
Sedangkan Ahmad yang hanya berdiri di depan pintu kamar pun melihat Claudia yang kini berbaring dengan kondisi yang memprihatinkan,
Namun tiba tiba Ahamad kembali mimisan dan merasakan pusing, Ahamd sekuat tenaga menahan nya agar tidak tumbang, dan untung nya tidak ada yang melihat Ahamad,
Ahamad pun langsung pergi dari sana, Tampa ada yang tau akan kepergian nya, Ahamad pun pergi kerumah sakit lain dan menemui dokter spesialis nya,
Sedangkan di ruangan Claudia mereka semua masih menunggu Claudia sadar,
"Hmmm, apakah kalian ada yang melihat Ahamad"Tanya Lolita pada mereka
Mereka pun yang mendengar baru tersadar dan melihat sekeliling
"Bukan nya tadi dia juga ada disini ya Lolita"Jawab Miranda
"Iya, namun aku sudah mencari nya tapi aku tidak menemukan nya Mir, apa mungkin dia sudah pergi ya karna tadi waktu aku bertemu dengan nya dia ada urusan yang penting kata nya"
"Hmmm, ya mungkin saja Lolita, biarkan saja nanti juga dia akan datang lagi kesini"Ucap Miranda
"Iya sih Mir, ya sudah aku tinggal dulu ya, aku masih mempunyai pasien yang lain dan ingat kalau terjadi apa apa langsung panggil aku"
"Iya Lolita iya"
Lolita pun pergi, sedangkan Ahamad kini sedang menjalan kan pemerikasaan, selesai di periksa dokter itu pun sangat khawatir dengan ke adaan Ahamad yang semakin memburuk
"Nak, kini kamu juga harus menjalankan kemoterapi karna kangker mu sudah masuk stadium akhir dan kemungkinan umur mu tidak lama lagi"Ucap dokter itu
"Hmmm, Allahamdulillah"Jawab Ahamad yang penuh senyuman kepada dokter tersebut, sehingga membuat dokter itu heran
"Nak, apakah kamu tidak takut atau merasa sedih? saya baru kali ini melihat orang yang sakit namun tidak merasa sedih atau pun semacam nya"Tanya dokter itu yang heran melihat Ahamad, yang seakan dia sangat menginginkan ke Matian
"Hehe, bukan begitu dok, hanya saja saya bersyukur karna Allah sangat menyayangi saya, karna saya percaya, walau seseorang itu hanya tertusuk duri sekali pun melainkan Allah akan menghapus dosa nya, dan karna penyakit ku ini aku berharap dapat menghapus dosa dosa ku, dan aku bersyukur untuk itu, dan aku juga bersyukur aku masih bisa berbuat kebaikan sebelum ajal menjemput ku"Jawab Ahamad dengan tenang nya
"Masya Allah nak, kamu sungguh orang yang baik sehingga kematian tidak lah membuat mu takut, dan sakit tidak lah membuat mu sedih, bapak sangat salut ke pada mu, baik lah nak bapak akan mengganti obat mu dan ingat jangan lupa untuk dua kali seminggu datang kesini untuk kamu menjalankan kemoterapi, semoga saja Allah mengangkat penyakit mu, dan sebagai seorang dokter hanya ini yang bisa bapak bantu ke pada mu"
"Ya dok, ini semua sudah cukup terimakasih, oiya dok saya pamit dulu"
Ahamad pun pergi sedangkan dokter itu masih teringat akan kata kata Ahamad
"Hmmm, Kamu benar nak Allah sangat menyayangi mu"Ucap dokter itu
Tiga hari berlalu Claudia yang belum sadar kini mulai sadar sedang kan Ahamad selama tiga hari itu penyakit nya sering kali Kambuh dan kini Ahamad memakai peci nya karna rambutnya yang mulai rontok, namun walau Ahamad satu rumah bersama Rico, Rico sama sekali tidak mengetahui ke adaan Ahamad
"Mad…Mad"Teriak Rico
"Hmmm, iya ada apa sih Co"Sahut Ahamad dari kamar nya, Ahamad pun keluar dan Rico langsung menghampiri nya
"Mad, Caludia sudah sadar Mad"Ucap Rico dengan senang nya
"Benarkah ! allahamdulillah akhir nya dia sadar juga"
"Iya Mad, ayo kita ke sana sekarang"Ajak Rico
"Ya , ayo Co"
Ahamad dan Rico pun langsung menuju rumah sakit
