
"Kamu dari mana saja Mad, ke toilet kok lama banget"
"Enggak tadi aku, menemui Claudiya Co dan menanyakan kenapa dia memukuli Carlos"
"Terus Mad?"
"Iya aku sudah memberitahukan nya, kalau yang dia lakukan itu salah,terus co dia mengundang ku kerumah nya"
"Wah bagus dong Mad, wanita sombong dan suka marah marah seperti dia mau mengundang mu ke rumah nya,jangan jangan dia menyukai mu lagi Mad"
"Hahah mana mungkin Co, dia yang terbiasa dengan kemewahan dan status nya dia menyukai ku,sedang kan dia pernah kerumah ku dan melihat ke adaan ku"
"Ya mungkin saja Mad, apa yang gak mungkin dengan seorang seperti mu"
"Hmmm dia hanya menawari ku pekerjaan co,makanya dia mengundang ku untuk bertemu dengan ayah nya, tidak ada hal lain co"
"Iya deh mad"
Mereka pun ke kelas dan begitu pun yang lain nya masuk ke kelas untuk mengikuti mata kuliah selanjut nya, namun Claudiya belum juga datang
"Ke mana sih tu anak, apa dia langsung pulang Mir"
"Ya aku juga gak tau, bukan kah kita dari bersama di kantin"
Tak lama kemudian claudiya masuk
"Heyyy kamu main nyelonong saja,apa kamu tidak belajar sopan santun"Tanya dosen nya
"Apa! kamu kalau ngomong jangan sembarangan ya pak"
"Sudah tau salah, masih saja dasar kamu"
"Apa, bapak mau apa! mau ku tabrak di depan iya, mau"
Ahmad yang melihat itu pun berdiri "maaf claudiya, namun kamu tidak boleh berucap seperti itu, kepada orang yang lebih tua dari mu, kita harus menghormati orang yang lebih tua dari kita"
"Mm..iya iya"Claudiya langsung menuju bangkunya dan duduk semua orang mulai bicara
"Wah seorang Claudiya mau mendengarkan nasihat orang lain, apa yang terjadi,apakah dunia sudah mau kiamat"Ucap teman lain yang berada di kelas itu
"Heeeyyy kalian! berani ngomong lagi awas kalian"Ucap claudiya membentak mereka
Mereka pun terdiam mendengar itu
"Seperti nya, claudiya hanya mau mendengarkan dan ramah pada Ahmad saja ni"Ucap Miranda yang meledek nya
"Apasih Mir, ni kamu ni lagi ikut ikutan, jelas ucapan Ahmad itu benar,namun ucapan mereka itu tidak"Claudiya yang malu malu,Lilia yang melihat sikap claudiya pun tertawa
"Hihihi, sepertinya ada yang berubah ni dari seorang claudiya"
"Apasih Lilia, bukan kah kamu masih melihat aku seorang claudiya"
"Iya deh, iya"
"Oiya claudiya, kamu mau baca buku ini gak"
"Buku apa tu Lilia"
"Ya ini, tadi kami di pinjamkan oleh Rico, dan Rico di berikan oleh Ahmad,setelah membaca buku ini mungkin kami besok akan memakai hijab"
"Apa !!! apa kalian yakin"
"Iya"angguk mereka berempat
"Mau baca tidak,kalau tidak, ini mau aku kembalikan pada Rico"
"Iya kembalikan saja, aku besok bisa meminjam nya lagi"
"Hmm, iya deh claudiya"
1 jam berlalu kelas pun berakhir, Claudiya menunggu Ahmad di parkiran
"Mad… ayo buruan"panggil Claudiya
"Aku duluan ya co"
"Iya Mad, semoga berhasil Mad"
Ahmad dan claudiya pun pergi Ahmad mengikuti Claudiya menggunakan motor nya,sementara itu Lilia yang melihat Rico, dia ingin menghampiri Rico untuk mengembalikan buku yang tadi di pinjamkan Rico pada mereka
Sedangkan ,Miranda Lolita dan arleta mereka langsung pulang
"kenapa perasaan ku gak enak sekali ya"Gumam lilia,
"ya sudah lah, Co..."Teriak lilia sambil berjalan ke arah Rico
Namun Carlos yang menaruh dendam pada pada Lilia menunggu lilia keluar kampus,Carlos menginjak full gas mobil nya, dan melaju ke arah lilia,
Carlos menggunakan mobil lain untuk menghilangkan jejak nya, dia sengaja menyewa mobil untuk membalaskan dendam nya itu
Rico yang melihat, berlari sambil berteriak
"Awas… Lilia"
Rico sempat mendorong lilia sehingga Rico yang tertabrak dan terpental sangat jauh, Carlos langsung saja kabur dengan mobil yang masih ada bekas darah nya
Lilia berteriak dan langsung berlari ke arah Rico, Rico terluka parah,Lilia berteriak sekuat tenaga meminta tolong sambil menangis
