
Rico bingung dengan ke adaan itu, melihat ke adaan Ahmad yang makin melemah Ayah Rico sangat panik, sehingga buru buru mengangkat Ahmad
Ambulan pun datang menjemput Ahmad, Ayah Rico di sepanjang jalan menangis
"Ayah kenapa dari tadi ayah menangis, bukan kah ayah sendri yang menginginkan nyawa nya, dan jika terjadi sesuatu pada nya, tolong ayah maaf kan aku, aku akan membuat ayah di penjara"Ucap Rico pada ayah nya
"Iya nak, ayah akan bertanggung jawab atas apa yang ayah lakukan, ayah sangat menyesal sekali, dan dia ini adalah Abang sepupumu nak, dia adalah anak dari saudara kandung ayah"Ucap Ayah Rico yang kini tersedu sedu
Rico sangat senang mendengar itu ternyata dia masih memiliki seorang saudara
"Ayah, Ahmad itu orang yang baik, pasti Allah akan menyelamatkan nya, dan aku akan menjadi saudara yang baik untuk nya, aku tidak menyangka ternyata aku masih memiliki saudara, ya Allah betapa beruntung nya aku"Ucap Rico pada ayah nya
"Jika terjadi sesuatu padanya, ayah takan bisa memaafkan diri ayah sendri"Ucap Ayah Rico yang penuh penyesalan
"Sudah lah ayah, yang terpenting sekarang kita perbanyak berdoa, semoga Ahmad baik baik saja"Ucap Rico yang kini kasihan melihat ayah nya
Sementara itu Lolita yang di kampus nya mendapat telpon dari pihak rumah sakit ayah nya
"Sebentar teman teman, aku angkat telpon dulu"Ucap Lolita yang masih berkumpul bersama teman teman nya
"Halo, iya sus ada apa?"
"Ibu sekarang secepatnya datang ke rumah sakit, karna dokter spesialis bedah tidak masuk hari ini, jadi bapak menyuruh ibu untuk segera datang, ada operasi darurat yang harus ibu lakukan"Ucap suster itu pada Lolita
Mendengar itu Lolita pun segera bersiap untuk pergi
"Eee, mau ke mana Lolita"Tanya Miranda pada nya
"Ada operasi yang harus segera aku lakukan, oiya kalian semua jangan lupa materi kuliah hari ini kirimkan ke pada ku ya, daaaah"
"Eeeeee, assalamualaikum" Lolita yang lupa mengucapkan salam
"Hahaha, Lolita Lolita, wa alaikumusalam"Balas mereka semua
Lolita pun segera menuju ke rumah sakit secepat nya
Ahmad yang kini di bawa oleh ambulan pun sampai, perwat rumah sakit segera membawa Ahmad keruangan UGD, stelah pemeriksaan Ahamd langsung di bawa keruangan operesi
Tak lama kemudian Lolita sampai, di masuk dan segera bersiap, dia pun masuk ruangan operasi, dia kaget sekali ternyata pasien nya adalah Ahmad
"Subhanallah Ahmad"Lolita yang kaget
"Bu ini hasil ronsen nya, ada peluru yang menyangkut di bagian dada dekat bahunya, dan untung nya peluru itu tidak mengenai jantung nya, jika tidak mungkin dia takan selamat"Ucap anggota opersi kepada Lilia
"Baik lah, lakukan sebaik mungkin, ayo kita mulai"Lolita pun memulai operasi nya
dua puluh menit berlalu , ayah Riko yang panaik pun mondar mandir di depan pintu rumah sakit, sedangkan Rico kini hanya duduk sambil berdoa akan keselamatan Ahmad
"Co apakah kamu sudah baik baik saja :-)"Lilia mengirimkan pesan ke pada Riko
Rico yang mendengar hp nya berbunyi pun membuka pun mengeluarkan hp nya, dia melihat pesan dari Lilia dan dia langsung membuka nya