Sedangkan di rumah sakit, Lilia dan teman teman nya sudah ada di sana
"Ayah…"Panggil Claudia yang mulai siuman
mendengar itu ayah Claudia tak kuasa menahan tangis
"Iya nak, ayah di sini, syukur lah nak kamu sudah sadar, ayah sangat khawatir kepada mu"
"Ayah, claudia baik baik saja ayah hanya saja kenapa semua nya menjadi gelap ayah, apa yang terjadi"
Mendengar itu Lilia dan teman teman nya pun juga tak kuasa menahan tangis
"Apakah kalian semua ada di sini, Lilia, Miranda, Arleta, Lolita, hmmm kenapa kalian semua menangis aku bisa mendengar kalian loh"Ucap Claudia Lolita pun maju ke samping Claudia
"Maafkan aku Claudia, walau aku bisa menyelamatkan mu, namun… namun aku haaa"Lolita yang makin jadi dalam tangis nya
"Hey, kenapa kamu jadi cengeng begini bukan kah aku sudah kembali Lolita, sudah tidak apa Lolita"
"Haaaaa,"Lolita menghela nafas
"Claudia kamu sekarang tidak bisa melihat, karna pecahan kaca mobil mu melukai ke dua mata mu"Ucap Lolita
Mendengar ucapan Lolita itu kesedihan pun menyelimuti ruangan itu
"Lolita…"Panggil Claudia dengan lembutnya mendengar ucapan Lolita
"Ya Allah Claudia"Lolita yang langsung memeluk Claudia, Lilia dan yang lain nya pun ikut memeluk Claudia
"Nak, kamu tenang saja ayah akan mencari donor mata untuk mu secepat nya, dan terimakasih nak kamu sudah menjadi anak yang kuat, ayah sangat bangga pada mu, ayah berjanji kepada mu ayah akan membuat mu bisa melihat lagi"
"Iya ayah, terimakasih ayah , dan bisa kah kalian menyingkir dari ku, aku hampir tidak bisa bernapas"Ucap Claudia, yang membuat semua nya tersenyum
"Hehehe, maaf Claudia"Ucap Lilia yang sambil mengusap air matanya
"Claudia aku akan selalu ada untuk mu, kamu jangan khawatir"
"Iya benar kami juga akan selalu ada untuk mu"Sahut Miranda
"Hehe, terimakasih kalian memang sahabat terbaik ku, Oiya apakah Ahamad ada menjenguk ku?"Tanya Claudia yang langsung menanyakan Ahamad
"Iya nak, selama kamu belum sadar Ahamad terus datang kesini untuk melihat mu, namun…"
"Assalamu'alaikum"
"Wa alaikumusalam"
"Nah itu dia datang"Ucap ayah Claudia
Ahamad dan Rico pun masuk , Ahamad senang sekali melihat Claudia yang telah sadar
"Allahamdulillah, akhir nya kamu siuman juga Claudia"Ahamad yang langsung menghampiri Claudia
"Hmmm, iya Mad namun yaa saat ini aku kehilangan penglihatan ku Mad, dan Sekang aku tidak bisa melihat mu"Claudia yang tersenyum kepada Ahamad
Dan senyuman Claudia itu membuat ahamad menjadi sedih
"Claudia, semua takdir itu adalah hal yang baik, dan apa pun yang hilang juga akan di gantikan dengan yang lebih baik, aku tau kamu wanita yang kuat dan aku akan selalu ada untuk mu"Ucap Ahamad
"Hahaha, Mad sudah lah jangan menghiburku berlebihan, aku sudah ikhlas menerima semua ini, dan sekarang aku merasa sangat tidak cocok untuk mu, hehehe"Claudia yang masih sempat nya bercanda
Lilia yang tak kuasa melihat ke adaan teman nya itu pun berlari keluar, Arleta dan Miranda yang melihat Lilia lari pun mengikuti Lilia,
"Allahamdulillah, karna kamu telah ikhlas, aku sangat senang mendengar nya Claudia, dan ya benar mulai sekarang aku akan selalu bersama mu"
Rico dan Lolita pun juga keluar, meninggalkan Claudia , Ahamad dan ayah Claudia di kamar itu
Rico dan Lolita duduk di bangku depan dan di sana Lolita menceritakan kepada Rico bahwa sebenar nya kemungkinan Ahamad telah jatuh cinta kepada Claudia, dan Lolita pun menceritakan kepada Rico bahwa dia juga mencintai Ahamad, namun sayang Ahamad menolak nya
"Apa benar yang kamu ucapkan itu Lolita?"
