
Sementara itu, Lilia yang menjaga Riko pun tertidur
ayah Rico datang
ayah Rico yang melihat Lilia dan Rico tertidur tidak tega untuk membangunkan mereka
"Ya sudah lah, aku akan datang besok saja,dan sungguh beruntung nya aku jika mempunyai menantu secantik gadis itu heheh"Ucap ayah Rico yang yang senang melihat Lilia, dan tidak ingin mengganggu mereka
Malam itu pun berlalu, dan matahari mulai muncul, sinar matahari yang masuk lewat celah jendela membangunkan Lilia
"Lilia apakah kamu tidak kuliah"Ucap Rico dengan nada nya yang masih lemah
"Ha… kamu sudah bangun co, syukurlah kamu sudah lebih baik"
"Kamu kira, aku cowok yang lemah Lilia"
"Hehe tidak begitu co, aku sangat senang melihat mu co"
"Terimakasih ya Lilia, sudah menjaga ku"
"Ya co sama sama, terimakasih sudah menyelamatkan ku"Tampak mulai tumbuh rasa Rico untuk Lilia
"Oiya Lilia, kamu tidak kuliah"
"Sepertinya tidak co, Aku akan menunggu mu saja disini"
"Hey aku tidak apa apa kok, dan kamu dari kemarin tidak pulang, nanti orang tua mu khawatir pada mu"
"Hehe tidak co, orang tua ku semua nya sibuk merek selalu di luar kota dan tidak ada waktu untuk ku, aku juga selalu sendirian dirumah, hanya ada art dan dan satpam di rumah ku,dari pada di rumah mending aku disini menjaga mu"
"Hmmm pasti kamu sangat kesepian ya, maaf untuk itu, namun sebaik nya kamu kuliah kalau tidak kamu akan ketinggalan mata kuliah mu"
"Iya tidak apa apa co,kamu tenang saja kan masih ada teman teman ku, jadi aku tidak akan ketinggalan"
"Ya sudah kalau kamu bilang begitu"
Disana Lilia menjaga Rico, Lilia menyuapi Rico,membantu Rico duduk,Lilia dan Rico saling becanda dan tertawa, mereka sudah mulai nyambung satu sama lain
Sedangkan di kampus hanya mereka berempat yang berkuliah.
"Lolita bagaimana ke adaan Rico" mereka bertanya pada Lolita
"Keadaan Rico sudah jauh lebih baik"
"Syukur lah"mereka lega mendengar nya
Namun mereka menunggu Lilia yang tak kunjung datang
"Mungkin dia masih menjaga Rico, kamu tau sendiri kan kemarin Lilia sangat khawatir, sampai sampai ia tidak pulang kerumah nya, untung saja ada bajuku di rumah sakit, kalau tidak dia tidak akan mandi sama sekali"
Mereka pun masuk namun mereka tidak melihat Ahmad
"Eee kalian semua, ada yang melihat Ahmad tidak tanya Claudiya"
"Tidak, kami tidak melihat nya, claudiya"
"Hmm, kemana dia, apakah dia juga tidak masuk kuliah, namun apa yang terjadi pada nya,bukan kah kemarin dia masih baik baik saja,ya kan teman teman"
"Iya claudia, kemarin dia baik baik saja, apa dia sakit atau kenapa ya"
Kelas pun di mulai, namun Ahmada dan juga Carlos tidak datang datang, tentu itu membuat mereka berempat curiga
"Jangan jangan terjadi sesuatu pada Ahmad, karna Carlos juga tidak masuk hari ini,kalian tahu kan Carlos pernah menyakiti nya"
"Iya benar tu, claudiya"
"Ya sudah, aku duluan ya,aku akan melihat Ahmad di rumah nya"
"Iya, baik lah claudiya"
Claudiya pun pergi dan tidak mengikuti kelas untuk memastikan ke adaan Ahmad, claudiya dengan kencang nya menuju rumah ahmad, namun rumah Ahmad masih terkunci,
Claudiya memanggil manggil nya, namun tiada jawaban
"Kemana sih sebenar nya dia, apakah dia pergi kerumah sakit untuk menjenguk Rico,ya sudah deh aku ke sana saja"
Claudiya langsung menuju kerumah sakit tempat Rico di rawat,sampai claudiya di rumah sakit dia bergegas masuk, Claudiya melihat Lilia yang sedang menyuapi Rico dengan senangnya
"Hmmm, hmm, kalian romantis banget sih"
"Eee claudiya, kamu di sini"
"Iya Lilia,aku juga baru datang kok, oiya Lilia apakah Ahmad ada kesini?"
"Tidak claudiya, dari dia pulang kemarin hingga sekarang dia belum ada tu kesini lagi, memang nya kenapa Claudia"
"Aku hanya khawatir saja sama dia, soal nya dia tidak masuk kuliah,dia juga tidak ada di rumah nya dan hari ini, Carlos juga tidak masuk kuliah,aku khawatir kalau Carlos merencanakan sesuatu ke pada nya"
Tak lama kemudian seorang pengantar paket datang mengantarkan paket ke pada Lilia
"Eee pak, ini paket dari siapa"
"Neng bisa cek sendiri, kan ada nama nya di situ"
Ternyata itu paket dari Ahmad yang berisi buku dan, disana terdapat sebuah surat dari Ahmada.