
Claudia pun semakin penasaran
"Ayah tidak biasanya ayah seperti ini, ayah tolong beri tahu kepada ku siapa orang itu kepada ku, aku yakin Sekali ayah pasti mengenal orang itu"Tanya Claudia pada ayah nya
Mendengar pertanyaan itu Ramos langsung mengatakan bahwa dia sama sekali tidak mengenal orang itu hanya saja kini Ramos sangat terharu dengan ke adaan Claudia yang telah siuman
Namu Claudia sama sekali tidak mempercayai itu
"Hmm, aku akan mencari taunya sendri ayah"Ucap Claudia dalam hatinya
Dan kini tiba lah saat yang di tunggu tunggu oleh semuanya, dua hari telah berlalu, perban yang menutupi mata Claudia pun dapat di lepaskan
Lolita pun dengan hati hati membuka perban itu,
"Nah sekarang Claudia, kamu bisa membuka mata mu pelan pelan"Ucap Lolita yang menyuruh Claudia untuk membuka matanya
Claudia pun membuka mata nya, dan semua orang sangat gregetan dengan itu
Claudia membuka matanya namun penglihatan nya masih samar samar, dan beberapa saat semuanya menjadi terlihat jelas
"Allahamdulillah, semuanya aku dapat melihat kalian kembali"Ucap Claudia yang kini amat senang
Mendengar itu mereka semua memeluk Claudia
Semetara itu Ahamad juga mulai siuman dari tidur nya yang panjang, Ahamad pun hanya dapat melihat kegelapan
"Ya Allah apakah aku sudah mati sekarang, hmmm ya Robb akhir nya aku bisa Kembali ke kemana aku seharusnya"Ucap Ahamad, namun saat itu Alya berada di samping Ahamad, Alya pun tecekikikan mendengar ucapan Ahamad
"Hmm, apa ada orang di sini, apakah ini benar benar di dalam kubur?"Ahamad yang menjadi bingung, karna Ahamad mengira dirinya telah mati
"Hahaha, Mad kamu itu masih hidup sekarang, dan syukur lah kamu sudah sadar, sudah lima hari kamu tidak sadarkan diri"Ucap Alya
"Apa ! aku masih hidup dan dan di mana aku sekarang, siapa kamu ?"Ahamad yang sontak kaget mendengar ucapan Alya
"Iya kamu masih hidup, dan kamu berada di rumah dokter topik, dan aku anak nya nama ku Alaya" jelas Alaya pada Ahamad
"Masya Allah, ya Allah terimakasih engkau masih memberikan kesempatan kepada ku, untu menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan Alya terimakasih banyak atas kebaikan mu, setelah aku bisa berjalan nanti aku akan segara pergi dari sini, aku tida ingin merepotkan mu"
"Hmmm, tidak Mad, kamu sama sekali tidak merepotkan ku, dan aku juga senang merawat mu, oiya Mad sebentar aku akan menelpon ayah ku pasti dia sangat senang sekali mendengar kalau kamu telah sadar"
Alya pun segera menelpon ayah nya, dan mengatakan yang terjadi, mendengar itu dokter topik pun bergegas untuk pulang untuk melihat ke adaan Ahmad
"Ya tidak apa apa Mad, dia juga merasa tidak tergganggu ya biarkan sajalah lah, dan karena kamu selama lima hari ini belum makan apa pun aku akan menyuapi mu untuk makan"Ucap Alya yang membuat Ahmad tertegun
"Alya kita bukan lah muhrim aku tau niat baik mu, tapi aku merasa berdosa jika terus berduaan bersama mu walau aku tak bisa melihat mu, dan jika kamu berkenan biarkan aku makan dengan sendirinya"Ucap Ahamad dengan lembut kepada Alaya
"Hahaha, untuk pertama kali nya aku bertemu orang seperti mu, yang sangat takut dengan dosa"Alaya yang malah tertawa mendengar perkataan Ahmad
