Sacred Love

Sacred Love
Bab 45



"Claudia, tenang saja kamu akan secepatnya dapat melihat Kemabli, dan aku harap kamu bersabar untuk itu dan aku sama sekali tidak akan menikah dengan Lolita, hanya saja saat itu Lolita Ingan mengakhirinya hidup nya karna dia sangat depresi dengan ke jadian yang menimpa nya, dan dia meminta ku untuk menikahinya jika aku juga mencintai nya, namun aku sudah mencintai mu dan dia mengerti akan hal itu"Ucap Ahamad kepada Claudia


"Haha begitu bodoh nya aku Mad, kamu tenang saja, aku sudah ikhlas kok, dan berhenti lah mengasihani ku dengan seolah olah kamu mencintaiku Mad, aku sama sekali tidak pantas untuk mu"


"Hmmm, ya sudah jika kamu tidak percaya ke pada ku, namun aku hanya ingin melihat mu bahagia dan ingat aku akan selalu ada untuk mu Claudia"


Walau pun Claudia sangat senang mendengar nya langsung dari Ahamad namun Claudia yang pun merasa tidak pantas untuk Ahamad, hari itu pun berlalu semuanya kembali kerumah mereka masing masing kecuali Lilia dan Lolita yang masih menemani Claudia


Sedangkan Ahamad pun berdoa selepas sholat nya untuk kesembuhan Claudia, dan ternyata Ahamad juga memantapkan hatinya untuk mendonorkan mata milik nya ke pada Claudia


Satu Minggu berlalu namun Ahamad selama satu Minggu itu tidak lagi menemui Claudia, baik di rumah sakit maupun di rumah nya


"Oiya kalian semua, apakah kalian melihat Ahamad"Tanya Claudia pada teman teman nya


"Dia masih ada urusan katanya, setelah datang menemui mu ke esokan harinya dia pergi, katanya mau pergi ke pesantren milik kakek nya dan tidak tau juga kapan pulang nya"Jawab Rico


"Hahaha, memang semua cowok itu sama, mau se alim apa pun itu dia akan tetap mengingkari kata kata nya"Ucap Claudia


"Aahhh aku Bodoh sekali karna telah percaya padanya, aku sangka dia beneran tulus kepada ku hahaha Claudia kamu memang sangat bodoh sekali"Timpal Claudia yang mesra sangat kecewa


"Claudia, Ahmad pasti tidak berbohong ke pada mu, mungkin saja di sana dia lagi banyak urusan"Sahut Lilia


"Ya terserah saja, aku juga tidak perduli, lagian aku juga hanya lah seorang buta, yang berjalan saja harus di papah agar tidak jatuh haha, betapa lucu nya hidup ini"


"Sudah lah Claudia, percaya saja Ahamad bukan kah orang yang seperti itu, bukan kah kita sudah lama mengenal nya"Ucap Lolita


"Sudah ! Cukup aku tidak ingin mendengar tentang dia lagi"Teriak Claudia yang marah


"Dan tolong bisakah kalian tinggalkan aku sendri, aku ingin menikmati kegelian hidup ku ini"


Melihat Claudia yang kecewa semuanya merasa sedih, mereka pun keluar dari kamar Claudia


"Co sebenarnya kemana sih saudara mu itu"Tanya Miranda


"Ya, dia hanya bilang begitu pada ku, dan dia juga tidak menyebutkan ditail nya kepada ku aku berharap dia baik biak saja sih"Jawab Rico


"Ya aku juga tidak percaya Co, kalau Ahamad mengingkari kata kata nya, dia bukan orang yang seperti itu"Timpal Arleta


"Hmm, kalau begitu bagaimana kalau kita mencari nya"Usul Lilia


"Ya benar tu Lilia,mungkin saja telah terjadi sesuatu kepadanya, sehingga Sampai sekarang dia juga tidak pulang pulang"Lolita yang mengingatkan usulan Lilia


"Iya deh, tapi mau cari kemana?"


"Ya kemana saja sih, dari pada hanya menunggu, aku tidak tega melihat Claudia yang begitu"Sahut Lilia


"Hmm, iya deh Lilia , oiya kalau aku yang menghilang apakah kamu juga akan mencari ku Lilia hehe"Tanya Rico pada Lilia


"Haha, enggak!"


Mendengar jawaban Lilia mereka pun tertawa


stelah berpamitan ke pada ayahnya Claudia mereka pun mulia Mecari ahamad,


Sedang kan Ahamad kini tinggal di rumah lama nya dan Ahamd pun sebelum pergi meninggal surat di kamar Rico,


"Berengsek dari semua cowok itu sama saja, Ahamad kamu tega sekali pada ku"Claudia yang kecewa semua banyak yang ada pun di lempar oleh Claudia dia sangat kecewa kepada Ahamad


"Ya Allah, begitu lengkap nya sekarang kesedihan ku ya robb, jika saja bunuh diri itu di perbolehkan tentu ya rob kini mungkin sudah melakukan nya"Ucap Claudia yang kini sambil mengisi dia begitu terpukul dengan semua yang ia alami, kini Claudia yang cantik sangat berantakan


Sementara mereka yang telah seharian mencari ahamad pun kembali ke rumah mereka masing masing, mereka belum menemukan Ahamad


Sampai Rico di kamarnya Rico melihat sepucuk surat di atas meja, Rico yang penasaran pun membaca surat itu dan Rico sangat kaget sekali membaca surat itu, Karena Ahamad menuliskan bahwa dia kembali ke Turki dan melanjutkan kuliah di universitas lama nya di sana,


