
Di kelas waktu itu.
"Eeee Mad, wajah mu kenapa?"
"Tidak apa co, aku hanya tersandung"
"Ah yang benar Mad, aku tau itu bekas pukulan Mad"
"Oiya Co, bagaimana, kamu sudah memahami buku buku yang telah aku berikan Co"Ahmad mengalihkan pembicaraan
"Iya Mad, aku sudah mulai memahaminya dikit demi sedikit, dan benar saja semua yang ada di dunia ini telah di sebutkan semuanya dari jaman dahulu, oiya Mad bagaimana cara nya aku untuk menjalankan ibadah, bukan kah di sana tertulis bahwa kita harus melaksanakan sholat"
"Iya dan syarat utamanya, kamu harus bersyahadat terlebih dahulu co, namu apakah orang tua mu mengizinkan kan Co"
"Yaaa tenang saja Mad ini adalah pilihan ku, mau mereka mengizinkan atau tidak, aku tetap akan melaksanakan nya Mad"
"Baik lah Co, nanti aku akan membawa mu ke salah satu ustad, untuk menjadi saksi bahwa kamu telah menjadi sorang Muslim, dan selanjut nya aku akan mengajari mu bagaimana tata cara sholat"
'Terimakasih saudara ku, kalau tidak ada kamu mungkin aku tidak akan mengerti kemana seharus nya aku"
"Iya sama sama saudara ku, semoga kamu selalu dalam lindungan nya(Allah)"
Semetara Claudiya dan teman teman nya"Lolita bukan kah kah hari ini giliran mu" Tanya Miranda
"Hmm iya Mir"
"Apa yang sudah kamu siap kan untuk mendekatinya"
"Haha, kita lihat saja nanti Mir"
"Oiya Lilia, bukan kamu kemarin kerumah nya Ahmada"Sahut Claudia
"Yang benar Claudiya"Aleta,Miranda,dan Lolita penasaran
"Iya, kemarin aku ingin kerumah Ahmad untuk melihat kondisi nya, namun aku melihat mobil Lilia terparkir di depan rumahnya, ya sudah karna Lilia sudah ada di sana aku pun pulang"
"Hahaha ya enggak lah Mir, aku hanya lewat mau ke Warteg tempat aku biasa makan, dan aku melihat dari jendela mobil ku seperti melihat Ahmad, makanya aku berhenti dan mengamati itu memang Ahmad atau bukan, setelah itu aku pun langsung pergi hanya itu Mir, namun kami bertemu kembali di Warteg,
dia menyangka kalau mobil aku itu mobil nya claudiya karena itu dia pun mampir ke Warteg, kalau saja dia tau itu mobil ku, mungkin dia akan lewat saja"Lilia pun menceritakan ke jadian kemarin
"Namun sial nya aku hampir di tabrak sepeda motor waktu aku ingin pulang, dan untung saja ada Ahmad, dia menyelamatkan ku dan itu kren sekali"
"Hmmm, sepertinya aku sudah tinggal jauh ni,ucap Miranda
"Oiya lilia, apa kamu tau lebam yang ada di wajah Ahmad"Tanya Claudiya
Lilia pun menunjuk ke arah Carlos"Dia datang dan memukuli Ahmad, Ahmad terlalu baik sehingga dia tidak membalas nya"
"Ohhh, jadi dia pelaku nya"
Mereka berempat serentak melihat ke arah Carlos
"Awas kamu ya Carlos, aku akan memukul mu"Arleta sambil mengepalkan tangan nya
Kelas pertama pun berakhir
"Heyyy Lilia, nanti kamu bawa Carlos ke ujung kampus ya"Tempat biasa Claudia merokok
"Iya tenang saja Arleta, serahkan saja padaku"
Mereka berlima sangat kompak,tentu mereka berlima bukan rang mudah untuk di tangani
"Carlos…",Llilia pun menghampiri Carlos
"Eeee, Lilia kenapa, apakah kamu baru sadar sekarang bjahwa hanya aku yang pantas untuk mu
"Eemm kalau bukan untuk menjebak mu, aku malas sekali untuk bicara dengan orang satu ini,ucap Lilia dalam hati nya"
"Oiya Carlos bisa ikut sebentar"Carlos sangat senang mendengar nya,karna ini pertama sekali lilia baik ke pada nya"