"Hmmm, iya Co untuk apa juga aku membohongi mu, ya walau sedikit keterlaluan sih, karna aku memaksa nya, namun setelah aku pikir pikir tak ada guna nya juga memaksakan yang bukan kehendak ku"
"Ya bagus lah kalau kamu mengerti, dan jika kamu melakukan hal yang seperti itu lagi dan masih berniat ingin mengakhiri hidup mu, aku akan langsung membunuh Arkan itu di dalam penjara, agar dia bisa menemani mu"Ucap Rico
"Hahaha, Rico Rico, tidak aku tidak akan melakukan hal itu lagi, aku juga sudah ikhlas menerimanya, namun sekarang aku menjadi bingung, sebenar nya aku ingin meninggal kan kota ini dan mengabdi di pondok pesantren, namun melihat kondisi Claudia yang seperti itu aku menjadi tidak ingin meninggalkan nya, karna selama aku terpuruk dia selalu ada untuk ku"
"Ya sih, namun semua keputusan ada pada diri mu aku bukan Ahamad yang pandai memberikan solusi hahah"
Sedangkan di ruangan Claudia
"Mad…kamu tidak perlu seperti itu untuk menghibur ku, kamu sudah menjenguk ku saja aku sudah senang, dan kini aku bukan lah gadis yang cocok untuk mu, walau benar jujur aku sangat menyukai bahkan aku mencintaimu, namun dengan ke adaan ku ini aku akan menjadi beban untuk mu"
Ahamad pun tak kuasa mendengar ucapan Claudia, karna Ahamad yang kini juga menyadari bahwa dia juga mencintai Claudia, sedang kan ayah Claudia tak mampu berkata kata mendengar putri kesayangannya itu
"Claudia, Om sejujurnya saya juga mencintai Claudia Om, hanya saja saya selalu merasa tidak pantas untuk anak Om karna kehidupan saya yang sangat biasa biasa saja"
"Apa ! "Claudia yang kaget mendengar pernyataan Ahamad ke pada ayah nya, Claudia hampir tak percaya bahwa Ahamad juga mencintai nya
"Mad…"Claudia yang meraba raba ingin memegang Ahamad
"Hmm, iya Claudia ada apa?"Jawab Ahamad dengan lembut nya
"Mad, apakah benar apa yang kamu ucapkan mad?"
"Iya Claudia itu benar"
"Lalu Mad, bagaimana dengan Lolita?"Tanya Claudia
"Lolita? memangnya kenapa dengan Lolita Claudia?"Ahamad yang tidak mengerti dengan ucapan Claudia
"Hmm, bukan nya kamu ingin menikahinya Mad, aku mendengar nya langsung dari mu, saat kamu dan Lolita berada di jembatan saat itu, dan karna mendengar itu, entah kenapa aku menjadi sangat sedih dan kecewa, sehingga aku menyetir dalam delam ke adaan yang berantakan, hati ku rasa nya hancur sehingga aku tidak fokus dalam menyetir dan terjadi lah seperti ini"Jelas Claudia
"Subhanallah Claudia"Ucap Ahamad yang sangat merasa bersalah ke pada Claudia, karna Ahamad merasa yang memicu terjadinya kecelakaan itu adalah dirinya