Sacred Love

Sacred Love
Bab 19



"Ayah aku pulang"


"Nak kemari lah, dan lihat lah baju baju ini"


"Wah… terimakasih ayah, aku senang sekali dan aku akan langsung mencoba nya sekarang,terimakasih banyak ayah"


Lolita langsung memeluk ayah nya dan langsung bergegas mencoba baju yang di belikan ayah nya


"Ayah, lihat"


"Masya Allah nak, kamu sungguh cantik sekali"sedang mereka asik mengobrol bel di depan rumah Lolita pun berbunyi"


"Bi… siapa bi"


"Sebentar Non"


Bibi berlari untuk membuka kan pintu


"Masya Allah, Non kamu cantik sekali"


"Terimakasih bi,oiya bi siapa di depan"


"Sebentar Non, Bibi bukakan dulu"


Bibi pun membukakan pintu dan ternyata ibu Lolita pulang dari luar kota


"Non… ibu pulang"Teriak Bibi


Lolita yang mendengar langsung bergegas menemui ibunya


"Ibu,ibu pulang, aku rindu sekali pada ibu"Lolita yang langsung memeluk ibu nya,


Ibunya sudah pergi selama 2 Minggu


"Iya nak, Ibu juga merindukan mu,nak apa yang terjadi pada mu, ibu hampir tak percaya, ibu kaget tadi siapa yang memeluk ibu,ternyata benar kamu"


"Ibu, masa dengan anak sendri tidak kenal"


"Nak lihat lah, kamu sangat cantik dan baju itu sangat cocok dengan mu,Masya Allah anak ibu sudah berubah sekarang,ibu senang sekali nak melihat nya"


"Hehe terimakasih Bu, ayo kita masuk"


Lolita sangat senang hari itu karna ke pulangkan ibu nya mereka berkumpul bersama lagi


Sedangkan lilia masih menunggu Rico yang masih terbaring di rumah sakit,malam nya mereka semua menanyakan ke adaan Lilia di grup wa mereka


"Lilia bagaimana ke adaan Rico,dan apa kah kamu masih di rumah sakit ,tanya Miranda


"Tidak,aku pulang tadi sore karna aku tidak punya baju lagi,namun sekarang Riko di jaga oleh ayah nya ke adaan nya mulai membaik"


"Eee Lilia, apakah kamu akan masuk kuliah besok"


"Sepertinya aku akan masuk besok, namun setelah itu aku akan kerumah sakit lagi menjaga Rico"


"Iya deh, aku sangat rindu pada mu"


"Hmm, Mir Mir, baru juga satu hari tidak ketemu"


Lolita pun masuk percakapan mereka


"Hmmm, hari ini aku senang sekali"


"Senang kenapa Lolita"


"iya kenapa"


"Hari ini ibu ku pulang setelah 2 Minggu ia pergi, dan dia membawakan tas kesukaan ku


"Ya bagus deh Lolita, akhirnya kalian bisa kumpul lagi" jawab Lilia


"Oiya kemana dua lagi penghuni group ini kemana"


Claudiya pun masuk


"Sudah woy sudah , masih banyak yang harus di hapal kan"


"Oiya aku hampir saja lupa, dah kalian semua sampai ketemu di kampus"Ucap Lolita


"Ee Claudia, kamu sudah hapal sampai bacaan yang mana" Tanya Miranda


"Ini sudah sampai tahiyat akhir Mir"


"Allahamdulillah, sepetinya kamu sudah hampir hapal semuanya Claudia"Ucap Lilia


"Kalau kamu Mir"


"Jangan tanya aku dulu, aku lagi sibuk sekarang daaahh"


"Eee ni anak, di tanya malah kabur"


Lilia dan Claudia pun tertawa, melihat pesan terakhir Miranda


Ke esokan pagi nya, mereka semua pergi ke kampus seperti biasanya Claudia yang sekarang menyetir sendirian ke kampus nya, tidak sengaja di perjalan dia melihat seorang ibu membawa karung, dan dia sedang di marahi seorang pemuda yang kelihatan nya sangat kaya, pemuda itu menggunakan ferarry berwana merah


Melihat itu claudiya pun mengentikan mobil nya dan menghampiri Ibu dan pemuda itu,pemuda itu bisa biasa saja hanya dia memiliki kulit yang putih dan tinggi


"Ada apa ini?"


"Hey Nona kamu tidak lihat ibu ini telah membuat mobil ku lecet, dasar orang miskin"


"Hanya goresan sekecil itu, kamu sampai marah marah pada ibu ini, dasar pemuda sombong"


"Apa kah kamu tau Nona, berapa harga mobil ku ini"


"Hey orang kaya baru, apa kamu tidak melihat mobil ku yang disana, jika kamu tidak pergi aku akan memukul mu, pergi sana dasar orang kaya ga modal"


"Asal kamu tau ya, jangan buat kesabaran ku habis jika tidak kamu akan menanggung resiko nya,dasar brengsek"Tentu Claudia belum bisa menahan amarah nya


"Baik lah aku akan pergi, tapi kamu ganti rugi mobil ku yang lecet gara gara ibu ini"


"Hmm sudah nak, sudah jangan bertengkar, ini semua uang Ibu kamu ambil lah"Ibu itu mengeluarkan gumpalan uang yang terbungkus dalam plastik dan terdapat uang receh di dalam nya


