Sacred Love

Sacred Love
Bab 11



Saat itu claudiya seperti biasanya, setelah selesai makan di pun merokok di penghujung kampus nya


Namun Carlos sudah di bawa dua teman nya,Ahmad pun berniat mengikuti Claudiya


"Mau kemana Claudiya?"


"Aku mau ketempat biasa teman teman"


"Masih saja, sudah ku bilang itu tidak bagus untuk kesehatan mu Claudia"


"Aku hanya merilex kan pikiran ku lolita"


"Ya terserah deh"


Claudiya pergi,Ahmada yang ingin bertanya kenapa mereka melakukan itu pada Carlos pun mengikuti Claudiya


"Co, aku ke toilet sebentar ya"


"Oke mad"


Ahmad pun pergi mengikuti claudiya sedangkan di kantin, miranda yang melihat Rico sendirian sambil membaca buku pemberian Ahmad


"Ayo kita duduk dekat Rico" Ajak miranda"


"Kamu saja mir"


"Ayo lah, kan kita bisa tanya tanya tentang Ahmad,ayo lah ayo, ayo…"


"Ya sudah iya, ayo" mereka berempat pun menghampiri Rico


"Hayy co, boleh kan kami duduk disini"


"Ya, silahkan"


Lilia pun penasaran dengan apa yang di baca rico


"Co, apa yang sedang kamu baca?"


"Ini, aku sedang membaca tetang apa saja batasan antara pria dan wanita ,serta kewajiban kewajiban apa saja yang di lakukan wanita, dari cara berpakaian, akhlaknya, prilakunya, sampai hak hak nya dari suaminya,ternyata Islam telah mengatur nya dari jaman dahulu sebaik mungkin, dan aku mengerti sekarang kenapa Ahmad, selalu menundukkan pandangan nya, dan apakah kalian tau hukuman untuk kalian yang tidak memakai hijab,rambut kalian akan digantung di atas api yang menyala nyala, itu hanya karena kalian memperlihatkan rambut kalian kepada yang bukan muhrim, dan lihat lah kalian bukan hanya saja rambut, namun semua aurat kalian,apa yang akan terjadi pada kalian"


"Eeee co tolong jangan teruskan,aku merinding mendengar nya"Ucap Miranda


"Hmmm gak boleh gitu Mir, apa yang di ucapakan Rico itu benar, iya Co aku paham, nanti aku akan coba menutupi aurat ku"Ucap Lilia


Namun di saat itu, Arleta menangis membanyangkan dirinya


"Eee Arleta, kamu kenapa"


"Aku sangat takut dengan ucap Rico,dan membuat ku haru, sehingga aku tidak bisa menahan air mata ku"


"Maafkan aku Arleta, namun itu semua sudah di tulis di sini bukan aku yang mengarangnya"


"Iya deh co aku juga tau itu, namun aku mengabaikan nya,terimakasih telah mengingatkan ku"


"Yaaa benar aku juga"Ucap Miranda


Namun Lolita hanya terdiam dia membayangkan begitu peduli Ahmad dengan nya, sehingga Ahmad memberinya pakaian itu


"Sungguh dia sangat peduli bukan hanya untuk di Dunia namun juga utuk akhirat ku,aaah, aku sangat menyukai mu Ahmad"Ucap Lolita dalam hati nya


Sedangkan Ahmad yang mengikuti claudiya"Eee Ahmad ngapain kamu kesini"Claudiya yang langsung membuang rokok nya


"Astagfirullah, kenapa kamu masih saja merokok"


"Enggak,enggak, aku enggak merokok,haha, baru mau merokok namun kamu datang, jadi aku membuangnya, ada apa kamu kesini"


"Apa benar kalian menghajar Carlos"


"Iya benar Mad, kenapa?"Claudiya dengan santai nya


"Hmmm itu gak baik Claudiya, untung saja kalian tidak kenapa Kenapa"


"Hahaha Mad, Mad, siapa yang berani sama kami di kampus ini, sudah lah jangan bahas itu, oiya Mad kamu punya waktu gak"


"Kenapa memang nya claudiya"


"Aku ingin mengajak mu kerumah ku untuk bertemu dengan ayah ku, mungkin saja ayah ku punya pekerjaan yang cocok untuk mu, bagaimana Mad"


"Aku sangat berterimakasih pada mu claudiya, yaa sekarang memang aku lagi membutuhkan pekerjaan untuk menyambung hidup ku"


"Ya sudah nanti aku tunggu di parkiran ya, kita pergi bersama naik mobil ku"


"Tidak Claudia, aku akan mengikuti mu dengan sepeda motor ku"


"Hm, OK"


Ahmad pun pergi meninggalkan Claudiya melihat Ahmad yang telah pergi Claudiya langsung berdiri kesenangan karna Ahmad mau datang kerumah nya


"Yes, hahaha"


Sedangkan di kantin mereka berlima asik membaca buku yang Ahmad berikan ke pada Rico, Ahmad datang


"Assalamualaikum"


mereka dengan kompak nya


"wa'alaikumusalam"


Mendengar itu, Ahmad tersenyum dan mereka berempat yang melihat nya sangat terpesona melihat senyuman Ahmad


"Ayo co, kita ke kelas"


"Ok Mad, kalian berempat lanjut saja, namun nanti kembalikan kepada ku ya, aku juga belum selesai membacanya


"Oke co, tenang saja"