"Hmm, bukan kah sudah seharusnya seperti itu Alya, karna Allah selalu mengawasi kita dan Allah tidak pernah lengah dengan itu"
"Hehe iya Mad aku mengerti, aku juga seorang muslim Mad, haaaa ternyata ayah benar kamu memang seorang pemuda yang sangat baik Mad"Ayla yang kini menyadari bahwa Ahamad tidak seperti pria pria lain nya
"Hehe, terimakasih jika kamu mengerti Alya dan aku bukan lah orang yang yang baik aku juga hanya lah manusia yang sama tak luput dari kehilafan hanya saja, aku berusaha untuk menjadi lebih baik lagi"
"Iya Mad baik lah, aku akan menyiapkan makanan nya dulu , kamu tunggu sebentar ya"
Alya pun pergi untuk menyiapkan makanan untuk Ahamad, sedangkan Ahamad masih tidak percaya bahwa dirinya sekarang masih hidup
"Ya Allah terimakasih untuk segalanya, terimakasih jga engkau telah mempertemukan hamba dengan orang orang yang baik, dan ya robb balas lah ke baikan mereka dengan berlipat ganda"Ucap Ahamad yang kini berdoa untuk mereka
Sedangkan dokter topik pun kini sampai di rumah nya dan dia langsung bergegas menuju kamar Ahamad,Dia senang sekali melihat Ahamad yang kini telah sadar,
"Allahamdulillah nak akhir nya kamu telah sadar, bagaiman apakah ada yang masih sakit?"Dokter topik yang langsung bertanya
"Pak saya sudah tidak apa apa, dan saya sangat berterima kasih ke pada bapak karna telah banyak membatu saya , sayang berhutang Budi kepada bapak, dan semoga Allah membalas ke baikan bapak"Ucap Ahamad, mendengar itu dokter topik pun memeluk Ahamad
"Nak tak perlu begitu, saya sangat senang sekali dapat membantu mu, karna dari mu saya banyak belajar, nak kamu tak perlu sungkan kepada ku"Ucap dokter topik sambil melepaskan pelukan nya
"Pak, bapak sungguh baik ke pada ku dan aku tidak ingin merepotkan bapak apalagi dengan ke adaan ku sekarang yang tak bisa melihat, stelah ini bisa kah saya meminta bapak untuk mengantar saya mencari kan taksi, Karena saya ingin pergi ke pesantren milik kakek saya, dan mungkin saya akan menghabiskan waktu ku di sana"
"Hmm, nak saya benar tidak merasa di repotkan dan sebaik nya jika nanti kamu sudah beneran sembuh, kamu tinggal di sini saja, lagian Alya bisa merawat mu, sedangkan di sana siapa yang akan menjaga mu, di rumah ini juga banyak kamar yang kosong kamu bisa memakai nya, dan saya mohon kamu jangan menolak nya, anggap lah ini sebagai berkah untuk ku dan untuk mu nak"
"Hehe, saya senang sekali mendengar niat baik bapak kepada saya, hanya saja jika putri bapak yang menjaga saya, tidak kah akan merepotkan nya sedangkan dia juga memliki kehidupan nya sendiri, dan saya juga tidak bisa karna Alaya bukan lah muhrim bagi saya pak, tentu dengan kami bersama itu akan banyak menimbulkan banyak dosa untuk kami"Ucap Ahmad yang bersih keras menolak
"Haha,nak kamu sungguh pria yang sangat baik dan jarang sekali di temukan, hmmm ya nanti juga di rumah ini ada tiga pekerja dan mereka juga dapat menjaga mu kamu tenang saja"
mendengar dokter itu yang sangat bersih keras mengingkan Ahamad tinggal di rumah nya pun Ahamad mengiyakan nya karna Ahamad tidak enak jika menolak terus
hingga Alaya pun datang dengan membawakan makanan untuk Ahmad