"Ya Lilia aku sudah biak baik saja, namun sekarang Ahmad yang sedang tidak baik baik saja"Rico membalas pesan Lilia
Mendengar pertanyaan Arleta, Lilia pun hanya senyum senyum saja
Lili pun menerima pesan dari Rico dan dia kaget mendengar Ahamd yang tidak baik baik saja, Tampak di raut wajah Lilia
"Eee, Lilia kenapa, kenapa kamu seperti nya kaget begitu, Apa yang terjadi",Tanya Claudia pada Lilia
"Ini ,aku mendapat pesan dari Riko bahwa Ahamd sedang tidak baik baik saja katanya"Ucap Lilia
"Apaaa!!!, Ahmad tidak baik baik saja maksud mu"Claudia yang juga kaget mendengar nya
"Ya aku juga tidak tau Claudia, sebentar aku coba telpon Rico dulu"Ucap Lilia ingin mematikan,
Lilia pun menelpon Rico, dan Rico pun menjelaskan ke pada Lilia tentang kejadian itu, dan Rico juga mengatakan dirinya sekarang sedang menunggu Ahamd yang sekarang sedang menunggu Ahmad yang kini di operasi oleh Lolita
Lilia sangat kahwatir mendengar penjelasan Rico
"Hey Lilia , apa yang terjadi sebenarnya"Desak Claudia yang mulai takut akan terjadi sesuatu kepada Ahmad
"Bagini, Claudia Ahmad terkena tembakan dan sekarang Ahmad sedang menjalan kan operasi, dan Rico pun belum tau hasil nya, semoga Ahamd baik baik saja, aku yakin Lolita bisa menyelamatkan Ahmad"Jelas Lilia
Claudia yang mendengar penjelasan dari Lilia pun, tampa sepatah kata langsung berdiri dari tempat duduk nya dan langsung pergi
"Claudia kamu mau kemana,?Ucap Miranda
"Aku akan segera ke rumah sakit"Ucap Claudia yang buru buru
"Eee, Claudia bukan kah sebentar lagi kelas akan di mulai"Teriak Miranda lagi yang melihat Claudia pergi menuju keluar kampus
"Aku tak perduli, kalian kirim kan saja nanti kepada ku"Teriak Claudia
Claudia pun pergi, Claudia sangat khawatir mendengar ke adaan Ahamd namun di mobil dia sedikit bingung
"Eeee, ada apa dengan ku, kenapa aku khawatir sekali, sepertinya ini bukan aku lagian kan aku bukan siapa siapa nya Ahmad"Claudia yang tersadar
"Hmmm, namun tetap saja rasanya hati ini tidak tenang, dan sepertinya aku takut sekali akan kehilangan dia, yaa Allah Mad semoga kamu baik baik saja"Ucap Claudia dalam mobil nya
Sementara Miranda dan Arleta
"Eee, Miranda sepertinya, Claudia tidak hanya menyukai Ahamd saja, namun dia sebenernya mencintaimu nya, lihat saja barusan Claudia langsung pergi dan sangat kahwatir, padahalkan Claudia bukan siapa siapa nya Ahamd"Ucap Arleta
"Iya sih Arleta, sepertinya begitu Arleta dan jika itu benar Claudia memang mencintai Ahamd, aku akan mendukung Claudia, soal nya aku juga ingin melihat wanita satu itu bahagia, karna aku paham betul selama ini dia selalu kesepian, dan berusaha kuat saja di depan kita"Ucap Miranda
"Ya kamu benar sekali tu Mir"Sahut Lilia
"Ya sudah, setelah kelas berakhir kita juga akan menjenguk Ahmad, dan sekarang kita sama sama berdoa untuk keselamatan Ahmad"Ucap Arleta
"Hmmm, iya Arleta"Jawab mereka berdua
Sedangkan Claudia yang khawatir pun melaju dengan kencang menuju rumah sakit dan dia berharap Ahamd baik baik saja, entah apa yang dirasakan Claudia saat itu, namun satu yang dia tau,
"Aku tidak ingin kehilanganmu Ahamd, jadi ku mohon jangan tinggalkan aku"Ucap Claudia dengan panik nya