berumur sama, jadi sifatnya ya juga sama sedikit. Nanti juga ada Ryu, nama asli Rikukanha, dia cukup bersahabat tapi omongannya bisa setajam pisau, jangan mengambil hati nanti ya," Laras


"Baiklah, aku mengerti, aku akan berbuat baik pada teman temanmu," Gilang