
Claudia pun sampai di rumah sakit dia langsung menuju ruangan operasi
"Co bagaimana Co"Claudia langsung bertanya ke pada Rico
"Aku juga belum tau, Claudia dia yang jelas dia sudah berada di dalam hampir tiga puluh menit, semoga saja operasi nya berjalan dengan lancar"
Claudia pun yang melihat ayah Rico yang mondar mandir di depan pintu kamar operasi pun langsung menghampiri nya
"Kurang ajar kamu, berani berani nya kamu berniat membunuh teman ku, plaakkk" Claudia menampar ayah Rico, melihat itu Rico pun mendekat
"Sudah Claudia, tak ada guna kita bertengkar sekarang , yang terpenting sekarang adalah kita berdoa untuk keselamatan Ahmad, dan ayah ku juga menyesali perbuatannya"Ucap Rico yang ingin menenangkan Claudia
"Maaf kan saya nona, saya sungguh minta maaf saya sudah berbuat jahat dan jika Ahmad telah keluar dari ruangan ini dan ke adaan nya tidak apa apa, kamu bisa menyerahkan ku ke pihak kepolisian, namun biarkan aku di sini dulu,untuk melihat ke adaan keponakan ku itu"Ucap ayah Rico kepada Claudia
"Apa!! Ahmad keponakan mu?"
"Iya nona Claudia dia keponakan ku, aku marah kepadanya aku menyangka dia telah menghasut anak ku untuk memeluk agama Islam, apakah kamu tau di silsila keluarga ku, yang keluar dari kepercayaan nya akan di buang dari keluarga, itu lah yang membuat ku marah, dahulu ayah nya juga di buang dari keluarga karena menjadi seorang muslim, tapi kakak ku itu selalu saja membela ku, hingga di pun terbunuh bersama dengan istrinya karena kesalahan ku,sebenarnya aku tak mengizinkan Riko untuk itu namun aku tak bisa menolak ke inginan anak ku, jadi aku melampiaskan ke marahan ku ke padanya, dan aku menyesal sekali setelah mengetahui dia adalah ke ponakan ku"Ayah Rico yang menangis menjelaskan itu
"Dasar orang tua keparat, jadi kalau dia bukan ke ponakan mu apakah kamu juga akan membunuh nya"Bentak Claudia
Ayah Rico yang mendengar tak dapat berkata kata mendengar itu
"Sebaik nya kamu rubah sifat mu itu, jika tidak kamu dan seluruh anggota mu Takan berada lagi di kota ini"Ucap Claudia
"Iya nona iya, saya Takan mempersalahkan apapun lagi mulai sekarang, dan saya akan mencoba hidup ke arah yang lebih baik"
"Baik lah setelah Ahmad baik baik saja, sebaiknya kamu persiapkan diri mu untuk mempertanggung jawabkan perbutan mu ini"Ucap Claudia
Rico yang melihat itu pun makin bingung, dia sangat kenal dengan ayah,namun kenapa sepertinya ayahnya sangat takut dan hormat sekali kepada Claudia
"Claudia, bukan kah kamu teman ku setidak nya kamu pandang aku sedikit Claudia?"Ucap Rico
"Iya kamu memang teman ku Co dan karena aku masih memandang mu sekarang makanya aku tidak mengejar ayah mu,untung lah kamu tidak menjadi seperti ayah mu ini kalau tidak kamu juga tidak akan menjadi manusia yang berguna"Ucap Claudia
Rico yang mendengar pun sangat heran baru kali ini dia melihat sisi menakutkan dari Claudia, biasanya Claudia yang hanya marah marah saja namun kali ini Claudia sangat menakutkan sekali
"Terimakasih Claudia"
"Krreekkk"Pintu kamar operasi pun terbuka
"Eeee, kenapa kalian bertiga berdiri di depan pintu"Ucap Lolita yang kaget,
"Lolita bagaimana ke adaan Ahmad"Claudia yang langsung bertanya dengan khawatir nya
"Hmmm, kamu tenang saja, kami sudah mengambil peluru yang berada di tubuhnya dan sekarang dia sudah baik baik saja, dan mungkin dia akan sadar lebih lama karena dia banyak kehilangan darah"Jelas Lolita
"Aaahhhhh, syukur lah ke ponakan ku baik baik saja, terimakasih bu Lolita"Ucap ayah Rico
Rico yang mendengar pun menjadi lega dan kembali ketempat duduk nya
"Allahamdulillah terimakasih ya Allah"Ucap Rico
"Baik lah semuanya, kalian minggir dulu aku kami ingin memindahkan Ahmad keruang perawatan"Ucap Lolita
Ahmad pun di bawa keruang perawatan, Claudia memandang wajah Ahamd yang pucat
"Kamu tenang saja Claudia, dia sudah tidak apa apa sekarang, Allah selalu bersama orang baik sepertinya"Ucap Lolita
"Terimakasih banyak Lolita,dan kamu sungguh dokter yang hebat"
"Hehe, iya terimakasihnya Claudia,ya sudah aku mau berganti pakaian dulu, dan sebaik nya biarkan Ahmad istirahat dulu"
Lolita pun meninggalkan mereka, kini ke khawatiran di wajah mereka pun hilang,
"Co, ayo kita ke depan mencari makan, aku lapar"Ajak Claudia pada Rico
"Bukan kah tadi di kampus, seharusnya kamu sudah makan bukan?"