"Hahaha apakah ibu becanda, uang ini apa guna nya Bu"


Claudia yang sudah tidak tahan lagi langsung menonjok pria itu sehingga hidung pria itu mengeluarkan darah,dan claudiya bejalan pergi ke mobilnya


"Apakah kamu sudah gila…"Teriak pemuda itu


Claudiya menaiki mobil nya dan menginjak gas sembari berteriak


"Jika kamu tidak pergi, aku akan menabrak mu"


Melihat ekspresi claudiya yang marah pemuda itu pun pergi


"Iya aku pergi, namun kamu tunggu saja aku pasti akan membalas nya


"Yaaa… aku akan selalu menunggu nya"Ucap claudiya


Pemuda itu pun pergi,melihat pemuda itu yang telah pergi, Claudia turun dan menghampiri ibu itu


"Apa ibu tidak apa apa?"


"Iya nak Ibu tidak apa apa, maaf merepotkan mu dan terimakasih telah membela Ibu"


"Iya Bu kalau begitu,aku pergi dulu dan jaga diri ibu"


"Iya nak sekali lagi terimakasih,oiya nak, kamu cantik sekali, Ibu do'a kan hal baik selalu menghampiri mu" "Hmmm, terimakasih Bu"


Claudia pun pergi ke kampus nya sampai di kampus semua orang tercengang melihat Claudia yang memakai baju tertutup dan claudiya memakai hijab, mereka mulai membicarakan Claudia


"Eee,eee,lihat bukan kah itu Claudia, ada apa dengan nya sepertinya dia mimpi buruk semalam, sehingga merubah gaya nya hahah"Ucap seorang mahasiswa di sana


Namun Claudia yang baru turun dari mobil mendengar nya dan langsung saja


"Hey cucurut, kalau berani bicara sini di hadapan ku,


aku yang akan memberikan mu mimpi buruk"


Mereka yang mendengar pun langsung menghindar dan berbisik satu sama lain"Hmm, ternyata penampilan nya saja yang berubah, namun dia masih sama saja,ayo pergi bisa kacau berurusan dengan singa betina itu


"Iya benar ayo kita pergi"


Hari itu claudiya datang lebih awal dari teman teman nya, saat claudiya ingin masuk teman teman nya datang, dan claudiya yang melihat menunggu mereka di depan masuk kampus


Mereka berjalan menuju claudiya


"Astaga, kan benar Arleta dia claudiya"


"Hmm iya Mir, aku hampir saja tidak mengenalinya"


"Iiiih kamu cantik sekali,aku hampir tak percaya dengan apa yang ku lihat"Ucap Miranda


"Iya Mir aku sungguh wah,melihat Claudia"Sahut Arleta


"Ah kalian berdua, berhenti begitu aku hanya ingin mencobanya saja,namun rasa nya nyaman sekali kalian juga harus mencoba nya"


"Iya claudiya pasti, kita berdua akan mencobanya nya juga soalnya kamu cantik sekali"


Di saat bersamaan Lolita pun datang dan Lolita pun juga mengenakan baju tertutup dan mengenakan hijab Lolita menghampiri mereka


"Yaaa ampun, ternyata Lolita juga"Ucap arleta dan miranda


"Ee Claudia, kamu cantik sekali,pakaian itu sangat cocok untuk mu"Lolita yang melihat claudiya mengenakan pakaian yang sama


"Hehe iya Lolita, kamu juga sangat cocok, dan cantik sekali


"Hahaha, sepertinya ini akan menjadi heboh Claudia"


"Haha sepertinya begitu Lolita, namun tenang kan masih ada Arleta tinggal pinta saja dia untuk memukul nya"Mereka pun tertawa mereka yang masih memperbaiki,dan belum banyak berubah


"Oiya Lilia mana, bukan kah kata nya mau ke kampus hari ini Mir"Ucap Lolita


"Iya sih,namun aku juga tidak tahu dia kemana, apa mungkin dia langsung ke rumah sakit ya,bentar aku coba hubungi"


Setelah beberapakali Miranda mencoba menghubungi Lilia namun Lilia juga tidak mengangkat telpon nya


Saat mereka hendak pergi masuk ke kelas Lilia pun datang


"Hey teman teman"


"Nah itu dia, muncul juga akhirnya"


"Kamu dari mana saja sih Lilia"Tanya Miranda


"Hmmm, aku kesiangan Mir, karna semalaman aku tidak bisa tidur,ee Lolita, Claudia kalian berdua..."


"Hmm sudah, tidak usah kaget seperti itu hanya penampilan saja kok"Ucap claudiya"


"Hahaha, namun tetap saja kalian terlihat cantik dan anggun sekali dengan pakaian itu,aku sangat senang melihat nya semoga kita semua kelak bisa memakai baju seperti itu"


"Hey Lilia kenapa tidak,besok aku dan arleta juga akan mengenakan baju seperti mereka"


"Ya bagus dong Mir, kalu begitu aku juga akan memakai nya,pasti kita berlima akan sangat cantik ya kan teman teman"


"Ya, pasti nya dong"


Akhirnya mereka berlima memtuskan untuk memakai baju tertutup dan hijab, mereka perlahan sudah mulai berubah