
"Ya, aku mencintai Riku, tapi negara ini dilarang menyukai sesama jenis, karena itu rahasiakan ini sebagai balas budi padaku, kau mengerti??" Dion
"Tentu saja," Gilang.
.
.
.
Kebesokan pagi harinya, Laras sudah berada disekolah namun dirinya bingung karena 3 Pria yang selalu ada disampingnya tiba-tiba resign dari sekolah dan menghilang tanpa jejak.
Laras mencoba mengirim pesan namun tidak ada satupun yang membaca maupun membalas pesannya. Laras mencoba mencari ke rumah mereka namun tidak ada juga, Laras mencoba mencari informasi kemana-mana namun nihil.
.
.
.
Hari pun berlalu dan 1 bulan terlewati, Laras merasa sedih karena para Kakak angkatnya atidak ada, Laras pun merasakan betapa susahnya pekerjaan menjadi guru SD setelah selama ini selalu dibantu bahkan sangat terbantu karena ada Dion, Riku, terutama Vero.
Pada suatu hari minggu, Laras mengijinkan Gilang datang setelah beberapa kali ditolak datang pada hari Sabtu dan Minggu, Gilang pun datang dan akhirnya bertemu dengan semua keluarga Laras termasuk Kakak Perempuan Laras yaitu Ros, serta Kakak Laki-laki Laras yang bernama Kle.
Di bagian rumah Laras, Gilang merasakan tatapan dari Kle dan Ros yang sedang menyidangnya,
"Jadi kapan kalian bertemu pertama kali?? Laras tidak pernah cerita apapun," Ros
"Benar, tiba-tiba saja kalian akan nenikah," Kle
"Ah, aku bertemu dengan Laras saat tahun baru Kak, dipantai saat itu, pertemuan kedua saat ditaman pada tengah malam festival tahun baru," Gilang
"Huh? Kenapa Laras gak cerita apapun??" Ros
"Mungkin Laras ingin memberikan kejutan," Gilang
"Lalu mana Laras?" Ros
"Didalam kamar," Gilang
"Cih kebiasaan anak ******," Kle berkata kasar
Gilang menjadi kesal tiba-tiba,
"Kakak, bisa Kakak lebih sopan memanggil Laras?? Aku tidak terima jika calon istriku dipanggil seperti itu," Gilang kesal
Kle berdiri,
"Cih anak ******* pasti akan berpasangan dengan anak yang *******," Kle
Kle pergi, Gilang bertambah kesal, namun Ros menghentikan Gilang yang ingin mencegat Kle,
"Jangan," ujar Ros sambil menggelengkan kepalanya
Gilang kembali terduduk,
"Kak Ros, sebenarnya-" Gilang
Gilang melihat Laras yang keluar dari jendela kamarnya, Gilang menurut lalu pergi dan masuk bersama ke dalam kamar Laras,
"Laras, ada apa??" Gilang
"Kamu sudah tau kan sifat si Kle, itulah alasan mengapa aku ingin suamiku ada dirumahku, aku menginginkan suami yang bisa melindungiku dan bisa diajak merawat Papa," Laras
Gilang akhirnya menyadari hal yang selama ini selalu disembunyikan Laras, hal yang egois namun beralasan kuat, Gilang tersenyum lalu memeluk Laras,
"Aku akan melindungmu apapun rintangannya, kamu hanya milikku dan aku adalah milikmu, gunakan aku sesukamu Laras," Gilang
Laras memeluk balik Gilang,
"Aku bersyukur bisa bertemu dengan calon suami yang sepertimu Gilang," Laras.
.
.
.
Tengah malamnya, Kle mendapat pesan tantangan, Kle menjadi marah dan pergi ke tempat tantangan itu, namun tak disangka, Kle malah melihat Gilang,
"Yo, kita bertemu lagi Kle," Gilang
"Kau calon suami Laras kan, Gilang??" Kle
"Ya, tapi sepertinya kau bukan Kakak yang baik, aku sudah mencari informasi tentang dirimu, kau sering sekali menyakiti Larasku," Gilang
"Cih, kau ternyata sama saja seperti 3 Kakak palsu Laras itu," Kle
"3 Kakak palsu?? Maksudmu Dion, Vero, dan Riku?? Ah walau aku membenci Vero, tapi harus kuakui mereka itu jauh lebih baik darimu untuk menjadi Kakaknya Laras, sedangkan manusia sepertimu sangatlah tidak pantas menjadi Kakaknya Laras," Gilang
"Kau tidak bisa menganggap pantas atau tidak, si cewek ****** itu," Kle
Gilang menggepalkan tangannya,
"Sudah kubilang jangan menyebut Laras dengan sebutan kotor itu bangs*t," geram Gilang
Gilang pun menembak Kle tepat di kepalanya, Kle tewas ditempat dan Gilang tak berhenti disitu, Gilang terus menembaki Kle dengan semua peluru yang ia bawa secara acak, mayat Kle pun dipenuhi oleh peluru,
"Manusia sepertimu pantas mati," Gilang
Gilang pergi dan membiarkan tubuh Kle tergeletak tak bernyawa.
.
.
.
1 bulan kemudian, mayat Kle baru ditemukan dan karena terbatasnya keuangan, Kle hanya dikuburkan tanpa niat untuk diaben(ritual pembakaran mayat), walaupun begitu pernikahan Gilang dan Laras menjadi tetap terundur beberapa hari.
Disisi lain, Laras merasa senang karena Kakak Pertamanya yang selalu menyakitinya akhirnya tiada dalam kondisi mengenaskan sesuai harapan Laras.