"Iya Co, hanya saja aku belum sempat makan mendengar kabar dari mu, dan langsung buru buru kesini"
"Ya sudah kalian berdua pergilah Co, biar ayah yang berjaga di sini"Suruh ayah Rico
"Iya ayah, hmmm ayah sudah jangan begitu ayah tetap lah ayah terbaik untuk ku, bukan kah Ahmad sudah baik baik saja sekarang jadi perbaiki lah wajah ayah itu"Ucap Rico tersenyum pada ayah nya,
Melihat ayah Rico yang wajah nya murung, Claudia pun menjadi kasihan, bagaimana pun dia tetaplah seorang orang tua
"Ya, maafkan aku Om, aku telah bicara kasar pada mu Karana Om tau sendri kan sifat ku, aku tak bisa menahan kemarahan"Ucap Claudia
"Hahaha, kalian memang anak anak yang baik sekali, sungguh Ahamd anak yang dapat membawa perubahan untuk kalian semua, dan aku sangat menyesal sekali, sehingga aku merasa mati lebih baik sekarang untuk untuk ku"Ucap ayah Rico yang haru
"Ayah, kamu tak boleh bicara seperti itu, jika Ahamd mendengar ucapan ayah ini pasti dia akan sangat marah, ayah tau sekarang kita adalah satu satunya keluarga nya, jadi ayah masih harus merawat nya dengan baik, sudah cukup kesusahan yang ia jalani selama ini"
"Hmmm, iya nak kamu benar, ayah akan menjadi orang tua yang baik untuk nya dan memberikan segala nya untuk nya, dan dia Takan merasakan kesendirian lagi mulai sekarang"
"Ya baik lah, kalau kalian berdua sudah berdiskusi nya, ayo Co perut ku sudah tidak tahan, apa lagi stelah aku marah rasa laparnya menjadi dua kali lipat"Ucap Claudia
mendengar Claudia yang bicara begitu pun mereka tertawa, kesedihan mereka hilang sekarang
"Hehe, ya sudah Co cepat lah pergi"
"Baik ayah"
Claudia dan Rico pun keluar untuk mencari makan, mereka berjalan menelusuri jalan dan sampai lah mereka ke sebuah kedai, setelah memesan mereka pun duduk, Cludia yang sudah mendengar cerita dari Lilia tentang dia dan Lilia pun sengaja menggoda nya
"Oiya Co , Tadi Lilia aku lihat dia berjalan bersama cowok lain di kampus"Ucap Claudia, Claudia dia sengaja ingin melihat Rico marah
"Apaa!!! kamu yang benar Claudia dia?"Ucap Rico yang tersentak
"Iya, kamu tau sendiri kan Lilia itu orang yang cantik, Carlos saja sampai rela melakukan apa saja untuk nya"Ucap Claudia dengan santainya
"Kurang ajar, siapa cowok itu berani sekali dia mendekati Lilia, sebaik nya kamu tunggu di sini aku ingin segera ke kampus sekarang, aku ingin lihat siapa cowok itu"Ucap Rico yang marah, melihat itu pun Claudia tertawa berbahan bahak
"Hahaha, Rico Rico, ternyata mudah sekali untuk membodohi mu"Ucap Claudia dengan senang nya melihat Rico yang begitu
"Dasar kamu ya, kamu sengaja membohongi ku kan"
"Hahaha, iya, dan itu lucu sekali Co"
"Hmmm, Claudia Claudia"
"Hey , kamu itu harus saling percaya satu sama lain, jika tidak kalian akan hancur, contoh nya ya seperti tadi, itu karena kamu tidak menaruh kepercayaan ke pada Lilia"Ucap Claudia
"Hmmm, iya sih Claudia, mudah sekali untuk menghasut kami, jika tadi kamu serius pasti aku sudah bertengkar dengan nya"Ucap Rico
"Ya maka dari itu, selagi kamu tidak melihat dengan mata kepala mu sendri sebaiknya jangan dengarkan omongan orang lain yang berkata tidak tidak tentang kalian"
"Hmmm, kamu tu bijak juga ternyata, aku kira kamu hanya bisa marah marah, hahahaha, terimakasih ya Claudia untuk nasehat nya, dan aku akan selalu mengingat nya"Ucap Rico yang mengerti maksud dari perkataan Claudia
"Iya sama sama Co, dan selain marah marah aku juga suka mukulin orang nih"Ucap Claudia
"Hahaha,tidak tidak, kamu orang nya lembut sekali Claudia"Rico yang langsung memuji Claudia, mendengar Claudia yang juga suka memukul orang