Sacred Love

Sacred Love
Bab 7



"Aduh ada apa denganku, kenapa aku begitu ceroboh kalau dia tau, bisa mati karena malu aku"Ucap Lilia


Lalu Lilia pun berhenti di sebuah Warteg langganan nya yang tidak jauh dari rumah Ahmad,Lilia tidak malu untuk makan di Warteg


Terkadang, orang orang di sana yang melihat Lilia, mereka pun memberi kan pujian ke pada Lilia.


Stelah menyelesaikan kesibukan di rumah nya, Ahmad pergi keluar untuk mencari makan sambil untuk menghibur dirinya,


Sambil berjalan, Ahmad selalu bersholawat, dari ke kejauhan Ahmad melihat mobil Lilia


"Hmmm bukankah itu mobil Claudiya, ternyata dia juga makan di Warteg, apa mungkin itu dia,ya sudah aku akan lihat saja ke sana sekalian makan"Ahmad pun ke sana


"Eeee, Ahmad"Lilia kaget melihat Ahmad


"Apakah dia mengikuti ku"Dalam hati Lilia


"Ternyata kamu,aku kira kamu Claudiya" Ahmad yang melihat hanya sekilas


"Eee Mad, kamu juga mau makan"


"Iya, oiya bukan kah tadi kamu berada di depan rumah ku, lantas kenapa kamu hanya berdiam di mobil mu"


"Ohhh itu, tadi aku hanya lewat saja dan aku hanya memperhatikan, itu sebenarnya kamu atau bukan"


"Ohh begitu, aku sangka tadi kamu Claudiya, karna mobil kalian itu sama"


"Oiya Mad, kamu mau pesan apa, dan terimakasih telah menghormati ku dengan menundukkan pandangan mu, saat bicara pada ku"


"Terimakasih kalau kamu mengerti,aku bisa pesan sendri"Ahmad pun memesan


Ahmad hanya memesan nasi putih dengan telur dadar di atas nya, setelah mengambil pesanan nya Ahmad pun duduk di bangku lain, namun Lilia yang melihat itu malah menyusulnya dan duduk berhadapan dengan nya


"Bolehkan mad aku temani,aku juga mau makan loh"


"Iya silakan"


"Selain baik dan tampan, apa lagi yang sebenarnya kamu punya Mad, kamu nyaris sempurna, ah…mungkin aku sungguh jatuh cinta kepada mu "Ucap Lilia yang merenung melihat Ahmad


"Neng, ini makanan mu"


Lilia kaget"Eh iya, terimakasih bu"


"Neng kok melamun"Ibu itu mencolek Lilia


"Oiya neng, tampan sekali pacar mu"


"Hmm, bukan Bu, dia teman ku"


"Teman, apa teman"goda Ibu itu


"Iya Bu teman ku, dan doakan saja ya Bu hehehe"


"Iya neng tenang, kalu di lihat lihat kalian pasangan yang sangat serasi"


Ahmad yang mendengar itu langsung malu malu Ahmad juga manusia loh


Mereka pun selesai makan, pas didepan Warteg ada sebuah sepeda motor yang melaju kencan, remnya blong menuju ke arah Lilia yang hendak pergi ke mobil nya,untung saja Ahmad melihat dan langsung berteriak sambil berlari menuju Lilia, Lilia hanya diam dan pasrah mamun Ahmad tepat waktu menyelamatkan Lilia dalam pelukan nya


Mereka sempat bertatapan,Ahmad melihat wajah cantik Lilia sehingga membuat Ahmad terpanah, namun Ahmad tersadar dan langsung memalingkan muka, dan perlahan melepaskan Lilia


Pengendara motor tadi dengan kencang nya pergi


"Terimakasih mad sudah menyelamatkan ku,aku sungguh berhutang budi kepada mu"


"Tidak apa apa Lilia, sudah seharus nya sesama manusia saling tolong menolong"


"Aku benar benar jatuh cinta pada mu Mad"Ucap Lilia dalam hatinya sambil terus memandangi wajah Ahmad


Tak lama selang kejadian itu, tak sengaja Carlos dan dua teman nya lewat dan melihat mereka berdua,Carlos yang melihat pun murka dan menghampiri Ahmad dan Lilia


"Hey bajingan, bukan kah aku sudah memperingati mu, apakah kamu sudah bosan hidup"


"Kamu kenapa sih Carlos, bukan kah sudah ku bilang aku tidak ingin bersama mu, jangan macam macam ya kamu"Ancam Lilia


Carlos yang mendengar semakin marah


dan memukul Ahmad, terjadi perkelahian di sana


Ahmad di pukuli Carlos dan teman nya, hingga Ahmad tak berdaya dan tampa perlawanan sedikit pun,


