Sacred Love

Sacred Love
Bab 27



Sore itu Ahmad dan Claudiya sampai di masjid dan kebetulan adzan ashar pun sedang berkumandang Ahmad dan Claudiya pun mengikuti sholat berjemaah terlebih dahulu


Setelah selesai sholat dan berdoa jamaah pun meninggalkan masjid


"Assalamualaikum pak"


"Wa'alaikumusalam, Eeh nak Ahmad bagaimana dengan perlengkapan nya"


"Ohhh, iya sebentar pak saya ambilkan dulu"


Ahmad pun keluar dan claudiya yang selesai sholat ternyata langsung menunggu Ahmad di mobil nya, Ahmad pun mengambil barang barang nya


"Terimakasih banyak claudiya"


"Iya sama sama Mad, oiya Mad sepertinya aku pulang duluan saja ya"


"Iya, Claudia sekali lagi terimakasih dan hati hati dijalan"


"Oke mas, Eee Mad"


"Hmmm, kamu sudah mulai suka becanda, tapi bagus deh dari pada suka marah marah"


"Hahaha, sudah jangan ungkit itu, ya sudah aku pulang ya Mad, assalamualaikum"


"Wa'alaikumusalam"


Claudia pun pergi, dan Ahmad pun masuk membawakan semua yang di butuhkan untuk mengajar


"Ini semuanya pak, Al-Qur'an dan juga IQro"


"Allahamdulillah, semuanya pas, terimakasih ya Mad"


"Iya pak, saya yang harus nya berterimakasih, oiya pak biasa kah bapak ikut saya sebentar"


"Kemana nak?"


"Seorang teman ku ingin memeluk agama Islam dan menjadi mualaf, namun dia sekarang masih berada di rumah sakit, bisakah bapak ikut bersama saya dan menuntun nya"


"Iya tentu nak, namun kenapa tidak kamu saja yang menuntun nya bukankah itu akan sama saja nak, asal dia bersyahadat dia telah menjadi seorang mualaf"


"Iya benar pak, namun saya ingin bapak yang menuntun nya"


"Iya sudah iya, kapan kita akan ke sana, bukan kah lebih cepat lebih baik"


"Saya pulang kerumah dulu pak sebentar untuk mengganti pakaian, paling setengah jam lagi kita berangkat kesana"


"Ohhh, baik lah nak, nanti bapak tunggu kamu di rumah saja ya"


"Iya pak, baik lah"


Ahmad dan pak imam pun pulang kerumah nya Ahmad segara membersihkan diri dan bersiap, saat Ahmad ingin melangkah keluar dari rumah nya, mata Ahmad pun berkubang kunang dan dia merasakan sakit sekali pada kepala nya dan hidung nya pun mengeluarkan darah


"Ya Allah, entah berapa lagi lama umurku, rasa nya semakin sakit sekali" Ahmad masuk lagi ke dalam dan meminum sebuah obat yang terletak di dalam temanya, dan dia melihat sebuah surat yang di tuliskan oleh rumah sakit


"Tenyata dua hari lagi aku untuk cek up penyakit ku, semoga saja penyakit ku tidak bertambah buruk"


Setelah merasa sudah enakan Ahmad pun pergi menjemput pak imam, mereka pun berangkat namun Ahamd telah di mata matai oleh anak buah ayahnya Rico,


Sampai Ahmad di rumah sakit, Ahamd dan pak imam pun masuk Ahmad melihat Lilia yang sedang menyuapi Rico


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumusalam, Ahamd"


"Iya co, ini aku membawakan mu seseorang yang sesuai janji ku untuk menuntun mu, dan Lilia sepertinya kalian cocok sekali, jika kalian sudah mulai ada perasaan satu sama lain, sebaik nya kalian segera menikah saja, itu akan lebih baik untuk kalian"


"Apasih Ahmad"


