Sacred Love

Sacred Love
Bab 28



Waktu magrib telah tiba dan Ahamd seperti biasanya pergi untuk sholat berjamaah dan hari itu adalah hari pertama nya untuk mengajar


Anak buah ayah Rico telah menunggu Ahmad di jalan dan berniat untuk menculik Ahmad, namun rencana mereka gagal karna Rico pergi bersama pak imam


Sesampai di masjid Ahamd kaget sekali melihat Arleta dan Lolita yang telah berada di depan pintu masjid


"Assalamualaikum Mad , pak"Ucap mereka berdua


"Masya Allah kalian jauh jauh kesini hanya untuk sholat, bukan kah tempat terbaik untuk ibadah bagi perempuan adalah di rumah nya sendiri"Ucap Ahamd


"Hahaha, anak jaman sekarang bapak juga tidak mengerti, ketika ia menyukai seseorang mereka rela kemanapun asalkan dapat bertemu"Ucap pak imam menggoda mereka


"Hehe bapak, tidak begitu pak, kami juga ingin sekalian belajar mengaji sama kak Ahamd"Ucap lolita


"Hahaha, bagus kalau begitu nak, Masya Allah semoga kalian mendapatkan keberkahan"Ucap pak imam yang senang mendengar mereka


"Tapi pak imam, bukan kah sebaik nya mereka di ajarkan sama guru yang perempuan juga" Ucap Ahmad


"Karena mereka dan saya bukan lah muhrim pak, dan kami pun telah dewasa, beda hal nya dengan saya yang mengajar anak anak, saya hanya takut saja pak, bukan nya mendapat pahala melain kan mendapatkan murka nya Allah"Jelas Ahamd ke pada pak imam


"Masya Allah Mad, kamu sungguh pemuda yang luar biasa Mad, baik lah baik lah bapak mengerti dan untuk pertama ini sebaik nya kamu yang ajarkan, dan bapak percaya kepadamu karna ucapan mu itu, pasti kamu tau batasan batasan mu, dan untuk selanjut nya bapak akan cari kan seorang ustadzah untuk mengajarkan mereka, bukan kah masjid kita mempunyai tirai untuk menutup antara wanita dan pria jadi, menurut bapak tidak maslah untuk kalian berdampingan, bagaimana menurut mu Mad?"Pak imam memberi solusi ke pada Ahmad


"Baik lah pak, kalau menurut bapak begitu saya setuju pak"Ucap Ahamd


"Hmm, kalau begitu baik lah, ayo kita masuk adzan pun sudah selesai, ayo kita sholat berjamaah"Ajak pak imam


Mereka pun sholat berjamaah bersama, selesai sholat dan berdoa jamah yang lain pulang, Ahamd tidak menyangka hari pertamanya banyak anak anak yang ingin belajar pada nya


"Alhamdulillah mad, ternya anak anak di sini ingin sekali belajar membaca Alquran"Ucap pak imam


"Oiya pak, sembari menunggu waktu isya, alangkah baik nya bapak juga imut mengajar mengajar mereka"Usul Ahamd


"Ohhh, iya tentu nak.Anak anak semuanya ayo kita mulai"


Satu persatu Ahamd dan pak imam mengajarkan mereka, Ahamad dan pak imam sangat menteliti bacaan mereka dari cara pengucapan nya, pajang pendek nya sampai ke tasdid nya,


Mereka tidak memaksakan mereka untuk belajar yang penting apa yang mereka baca pas


namun ada satu murid Ahmad yang mempunyai suara yang bagus walau pun belum lancar namun Ahmad sangat senang sekali mendengar suaranya


Dan sampai lah kepada Lolita dan Arleta mereka sangat serius sekali dalam belajar, namun baiknya mereka telah mengenal huruf nya hanya saja mereka masih terbatah batah Ahamad senang sekali melihat mereka yang serius dalam belajar, namu Lolita sesekali menatap Ahamd dan tersenyum,


"Mad, aku malu sakali sama kalian semua, aku yang sudah sebesar ini, masih tebatah batah dalam memca Al-Qur'an"Ucap Lolita


"Hmmm, tidak apa Lolita, yang penting kamu ingin belajar, dan aku yakin karna kamu telah mengenal huruf nya kamu tidak akan lama untuk lancar membaca nya"


"Iya deh mad, aku akan akan terus belajar, sampai bisa sempurna dalam membacanya"


"Iya Lolita, yang terpenting jangan terburu dalam membacanya, dak apa sedikit demi sedikit asalakan pas, dan alangkah baik nya, kamu sekalian mengetahui arti dari apa yang kamu baca"


"Iya sih Mad, baik lah besok aku akan membelikan Al-Qur'an yang ada artinya"


Setelah mereka semua mendapatkan giliran, dan sholat isya mereka semua pun pulang,


"Pak , Ahamd kami pamit ya, dan besok kami akan datang lagi"


"Haha, baik lah nak, hati hati di jalan"


"Iya kalian hati hati di jalan"Ucap Ahamd


"iya Mad, pak , assalamualaikum"


"Waalaikumusalam"


Arleta dan Lolita pun pulang , ternyata mereka pergi dengan satu mobil saja, sepertinya mereka berdua telah merencanakan itu sedari kuliah