Lilia yang panik, hanya mondar mandir dia tidak tau harus berbuat apa, lalu Lilia menghubungi semua teman temanya
Claudiya yang menerima telpon dari Arleta langsung memberhentikan mobil nya mendadak, Ahmada menghampiri claudiya
"Ada apa Claudya, kenapa kamu berhenti mendadak, aku hampir saja menabrak mu
"Rico mad, Rico"
"Iya, kenapa dengan Rico"
"Rico di tabrak Mad dan sekarang masih di ICU dan belum tau di selamat atau tidak"
"Apa! di rumah sakit Mana claudiya, aku akan menuju ke sana sekarang"
"Ya sudah, ayo kita langsung saja kesana"
Mereka berdua pun langsung ke rumah sakit dirumah, sakit Arleta ,Miranda dan Lolita menemui Lilia yang menangis tersedu sedu di depan ICU
Lilia melihat mereka dan langsung memeluk mereka"Aku takut sekali, aku takut terjadi apa apa sama Rico"
"Tenang Lilia, tenang, Rico itu orang kuat kok"
"Tolong Lolita, tolong, bukan kah kamu seorang dokter aku mohon Lolita"
"Iya Lilia, aku akan mengecek Rico dan sebaiknya kamu tenang"
Lolita masuk, sedangkan Miranda dan Arleta menenangkan Lilia, melihat Lilia yang sudah mulai tenang mereka mulai bertanya, apa yang sebenar nya terjadi dan lilia pun menceritakan kejadian itu
"Saat kalian bertiga pulang aku, aku mau mengembalikan buku yang di pinjamkan Rico pada kita, namu saat aku berjalan menuju Rico ada mobil yang melaju kencang mengarah kepada ku, Rico berlari dan mendorong ku, namun dia yang tertabrak"
"Astaga, apakah kamu melihat siapa yang ada di dalam mobil"
"Tidak, aku hanya melihat nomor plat nya saja"
"Berapa nomor pelat nya Lilia"
Lilia memberi tahu mereka, dan mereka berdua langsung mengubungi semua koneksi yang mereka punya untuk mecari nya
"Kamu tenang saja Lilia, orang itu tidak akan lolos dia akan mendapat kan lebih parah dari ini"ucap Miranda
Tentu saja karna Miranda anak seorang jendral,
sedangkan Lolita mempunyai banyak pertarung sebagai pesuruh nya, tentu jika orang itu tertangkap pasti akan habis
"Iya, aku ingin menyiksa orang itu dengan tanganku sendri"Ucap Lilia
"Oiya Lilia, apakah kamu sudah menghubungi orang tuanya Rico"
"Belum, karena aku tidak tahu siapa orang tua Rico"
Saat itu claudiya dan ahmad datang"Bagaiman Llilia, apa sebenarnya yang terjadi"Claudiya yang langsung datang bertanya
Lilia menceritakan semuanya
"Astagfirullah, sungguh kejam orang itu"ucap Ahmad
"Oiya claudiya apa kamu tau siapa orang tua Rico"
"Iya tentu saja aku tau Lilia"
Benar saja Claudiya tahu, karena claudiya pernah berkerja sama dengan orang tua Rico untuk untuk menghancurkan kan satu perusahaan saingannya claudiya
Claudiya menelpon orang tua Rico dan menceritakan kejadian itu, tentu orang tua Rico sangat marah dan murka karna anak satu satu nya dicelakai orang
Orang tua Rico seorang mafia besar langsung menggerakkan seluruh anak buah nya mencari mobil yang menabrak anak nya
"Kamu mau ke mana Mad"Tanya claudiya
"Aku mau sholat, dan berdoa untuk kelancaran kesembuhan Rico"
"Bolehkan aku ikut"Tanya lilia
"Iya tentu saja boleh"
"Namun aku sudah banyak melupakan caranya, karna aku telah dibutakan oleh dunia ini"Ucap Lilia yang menangis dan menyesal
"Tidak apa apa, masih belum terlambat untuk itu dan kamu bisa mengikuti ku"
"Terimakasih Mad"
"Heyy kami juga mau ikut, namun kami sama saja seperti Lilia"
"Iya tidak apa ayo"
"Eee claudiya, apa kamu tidak ingin ikut"Ajak Miranda
"Yaaa bagaimana yaa, setelah ibuku meninggal aku tidak pernah lagi melakukan nya, dan bahakan aku sudah lupa semuanya"
"Astagfirullah, kalian semua apa kalian mengganggap remeh akhirat, sehingga kalian lebih mencintai dunia yang sementara ini, namun melupakan yang akan kekal abadi"
"Hmmm,kami akan belajar lagi Mad"
"Baik lah, ayo"
Mereka semua pun mengikuti Ahmad menuju Mushola yang ada di rumah sakit