Lilia yang melihat mereka begitu langsung berteriak, dan semua orang yang ada di dalam Warteg berlarian mengejar mereka


"Iya seperti yang kamu lihat"


"Ayo, aku bantu kamu berdiri"


"Tidak Lilia, aku bisa sendiri"


"Terserah kamu!"Lilia yang tidak peduli dengan omongan Ahmad langsung merangkul Ahmad membawanya kembali ke Warteg


"Bu aku minta air hangat,obat merah, sama perban ya Bu"


Ibu warteg pun menyiapkan nya


"Sini Mad, aku obati "


"Tidak perlu Lilia, aku bisa sendiri"


"Kamu tu ya"Lilia langsung duduk di samping Ahmad dan tidak menghiraukan Ahmad dan langsung saja mengobati luka Ahmad


"Aduh sakit "Ahmad sambil memegang tangan Lilia


"Astagfirullah"Ahmad langsung melepaskan tangan Lilia


"Maaf Lilia"


"Iya, tidak apa apa mad"


Ahmad pun selesai di obati oleh Lilia


"Oiya mad aku minta maaf ya, ini semua gara gara aku, aku tidak tahu tau apa yang terjadi pada Carlos, mungkin dia sudah mulai gila"


"Iya Lilia tidak apa, aku mengerti dia hanya salah paham"


"Namun, kenapa kamu malah sama sekali tidak melawan mad"


"Hmmm untuk apa?"


"Ya, untuk membela dirimu lah"


"Biarkan saja, Allah yang membalas nya"


"Mad, Mad, Kamu benar benar ya, sungguh beruntung seorang wanita yang bisa memiliki kamu"Ahmad hanya membalasnya dengan senyuman"


"Ya sudah, aku antar ya Mad"


"Gak perlu Lilia, rumahku dekat juga ko,lagian aku mau ke Tokoh buku dulu yang ada di sebrang sana"


"Ohhh iya deh Mad, sebenar nya aku masih ingin bersama mu sih, namun aku harus segera pulang untuk menghadiri acara orang tua ku"


"Ya sudah gak papa, aku juga takut jika bersama mu bisa mendatangkan dosa nantinya"


"Hmmm iya iya, ni rasain" Lilia yang menyentuh luka Ahmad sehingga Ahmad kesakitan dan Lilia pun tertawa, sehingga Ahmad pun ikut tertawa


Untuk pertama kalinya Lilia melihat Ahmad tertawa,hari itu Lilia sangat senang sekali, dan Lilia pun pulang


Ahmad pun pergi ke toko buku, Ahmad menghabiskan waktu nya untuk membaca di toko itu,selesai sholat isya Ahmad pun pulang


Dijalan dia akan pulang, dia melihat seorang wanita yang berjalan sempoyongan sendirian, lalu tergeletak dijalan


Benar dia Lolita, Lolita yang habis di marahi oleh ayahnya karna sudah beberapa hari menelantarkan pasiennya, melampiaskan semuanya dengan minum minuman keras


Ahmad kasihan melihat nya, namun Ahmad masih ragu untuk menghampirinya atau tidak, melihat hari yang sudah larut dan Lolita sendirian tergerak dijalan Ahmad pun memberanikan diri menghampirinya


"Hey Nona, apa yang terjadi kepada mu"


Lolita yang di bawah pengaruh alkohol bicaranya pun ngelantur


"Bukan urusan mu, pergi sana! semuanya jahat,hanya gara gara aku tidak masuk kerja, Ayah ku menampar ku kalian semua sialan, mending kamu tinggalkan aku sendri tidak ada orang yang perduli dengan ku"


Lolita pun kadang tertawa lalu menangis,melihat ke adaan itu Ahmad mencoba membangun kan nya namun tetap saja Lolita tidak mau bangun,Lolita pun yang sudah kebanyakan minum tidak sadarkan diri Ahmad pun bingung


"Ya Allah mau diapakan gadis ini, mau aku tinggal kan namun dia sendirian disini,mau aku bawa pulang dia bukan muhrim ku"Ucap Ahmad


Lama Ahmad berpikir setelah berpikir Ahmad membalut tubuh Lolita dengan jaket nya, kemudian mengangkat dan membawanya pulang kerumah.


Sampai di rumah Ahmad membalut lagi tubuh Lolita dengan kain dan memakaikan nya hijab sehingga hanya tampak wajah nya saja


Selesai dari itu Ahmad bingung lagi,mau tidur di mana dia, akhirnya Ahmad memutuskan tidur di teras rumah nya