Melihat surat itu Rico hanya terduduk lemas, dia sangat tidak menyangka ahamad akan melakukan semua ini


"Hmmm, Mad apa yang sebenar nya kamu pikirkan, apakah kamu tidak memikirkan Claudia sama sekali, apakah kamu tidak kasihan padanya Mad"Ucap Rico sambil melihat surat itu


Hari itu pun berlalu dan kini Claudia seperti kehilangan harapan dalam hidup nya, namun teman teman nya masih saja berusaha menghibur nya, mereka pun mengajak Claudia ke kampus untuk kembali kuliah, Claudia hanya mengikuti mereka saja karena paksaan ayah nya yang juga menyuruh nya untuk mengikuti mereka ke kampus, karna Ramos khawatir dengan ke adaan nya yang hanya berdiam diri di rumah,


Mereka pun sampai di kuliah mereka, mereka menuntun Claudia untuk ke kelas mereka, dan mereka berusaha untuk membuat Claudia kembali tertawa namun usaha mereka sia sia tak ada Rekasi pada Claudia, Bahakan di ajak bicara pun Claudia hanya menjawab yang penting penting nya saja


"Claudia kamu wanita yang kuat, dan aku sangat kagum pada mu, dan kamu harus tetap semangat ya"Ucap seorang gadis yang turun menghampiri Claudia


"Ya benar, semangat Claudia"Teriak mereka secara bersamaan


Claudia yang mendengar itu pun tersenyum


"Terimakasih banyak kalian semua"Ucap Claudia pada semuanya


"Hehe, akhir nya aku bisa melihat kembali senyum Dewi ku ini"Teriak seorang pria dari tempat duduk nya


Mendengar itu Claudia pun tertawa mendengar nya,


"Mir bukan kah itu seorang yang memakai kacamata yang sangat menyukai mu"Ucap Claudia sambil tertawa, karna Claudia sangat hapal sekali dengan suaranya


"Apaan sih Claudia,Hmmm"Jawab Miranda yang malu malu,


Melihat itu mereka semua pun tertawa, kini teman teman Claudia lengah yang melihat Claudia kembali tertawa, namu Rico yang berada di tempat duduk nya kini hanya termenung, sehingga Lilia pun heran melihat nya, Lilia pun menghampiri nya


"Co ada apa?"Tanya Lilia


"Eee, Lilia"Rico yang tersadar dari lamunannya


"Iya ada apa Lilia?"Rico yang malah Kemabli bertanya


"Hmmm, kamu kenapa Co, tidak seperti biasanya kamu murung, apakah kamu tidak senang melihat Claudia yang kini mulai kembali tertawa,?"


"Hehe, Lilia aku sangat senang sekali melihat nya kembali tertawa, namun aku juga sangat sedih kepada nya"


"Co ada apa, jangan buat aku penasaran ya Co"Desak Lilia


"Ni kamu lihat"Rico memberi surat kepada Lilia


Lilia pun menjadi marah melihat surat itu


"Dasar cowok brengsek, awas saja jika dia kembali aku Lilia pasti akan membunuh nya, aku tidak perduli itu mau saudara mu atau siapa, aku akan tetap menghabisinya, berani berani nya di menjadi malaikat dan sekarang dia menjadi iblis"Ucap Lilia yang marah


Sehingga membuat kaget teman teman nya, teman teman nya pun menjadi penasaran apa yang membuat Lilia marah, mereka pun menghampiri Lilia dan Rico


Sambil meraba raba Claudia memegang Lilia


"Lilia, ada apa kenapa kamu marah sekali, aku tidak pernah melihat mu se marah ini, apakah Rico menyakiti mu Lilia"Tanya Claudia


"Hmmm, aduh kenapa malah ke bab balasan sih Lilia, kamu bodoh sekali"Ucap Lilia dalam hatinya


Ya karna Claudia tau Claudia akan kembali hancur


"Eee, surat apa itu Lilia "Miranda yang langsung saja merampas surat itu


"Apa!"Miranda yang kaget melihat isinya


"Kenapa mir, apa isinya"Tanya Lolita dan Arleta


"Si bajingan ahamad ini Kemabli ke Turki, dasar cowok brengsek"Ucap Miranda yang juga kesal


"Ah kamu yang benar Mir"Lolita yang mengambil surat itu dari tangan Miranda


"Subhanallah, Mad aku sangat tidak menyala kamu Setega ini"Lolita yang melas melihat isi surat itu


Mendengar itu Claudia pun hanya terdiam dan terduduk lemah


"Hahaha, Begitu ingin nya kamu menjauh dari ku Mad, jika kamu tidak menginginkan ku tak apa, tapi tak begini caranya Mad, Ya dahulu aku pernah jahat kepada mu, namun apakah ini balasan mu untuk ku Mad"Claudia yang merengkul menangis


Sehingga orang orang yang melihat Claudia pun menjadi ikut sedih, dan meneteskan air mata nya, satu kelas itu di Landa kesedihan


"Tak apa tuhan, bahkan jika kamu ingin mengambil nyawaku saat ini, tuhan Aku begitu hancur dan rasa nya aku hampir kehilangan harapan tuhan"Teriak Claudia


Mendengar itu mereka berempat pun langsung memeluk Claudia


Rico juga sangat kesal kepada ahamad dengan apa yang telah dia lakukan kepada Claudia, mereka semua yang berada di kelas mencoba menghibur Claudia,