"Hehehe, iya aku paham Lilia kamu khawatir dengan Rico, namun kalian berduaan sepanjang hari, dan kalian bukan muhrim loh"


"Hmmm, iya sih Mad, ni Rico ni kadang kadang menatap ku"


"Hahaha, ya bagaimana tidak, kamu selelu di dekat ku Lilia,sulit bagi ku untuk tidak melihat mu"


"Hahaha, Anak muda jaman sekarang, oiya nak, benar apa yang di katakan oleh nak Ahmad itu, jika kalian sudah saling mempunyai perasaan sebaiknya bersegera untuk menikah"


"iya pak terimakasih" Ucap Lilia dengan senyuman


"Baik lah nak, sekarang kamu ikuti bapak ya,Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah" Rico pun mengikutinya


"Allahamdulillah"Ucap Ahamd, Lilia dan pak imam


"Nak, sekarang kamu sudah menjadi seorang muslim,dan perbanyak lah lagi belajar"


"Terimakasih banyak pak, terimakasih banyak mad, dan terimakasih banyak Lilia karna kamu selelu menjaga ku"


"Iya co, aku senang sekali karna kamu sudah menjadi Sorang muslim"


"Baik lah Co, karna kamu sudah menjadi Sorang muslim dan aku pun masih ada yang harus aku kerjakan, aku pamit dulu ya Co, Lilia"


"Iya mad, terimakasih, pak imam terimakasih, kalian hati hati di jalan ya"


"Iya co , dan kamu harus Ingan batasan antara pria dan wanita, bukan kah kamu sudah membacanya"


"Hehehe, iya Mad, iya, oiya mad besok aku sudah boleh pulang, dan aku juga sudah bisa berjalan, ya walau masih menggunakan tongkat"


"Allahamdulillah kalau begitu co, aku turut senang"


"Ya kahir nya kita bisa berkumpul lagi di kuliah"


"Iya co iya, assalamualaikum "


"Wa'alaikumusalam"


Ahmad dan pak imam pun pergi sedangkan Rico dan Lilia, Lilia senang sekali melihat Rico yang telah menjadi Sorang muslim, dan makin tumbuh perasaan Rico kepada Lilia, karna perlakuan Lilia kepadanya,Rico dan Lilia sering bercanda dan tertawa, mereka juga saling bertatapan, Meraka merasa nyaman satu sama lain,


"Lilia, bukan kah pacaran itu di larang"


"Iya, lalu kenapa co"


"Lantas bagaimana caranya aku bisa memilikimu"


"Hahaha, kamu jangan bercanda ya co itu tidak lucu"


"Lilia aku serius, aku menyukaimu"Ucap Rico dengan lembut nya Lilia yang mendengar pun terdiam


"Lilia, aku juga tidak menyangka persaan ini, namun jujur bersama mu aku merasa nyaman sekali, dan ingin sekali rasa nya aku memilikimu"


"Haha, aku tak percaya pada mu co, sudah jangan di bahas, namun jika kamu bersungguh sungguh, tunggu lah kita selesaikan kuliah terlebih dahulu, kamu biasa langsung bicara ke pada ayah ku, dan jika ayah ku mengizinkannya, kita akan langsung menikah saja"


"Haaa, benarkah Lilia, jangan kan untuk selesai kuliah kita, aku kan selalu menunggu mu"


"Hehe, terimakasih Co, tapi kamu harus banyak belajar terlebih dahulu, agar kamu dapat menjadi imam yang baik untuk ku"


"Oke siap aku berjanji kepada mu Lilia aku Takan mengecewakanmu, dan janji ya kita akan menikah walau apa pun itu yang akan terjadi di masa depan aku pasti akan meminang mu"


"hehe,iya Rico aku akan menunggu kedatangan mu, untuk meminang ku"


Mereka tersenyum satu sama lain,Lilia dan Rico pun senang sekali, entah apa yang akan terjadi di masa depan yang menunggu mereka namun mereka telah berjanji untuk menikah.